20150207_010003-1Sejak kira-kira setengah tahun lalu saya menggunakan sarung tangan kiper yang saya beli karena diskon dan saya lagi khilaf. Saya gunakan untuk bermotor karena sarung tangan yang biasa saya gunakan hilang satu, entah jatuh di mana. Selain itu, karena saya tidak main sepak bola, jadi supaya tak sia-sia, saya pakai saja sebagai sarung tangan motor harian.

Awalnya tidak enak menggunakan sarung tangan bola karena tapaknya yang relatif kaku dan tidak untuk mencengkram. Namun, seiring waktu, mulai lentur dan lumayan nyaman digunakan. Sayangnya, bukan sebatas lentur saja, tetapi sarung tangan pun mulai mengeletek bagian luarnya. Jahitan yang tak dirancang untuk bentuk telapak tangan yang mencengkram pun turut menjadi korban. Pelan-pelan jahitannya rusak. Ya, secara merek, produk ini tak perlu diragukan. Namun, karena memang bukan untuk naik motor, sarung tangan ala Manuel Neuer ini pun rusak dengan cepat. Nih setelah pemakaian harian selama kurang lebih 6 bulan:

20160119_123606