Sejak lebih dari 20 tahun, Yamaha XJR 1300 menjadi flagship mesin 4 silinder berpendingin udara pabrikan Yamaha. Tipe mesin ini memang terancam punah sih, tetapi masih tetap legendaris kok dan punya fans tersendiri, yakni mereka yang ingin nostalgia dan menikmati bunyi mesin dan perjalanan, bukan mereka yang ingin bet..bet..bet..terlalu di depan hihiihi.

XJR 1300 cukup beruntung masih dipertahankan Yamaha meskipun Yamaha sudah punya V-MAX maupun MT-series. Yamaha masih ingin ada romantisme masa lalu tersisa di lineupnya. Namun, mau tak mau XJR 1300 pasti akan dibandingkan dengan motor sejenis pabrikan rival. Yang paling besar namanya tentunya Honda CB 1100 yang dengan desainnya berhasil membuat terpana banyak bikers pencinta big bike 80an. Kalau gontok-gontokkan Yamaha susah menang, maklum, CB lebih legendaris dan desainnya timeless…Kalau XJR mengikuti, wah taruh di mana harga diri ne? Untuk itulah Yamaha mendandani XJR 1300 gress dengan gaya Cafe Racer…Jadi diberi sentuhan 70an dengan teknologi modern seperlunya..yup seperlunya. Tak gampang lho meramu ini…Istilah seperlunya itu sensitif.. Tak ada yang mau dibilang kere gara-gara beli sebuah motor kan…

060_T T_Fahrbericht_Yamaha_XJR 1300.jpg.4059484

Jagoan retro Yamaha ini masih mempertahankan ciri khas big bikenya: beraaaaaaaaat.. yup, meskipun sudah diet 9 Kg, bobot motor ini full tank masih 242 Kg! Yup, masih 80an banget ya haha…Untung gayanya lebih modern, jadi pilih jalur desain yang berbeda dengan CB1100. Terlihat sekali di pemilihan warna dan knalpot yang semi modern yang dibuat berlapis cat hitam dof, garpu depan berbalut DLC (Diamond-Like Carbon), serta pegangan lampu, lengan ayun, mesin hitam dof dan suspensi Oehlins membuat big bike ini bukan tampil klassik, tetapi tampil macho.

120_T T_Fahrbericht_Yamaha_XJR 1300.jpg.4059592

Kalau kita menjulukinya motor touring, sepertinya itu kurang tepat. Tampaknya Yamaha lebih memproyeksikannya sebagai motor gentleman! Motor yang gagah buat jalan-jalan yang tak bersifat touring jauh. Ini bisa dilihat dari keputusan Yamaha yang mengurangi kapasitas tanki dari 21 menjadi 14,5 liter saja. Buat ngebut-ngebut juga bakal cepat habis tuh…Ya, ini motor cocok dengan lagunya Sting di akhir 80an: A Gentleman will walk, but never run.”

130_T T_Fahrbericht_Yamaha_XJR 1300.jpg.4059610

Motor ini punya power mesin yang cukup lah buat ngebut-ngebut dikit, top speed juga lumayan, hampir 220 Km/jam, lebih cepat dibanding CB1100 yang dikasih limiter di 180 Km/jam. Dengan mesinnya yang besar, rpm 2500 saja sudah cukup memberi tenaga untuk berakselerasi, benar-benar memanjakan pengendaranya dengan torsi mantebs dan tak perlu rajin-rajin pindah gigi motor dengan 5 tingkat percepatan ini.

040_T T_Fahrbericht_Yamaha_XJR 1300.jpg.4059448

Soal handling yang standar lah, tidak ada keistimewaan. Suspensi depan cukup lembut dan di belakang, nama besar Oehlins dengan kualitas dan performanya tak perlu banyak dipertanyakan, meskipun tak bisa juga dianggap istimewa. Begitu juga soal pengereman, tak ada keistimewaan juga. Beda dengan motor-motor modern yang sudah berABS, bahkan di kapasitas kecil sekalipun, XJR 1300 tetap ogah dengan teknologi ini. Yup, gentlemen kadang memang keras kepala haha…Dengan kekeras kepalaannya dan menjual nilai klassik, motor ini dibanderol murah Bro.. Hanya 10.295 Euro! Lebih mahal motor-motor supersport 600 cc lah…

Gimana Bro, ingin bergaya dengan XJR 1300, tetapi dana cuma 1300 dollar? Coba deh cek Yamaha Scorpio second.. Beli 8 jutaan, modif kaki-kaki lokal, benahi tanki dan jok, cat, pasang oil cooler…ya dapat kan total-total 1300 dollar hihi… Ga kalah ganteng deh dibandingkan Yamaha MT-25, bahkan lebih berkarakter..lebih gentlemen..lebih murah bayar pajak..cocok lah buat kite-kite yang mashikere hihi…

170_T T_Fahrbericht_Yamaha_XJR 1300.jpg.4059682

Sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/yamaha-xjr-1300-im-fahrbericht/646152