1966_honda_cb450_black_bomber_1_lgw Di kalangan penggemar motor klassik, julukan Black Bomber bukan nama yang asing. Bahkan tak banyak motor yang nama julukannya lebih tenar dibandingkan nama aslinya. Kali ini kita kulik-kulik sedikit lah tentang sosok motor Honda yang menjadi perintis dominasi motor-motor Jepang di industri permotoran dunia. Mari kenalan dengan motor yang diluncurkan di Amerika Serikat ini.

Jika kita kenal Honda CB 750 sebagai the first superbike yang berhasil menghabisi motor-motor Eropa dan Amerika, sebelumnya sudah ada si Black Bomber ini yang terbit di tahun 1965. Honda dengan pengalaman motor-motor kapasitas kecil sebelumnya  sudah punya kemampuan untuk menantang dominasi motor-moto balap Inggris dan Jerman. Soichiro Honda pun mulai “lancang” menelurkan moge untuk menantang dominasi motor Inggris dan Jerman yang bermain di kelas 600-750 cc. Congkaknya, Honda tak butuh kapasitas segitu, mereka cukup mengambil kapasitas 450 cc saja, tepatnya 444,9 cc.

1966_honda_cb450_black_bomber_5_lgw

Motor 2 silinder pararel ini berbeda ritme dengan 46 motor twin pararel sebelumnya yang kedua pistonnya naik turun sejajar. CB450 menggunakan ritme 180 derajat. Mesin twin ini sangat menantang karena kecil-kecil bisa mempermalukan motor Inggris, Jerman dan Amerika yang sudah bercokol lama saat itu. Mesin ini mampu berkitir tinggi dan menggigit. Maklum Bro..ini mesin sudah DOHC hahaha…dengan disuplai dua buah karburator Keihin berventuri 36 mm, mesin ini sanggup untuk membangkitkan 43 PS@ 8500 rpm. Tenaga segitu di zaman itu biasanya baru bisa dihasilkan motor berkapasitas di atas 500 cc! Dengan tenaga besar dan bobot motor total tak sampai 200 Kg (198 Kg), motor dengan 4 tingkat percepatan ini bisa mengejutkan para kompetitor lainnya dengan top speed 170 Km/jam, terutama para produsen motor Inggris. Mereka pun menjuluki   motor yang memporak-porandakan industri mereka sebagai Black Bomber! Celakanya bagi industri permotoran Inggris dan Jerman, langkah Honda ini pun diikuti produsen Jepang lainnya, yakni Yamaha, Kawasaki dan Suzuki. Ya itulah awal punahnya pabrikan-pabrikan Inggris dan Jerman.

1966_honda_cb450_black_bomber_6_lgw

Teknologi DOHC berhasil memporak-porandakan industri motor Eropa. Sayangnya, mereka malah sibuk melawan dengan wacana dan isu negatif saja, bukan mengejar ketertinggalan teknoloogi secara lebih serius. Mereka mempertanyakan ketahanan mesin CB 450 edisi pertama ini (K0).  Tidak mungkin mesin bisa tahan lama jika digeber di putaran setinggi itu dan selama itu. Yaaa, itu kan kalau pakai mesin Inggris di masa itu hehehe…Mesin K0 sendiri yang berbasis pada motor Honda yang lebih kecil yakni CB72 dengan kapasitas 250 cc terbukti tangguh, minim vibrasi dan tidak meler. Dan itu semua terbukti seiring waktu. Terlebih lagi CB450 ini dianggap enak dikendarai, rem pun yahud. Dengan rem duplex di depan dan simplex di belakang, motor ini punya kemampuan mengerem sangat baik. Baik bikers yang doyan kepraktisan, motor ini sudah punya elektrik starter lho.. wah manteb deh..

Bagaimana handlingnya? Disini banyak perdebatan, tetapi sekarang sih bisa ditarik kesimpulan: Handlingnya oke, seru, stabil, apalagi bagi mereka yang baru naik motor atau tak banyak pengalaman dengan motor lainnya. Namun, bagi mereka yang sudah pernah mencoba produk-produk Norton terbaru di era itu, Norton dianggap lebih stabil..ya iyalah, makanya Norton Manx begitu legendaris dengan rangka featherbed of rosesnya kan hihihi…

Foto:

http://oodlebike.weebly.com/1967-honda-cb-450-black-bomber-k0—2000.html