20150117_224454

Menikmati Jakarta dengan Vespa tentu tak menyenangkan jika dilakukan di hari kerja. Macet-macetan naik Vespa bagi saya tidak enak, mendingan naik K 100 GL hehe..Maklum, perpindahan gigi sering-sering rasanya di Vespa tidak enak, kasihan motor dan kabel koplingnya. Belum lagi rem yang kurang handal. Cukup sih kalau tak ada yang aneh-aneh tau-tau nongol dari sela-sela mobil. Jalan-jalan naik Vespa rame-rame pas macet pun juga tak enak, sebab Vespa 2 tak asepnya lumayan beracun kan, wong kalau ke luar kota untuk travel time yang lama, berasa kok maboknya kalau senantiasa di belakang Vespa lainnya yang berasap agak tebal. Selain itu, Vespa tidak dikenal sebagai motor yang irit bahan bakar, jadi kalau diajak macet-macetan, tentu borosnya lebih terasa. Kalau jalanan lowong sih, Vespa yang settingannya benar lumayan irit lho. Waktu dipakai ke Gunung Bunder, Excel Rose sanggup lah 1:25-1:30 konsumsi bensinnya.

IMG-20150117-WA0011

Ya, paling enak tentu menikmati Jakarta di akhir pekan di bulan tua di malam hari hehe… Jalanan lowong dan angin yang mulai mendingin menyajikan sensasi yang layak dinikmati. Apalagi perjalanan ditemani kawan-kawan dekat.

Jajan pun tak perlu mahal-mahal. Beli martabak (asal bukan martabak B*ss yang pakai Kitkat green tea) atau kalau mau lebih murah lagi ya beli es krim. Murah, meriah, perasaan santai dan senangĀ pun diperoleh.

Pulang malam pun risikonya tak terlalu besar. Saya rasa Vespa 2 tak bukan mangsa favorit begal. Namun, senantiasa berdoa dan waspada ya wajib. Sebab banyak begal yang makan korban jiwa itu justru muncul oleh begal-begal level pemula yang dodol dan gegabah.

Saya rasa, semakin sedikit orang takut keluar malam, begal malah semakin mudah beroperasi dan bisa memperluas lahan usahanya.