20150605_063011Hari gini semua orang bisa minum kopi luwak. Yup, kopi yang dulunya harganya amit-amit ini, kini banyak varian KWnya, jadi semua bisa beli… Yup, semua bisa beli kopi luwak, tetapi tentunya bukan kopi luwak yang otentik yang secangkirnya cukup untuk ganti oli mesin mobil hihi..Yang KW bisa macam-macam, ada yang dihasilkan dari biji kopi yang sudah “diproses” luwak juga, tapi luwak tangkaran. Tentu kualitas dan aromanya beda dengan yang diperoleh dari luwak yang masih berkeliaran di alam. Bahkan, kabarnya ada ilmuan Jerman yang sudah menemukan senyawa kimia yang sama dengan aroma kopi luwak, jadi tinggal beri aroma temuannya, kopi biasa pun bisa beraroma kopi luwak!

Suatu hari saya cukup beruntung untuk mendapatkan kopi luwak otentik. Seorang teman yang punya semboyan: “I only buy the best laaagh” yang juga penggemar kopi membawa kopi ini ke tempat kerja. Apakah yang ini KW??? Wah, yang di foto sih hanya kemasan dalamnya, ada kemasan luarnya yang keren bingits dan kita jadi rebutan kemasannya hihi…. Di dalam kemasan yang terfoto itu, di dalamnya masih ada kemasan plastik lagi yang tebal. Jadi, si kopi yang dijuluki salah satu yang termahal di dunia ini bungkusnya 3 lapis! Jadi, kami berasumsi ini kopi luwak yang otentik…

Nah, saat disedu, ya enaaaaak..baunya semerbak dan ruang kerja kami langsung beraroma lebih nampol dibandingkan Starbucks. Kalau memejamkan mata, rasanya berasa langsung jadi bisnismen eksekutip haha.. Ngebayangin harga secangkirnya yang ratusan ribu, minumnya pun jadi dikit-dikit dan hati-hati… Enak Bro… tapi kalau disuruh beli 250 ribu secangkir, ane dengan tegas say nooooooooooo…. (mashikere-red)

Ya, singkat kata, kopi luwaknya sisa banyak dan ditinggal di ruang kerja kami. Setelah beberapa minggu, akhirnya ane minta izin buat ane bawa pulang, daripada tidak habis… Rasanya bagaimana???? Ya, sama jadi seperti kopi-kopi biasa..Yup, seiring waktu, aroma si kopi luwak melemah.. rasanya juga tak setegas awalnya, ya jadi kaya kopi sachetan lah.. Lebih wangi kopi Kapal Api malah…. Oh ya, salah satu rekan kerja ane yang tajir turunan malah demennya kopi Kapal Api haha…Belinya itu mulu Bro…

Btw, saudara ane yang doyan bepergian pernah membawakan ane oleh-oleh kopi. Yang merasa kopi Kapal Api kurang manteb, silahkan coba nih: Kopi Kapal Tanker hahaha…Barangkali suatu hari nanti ada kopi kapal induk ya..

20140728_094535

Oh ya, dengar-dengar di zaman kolonial dulu, kopi luwak ini justru kopi yang tidak mungkin dikonsumsi para tuan tanah zaman kolonial. Penduduk pribumi masa itu kan tak punya kebun kopi, memungut biji kopi yang jatuh pun bisa berabe jadinya. Nah, kopi yang tak mungkin dilirik para meneer tentunya kopi yang sudah jadi tele alias tokai luwak kan..Nah dipunguitin deh tuh biji kopi yang sudah menyatu dengan faeses luwak itu, kemudian dibersihkan dan ditumbuk.. Begitulah kira-kira mulainya kopi luwak.. lucu ya..benar atau tidaknya, wah ane tak tahu lah hehe…