20160220_181103Sebenarnya ini tidak akan terjadi kalau saya tidak 3 kali ditolak di berbagai tempat tambel ban. Yup, berbekal rasa menyayangkan terjadinya penolakan ini sekaligus penyadaran bahwa buat pengendara Vespa yang bocor ban tidak bisa langsung merasa lega jika melihat tukang tambal ban, saya mencoba kembali melakukan malpraktik yang sudah cukup lama saya tinggalkan.

Ternyata tak sesulit yang saya kira. Tinggal buka tepong kiri, melepaskan mur-mur dengan kunci busi, maka ban serep pun bisa lepas dari dudukannya. Nah, selanjutnya lebih mudah lagi, tinggal buka mur-mur di velg dengan bagian belakang kunci busi Vespa yang ternyata memang dirancang untuk bongkar/ganti ban (maaf, baru tau euy hihihi), maka velg F.A. Italia berbahan alumunium itu pun terpisah 2. Tinggal keluarkan saja ban dalamnya.. Wah, ternyata ada robek kecil…

20160220_181815Dan, setelah saya cuci dan raba bagian dalam ban luarnya, saya bisa menemukan paku kecil ini. Setelah memastikan tak ada benda asing lainnya di dalam bagian ban, baru deh tenang… Apalagi mengetahui bahwa bongkar ban Vespa ternyata malah lebih mudah dan tak perlu keluar banyak tenaga atau berisiko merusak velg. Makanya saya masih bertanya-tanya, kenapa banyak tukang tambal ban yang menolak ya…

Oh ya, karena bannya robek kecil, saya putuskan beli ban dalam baru ring 10 di bengkel yang saya sudah kenal lama dan yakini jual parts Vespa. Alhamdulillah ada, satunya rp. 35 ribu. Tinggal isi angin dan pasang deh nanti… nanti kalau sempat wkwkwk…