Hari gini membicarakan keunggulan mesin big bang atau screamer tak seru lagi memang, tidak seperti zamannya GP 500cc. Kenapa begitu? Sebenarnya mudah saja, tak lain karena perkembangan teknologi mekatronik di MotoGP. Karakter mesin dan bagaimana powerband bisa diset-set dengan ECU dan perangkat elektronik pendukung lainnya. Belum lagi adanya traction control, lean angle sensor, launch control, antiwheelie control, sport ABS, wah lengkap deh. Kecanggihan elektronika inilah yang membuat karakter pengapian mesin tak terlalu banyak dipermasalahkan lagi belakangan ini, eh, atau saya yang skip ya??? hehe…maklum sibuk gan…

Setahu saya nih, zaman dulu pas GP500cc tenaga mesinnya terlalu meledak-ledak untuk teknologi suspensi, rangka dan ban di zamannya. Risikonya biasanya highsider…Salah atau kecepetan buka gas, ya terpelanting highsider itu…KAlau kelambatan, ya ketinggalan lawan lah..

Nah, kenapa lama-lama pada milih big bang dibandingkan screamer? Lihat gambar ane yang kata pak Tinosidin pasti bagus ya hehe..

Bigbang jadi favorit karena tenaga yang disalurkan lebih rapat, halus aka tak meledak-ledak yang bisa membuat ban belakang lebih mudah kehilangan traksi. Makanya, big bang lebih mudah dikontrol saat keluar tikungan, pembalap bisa lebih pede buka gas, ban pun lebih awet! Nah, karakter ini ya sekarang diambil oleh traction control… Ya begitu deh setahu saya, dan ini hanya inspirasi tebak-tebakan, tak ada sumbernya, jadi ga usah percaya ya…