20140831_163855

Kejadiannya sudah tahun lalu, tetapi baru sempat cerita sekarang. Sekitar dua bulan setelah memiliki Suzuki GT250 ini, teman saya ingin mengembalikan performa GT250 kembali maksimal. Tampaknya doi lumayan jatuh cinta sama motor ini, sebab dia sampai balik nama segala. Satu-satunya motor doi yang pajaknya hidup ya GT250 ini haha..

Apa keluhannya? Sebenarnya hanya performa yang menurun dan silinder yang sering mati sebelah. Ya, mungkin karena kelistrikan. Dengan silinder mati sebelah, GT250 masih bisa jalan kok, hanya saja power turun drastis. Kalau didiamkan sih kadang akan nyala sendiri haha.. Namun, emang enak naik motor yang kadang lemot dan kadang joss? Bikin ilfeel kan? Selain itu, kopling juga mulai habis. Kalau dipakai jalan biasa tak terasa. Kalau dipakai nanjak juga masih kuat. Yang repot kalau dari keadaan diam dan harus menanjak curam, misalnya di parkiran mall.

Mencari bengkel untuk motor tua memang tak mudah. Kadang ada yang bagus, tetapi ngantrinya parah. Itu pun biasanya mereka pilih-pilih motor tertentu. Nah, kalau untuk GT250 yang dianggap kurang tinggi kelasnya (padahal salah benar kalo sampeyan sudah coba naik ini motor), agak repot. Banyak yang menolak. Biasanya sih karena mereka tak punya cukup ilmu dan keberanian untuk membongkar motor yang tak dikenalnya. Nah, saat ketemu situasi macam ini, langsung kontak Aal (0856 8380 856). Doi terima pemesanan parts aneh-aneh dan berani bongkar motor aneh-aneh.

20140912_202416

Singkat kata, GT250 langsung dibawa ke Kelapa Dua, Depok, dan menjadi pasien Aal. Prosesnya tentu lama, saya pun sudah bilang ini ke teman saya, tetapi dia malah bersikeras. Lama tak papa, asal bagus. Ya, hampir tak ada pilihan lain juga..

Saat dibongkar, ya kopling dan piston minta ganti. Piston sebelah kiri terlihat lebih aus, terdeteksi dengan tingkat keoblakan yang lebih parah. Nah, sekarang, kemana cari piston Suzuki GT250??????

Ada barangkali yang masih simpan, tetapi kan belum tentu dijual. Dan kalau tak dipasarkan di internet, bagaimana mau ketemu… Atas persetujuan pemilik, piston pun diganti dari motor lain. Bahkan sekalian ganti bohring dan di bore up. Wow, jadi 315cc!

Kopling dan plat kopling pun diganti dengan milik moge Suzuki yang perlu diimpor. Nah, proses begini-begini yang bisa makan waktu lama, bisa lebih dari 3 minggu untuk tunggu barang datang. Belum lagi perintilan ini itunya. Semua harus dipelajari, diukur dan dicari partsnya. Karena motor langka, ya butuh kemampuan mekanik untuk mencari substitusinya. Sekali lagi, butuh waktu juga untuk berburu barang sana-sini.

IMG-20141014-WA0001

Lama pengerjaan total bisa sampai 4 bulan! Bisa jadi lebih! Ini tentu tak bisa dibandingkan dengan motor harian atau motor klassik Jepang yang banyak beredar dan berlimpah parts.

Bore up pun bukan tanpa masalah. Lihat komponen di samping ini. Entah apa namanya itu. Kalau tak salah menghantarkan putaran dari selah ke kruk as. Karena kapasitas ,esin yang besar, selahan jadi extra berat. Masalah muncul, selahan sempat patah. Setelah diganti, beres. Eh, tak lama gir ini rompal, sehingga saat diselah motor jadi ngelos. Bahan yang rompal itu terbuat dari teflon ternyata. Wah, sempat shock tuh, nyari dimana tuh benda… Ternyata Aal berhasil dapat part penggantinya. Tak murah, kalau tak salah 600 ribu atau 800 ribu hiiiiiii…Yang penting barangnya ada, kalau tak ada, ya sudahlah kan…..

Saat motor ditest, ada permasalah setting juga. Motor dirasa ga keluar powernya… Masa 2 tak twin 315 cc larinya “gitu doang”. NAh, agak lama juga tuh setting karburator. Akhirnya diputuskan mengganti karburator standar dengan Kawahara PWK 28 yang sudah dilengkapi power jet. Hasilnya, potensi GT250 pun keluar…. Ini dia, baru nguuuuuuuuttt…. Eh, tak lama pakingnya jebol, motor pun ngempos dan mogok. Rupanya Aal membuat paking satu-satu per silinder. Doi pun kembali membuatkan paking yang menyatu, jadi satu paking lebar untuk dua silinder. Lumayan, masalah teratasi. Ya, jadi banyak belajar juga. Lumayan juga sih untuk ngebangun motor ini, plat dan kanvas kopling, ganti bohring dan piston, karburator, servis suspensi depan, rem depan, CDI, servis knalpot dan perintilan lainnya makan biaya parts¬†sekitar 8 jutaan. Mahal? Silahkan hitung, kalau Ninja 250 yang diganti partsnya sebanyak itu tadi, bisa jadi tembus di atas 10 juta dengan mudahnya, bisa lebih dari 15 juta malah. Ingat Bro…twin kan banyak parts yang dikali 2 haha…