080_Technik_Entwicklung_Yamaha_YZF-R1_Hideki Fujiwara.jpg.3894718

Mari kita lanjutkan interview dengan Hideki Fujiwara, orang numero uno yang mengembangkan Yamaha YZF-R1M di Amsterdam, kota 1000 museum yang banyak ehem-ehemnya itu wkwkw..

Apa titik berat pengembangan YZF-R1M?

Tujuan utama mengembangkan motor ini adalah untuk menjadi juara di sirkuit. Itu hanya bisa diperoleh dari bobot yang ringan, handling yang prima dan power delivery mesin yang sempurna.

Apa yang sangat menyulitkan untuk mencapai target itu?

Tantangan utama pastinya menemukan kompromi performa dan daya tahan. Kami mengenal sangat baik mesin M1, tetapi menyesuaikan mesin motor untuk bisa dipakai harian di jalanan umum dan bisa diproduksi dalam jumlah banyak (dan bisa “kebeli”-red), itu tentu sudah menjadi sebuah tantangan tersendiri.

Seberapa miripkah YZF-R1 dengan M1? Apa hal yang paling mirip, dan apa juga perbedaannya? 

Kemiripannya sekitar 80%. Kemiripan yang paling menyerupai tentunya konsep crossplane dan karakter handlingnya. Perbedaan terbesar adalah komponen-komponen R1 yang harus memperhatikan aturan-aturan yang harus dipenuhi motor jalanan yang menuntut parts yang memeiliki daya tahan yang kuat dan wajib panjang umur.

Percayalah perkataan saya: Daya tahan R1 harus sama lama atau awetnya dengan standard yang harus dipenuhi misalnya FJR 1300 (motor touring yang tentunya harus panjang umur-red). Hal ini tentunya tak terlalu mudah. Hal yang sama juga berlaku dalam soal harga (tidak boleh mahal layaknya motor prototipe-red). Di Yamaha, kami tahu, bagaimana membuat mesin dengan performa sangat baik di sirkuit, tetapi untuk membuat produk ini tetap memiliki harga terjangkau, itu tentu tak mudah.

120_Technik_Entwicklung_Yamaha_YZF-R1.jpg.3894790

Anda memendekkan jarak sumbu roda sebanyak 10 mm, bahkan dibandingkan R1 generasi sebelumnya, lengan ayun R1 terbaru ini lebih pendek 15 mm. Dan Anda melakukan itu, padahal di saat bersamaan, power motor ini mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Bagaimana bisa begitu? (Berisiko membuat motor semakin liar-red) 

Salah satu tujuan utama kami adalah membuat motor yang kompak (berukuran kecil-red). Berkat pengembangan teknologi elektronik, kami berani mengambil langkah ini. Tanpa teknologi ini (ABS, traction control, sliding control etc-red) tentunya langkah ini tak bisa diambil.

Apakah pembalap pabrikan Yamaha terlibat dalam pembuatan motor ini?

Ya, Valentino Rossi, Josh Hayes dan dua orang pembalap Jepang terlibat. Rossi bisa memberikan penilaian dan membandingkan motor ini dengan M1, terutama yang berkaitan dengan karakter pengereman dan akselerasi motor, sedangkan Josh Hayes benar-benar mengenal karakter motor balap R1 teraktual.

Mengapa Anda mengembangkan sendiri sistem elektronik R1?

Vendor tentu mengenal sistem produk mereka, tetapi mereka tak mengenal motor kami. Kami menguasai sistem elektronik dan tentunya mengenal motor kami. Keduanya tentu tak bisa dipisahkan.

Sumber: http://www.motorradonline.de/news/entwicklung-der-yamaha-yzf-r1-2015-interview-hideki-fujiwara/631190?seite=2