Membandingkan kedua motor anyar pabrikan Jepang yang diluncurkan di Indonesia, terutama Honda dan Yamaha adalah sebuah tindakan yang bisa membuat sebuah blog ramai, baik itu hits, maupun komentar. Perang sales dan FB pun jika disimak tak kalah hotnya dengan perang Ahok Vs DPRD DKI Jakarta. Artikel yang informatif pun akhirnya hanya berfungsi sebagai pemicu saja.

Nah, berhubung Blog Sesat cinta damai, yang dibandingkan cukup dua buah motor yang tidak lagi menguntungkan secara langsung produsennya. Kali ini yang dibandingkan adalah Suzuki GT 250 dengan BMW K 100 GL alias Honda GL 100 K termurtad se-Jakarta Selatan. Karena Blog Sesat lagi malas mengupas ulang, biarlah foto yang bercerita sebatas ukurannya saja:

Picture

Dari samping, sudah cukup terlihat kan, kala GT memang bongsor, sedangkan GL tergolong imut. Duduk di atas GT, rider dengan tinggi 170 cm masih bisa menjejakkan kedua kakinya, tetapi sedikiiiit jinjit, jadi terlihat tidak jinjit, tetapi tumit tidak menjejak sempurna ke tanah, sedangkan, di atas GL, kaki rider masih bisa “kemana-mana”. Satu-satunya yang menyelamatkan perawakan GL adalah tanki customnya yang besar. Kapasitasnya sama lah dengan Tiger standar, hanya karena GLnya imut, makanya tanki terlihat super besar.

Nah, sekarang kita lihat dari belakang:

Picture (4)-1

Dari sisi belakang, GT langsung terlihat jelas lebih besar dan gagah dengan knalpot di kedua sisinya. GT juga punya ciri khas dibandingkan motor-motor sezamannya, yakni lampu belakangnya yang besar, tetapi dengan dua lingkaran besar di ujung mika lampu remnya, desainnya terlihat genit, dinamis, unik dan menarik. Di GT 250 ini, lampunya memang terlihat super kinclong, tetapi itu memang bukan bawaannya, melainkan barang new old stock! Pantas berster ya hehe…

Nah, biar semakin jelas perbedaan ukurannya, kita lihat dari sisi simpang atas. Posisi kedua ban belakang motor sama. Di sini terlihat, betapa dimensi GT jelas lebih besar dibandingkan GL:

Picture (5)