20160816_084648

Gaya pendidikan di Jerman dan Indonesia berbeda. Yang menarik antara lain, di Jerman, kelas kadang beralih ke luar ruang kelas, bahkan ke luar sekolah. Contohnya sekitar 2 minggu lalu, kelas bahasa Jerman yang saya ikuti berkunjung ke pengadilan Jerman. Yup, ke pengadilan! Kalau di Indonesia, saya ogah gaaan..ngeri hehe..

Di Jerman, ternyata sidang pengadilan bebas dikunjungi oleh siapapun, jadi sifatnya terbuka. Mungkin di Indonesia juga begitu ya.. Bedanya, pengadilan di Jerman lumayan santai sih menurut saya, tidak ribet. Salah satu yang saya ikuti adalah sidang tentang kekerasan. Korban yang mantan pacar bersaksi menceritakan kekerasan yang dialaminya saat sang mantan pacar ngamuk di muka umum karena si perempuan ini menjemput anak mereka dengan pacar barunya hehe.. Ah, sudahlah..seru pokoknya, tetapi tenang. Dan ada juga pemanggilan saksi dan pengambilan keterangan saksi. Hakim pun menanyakan kepada korban, pelaku dan saksi sambil membandingkannya dengan laporan polisi.

20160816_100151

Oh ya, di lobby, ada jadwal sidang dan di ruang mana sidang akan dilaksanakan. Pengunjung pun bisa membawa jadwal sidang untuk beberapa hari kedepan. Jadi seperti nonton bioskop, ada ruangan, nama terdakwa, dan jenis tindakan pidana yang dilakukan.

Sebelum masuk ruang sidang, tentu ada pemeriksaan! Senjata dan benda-benda terlarang ya jangan dibawa. Pemeriksaan yang dilakukan sudah sama seperti mau naik pesawat. Ya, tidak ribet-ribet amat kok.

20160816_115548Yang paling seru sih sebenarnya buat saya kali ini bukan sidangnya, tetapi parkiran motornya..hehe, maklum, masih agak kampungan. Aneka rupa motor terparkir di depan gedung. Paling banyak yang beredar ternyata Harley Davidson.