Judul yang terdengar terlalu provokatif ya? Langkah Ducati dengan winglet yang tergolong hal yang sangat jarang dilakukan di MotoGP dan diikuti Yamaha bisa dibilang sebuah usaha yang super keras untuk mencapai satu langkah mendekati kesempurnaan motor. Ducati berusaha mengejar Yamaha dan Honda, sedangkan Yamaha berusaha untuk menjaga jarak aman dari Honda.

Modifikasi di bagian fairing demi mendapatkan downforce di front end alias ban depan terlihat agak berlebihan, mengingat teknologi MotoGP dengan mekatroniknya yang sudah canggih. Namun, bukan berarti tidak ada gunanya. Memang ada antiwheelie control yang bisa membuat ban depan tak banyak lepas landas, tetapi sistem elektronik ini tidak memberikan grip lebih di roda depan, hanya mencegahnya terangkat. Ini beda dengan winglet yang memberikan efek tekanan ke bawah di front end motor. Simplenya, anggaplah saat motor menutup gas, kan ban depan tak mungkin terangkat… Tanpa winglet, anggaplah ban depan membawa beban 50% dari berat motor pembalap plus motor. Nah, dengan winglet, bisa jadi beban di ban depan menjadi anggaplah 52-55%. Tipis memang, tetapi jelas membawa perbedaan lho di level balap motor yang catatan waktu sang juara dan pecundang no 1 (baca: juara 2)nya beda 0,00 sekian detik.

20151111_180042

Usaha winglet sebenarnya bukan seberapa. Lihat tuh fairing Yamaha YZR 500 tunggangan rookie asal Amerika Serikat di tahun 2002, John Hopkins. Terlihat kan fairingnya yang benar-benar besar dan dirancang seaerodinamis mungkin bahkan terlihat seperti motor untuk pemecah rekord kecepatan. Yup, winglet hari gini yang secuil tentu tak ada apa-apanya dibandingkan fairing model ini.

Btw, Bro pernah lihat di tahun 2002 motor Yamaha tim Redbull Racing seperti ini? Tidak pernah kan? Saya sih lupa…Namun, saya rasa tidak pernah diturunkan di balap sesungguhnya.

Kalau tak salah, fairing ini dikembangkan saat musim liburan 2002. Pengembangannya pun dirahasiakan. Motor-motor 2 tak topspeednya tertinggal lebih dari 10Km/jam dibanding motor 4 tak prototipe saat itu. Nah, ini langkah tim Redbull untuk mengejar defisit kecepatannya. Sayangnya sih akhirnya tak jadi diturunkan. Jadi, meskipun motor-motor 2 tak dikatakan lebih monster dan lebih fun dikendarai, akhirnya karena regulasi tak sanggup melawan mesin 990cc 4 tak MotoGP kala itu.

Gimana Bro? Mungkin suatu hari nanti bakal ada tim MotoGP juga yang mengambil bentuk fairing yang sudah lumayan ekstrem macam ini ya…