20160919_170321.jpg

Hari ini saya ketemu si ganteng Suzuki GSX-R750 model lampu superman hehe..tau kan maksudnya yang mana.. Ya, sejak menang WSBK  tahun 2005 dengan GSX-R1000 K5 bersama Troy Corser, Suzuki tak pernah benar-benar tampil menonjol di level internasional. Di WSBK, WSS dan MotoGP, Suzuki seperti anak bawang saja… Prestasinya tidak buruk, tetapi jauh dari cukup untuk bisa menjadi numero uno! Di motor-motor jalanan, tak ada lagi motor Suzuki yang bisa mendobrak layaknya awal kemunculan Suzuki GSX-R750 dulu atau seperti kemunculan Hyperbike Suzuki Hayabusa.

Saat ini, Hayabusa yang legend mulai terkikis, motor superbike 1000cc modern sudah cukup untuk mengasapi Hayabusa, ZZR1400 pun juga telah mengasapi sang legenda. Dan legenda makin kehilangan giginya saat Kawasaki meluncurkan H2 dan H2R. Meskipun Hayabusa di arena dragbike tetap supersangar, tetapi dalam keadaan standar, doi tak lagi menjadi penguasa tunggal.

Dan, minggu-minggu belakangan muncul pemberitaan dealer-dealer Suzuki tutup.. Hari ini, Suzuki Malaysia tutup pabriknya..Wah, semakin berat deh seandainya Suzuki mau bertahan di Indonesia. Yup, dengan arus informasi super cepat, pastilah ada orang-orang yang mengurungkan niat membeli motor Suzuki.

Memang aneh Suzuki..sanggup buat motor bagus, tetapi seperti tak punya kemampuan membaca selera pasar yang sebenarnya tak sulit-sulit amat. Ibarat tim bola dengan pemain-pemain individual yang bagus, tetapi malah dibangkucadangkan! Yang diturunkan justru pemain-pemain yang berperforma minim dan tak sesuai dengan kebutuhan tim sesungguhnya.

Di tanah air, Suzuki pernah tertinggal dibandingkan kompetitor (RGR yang keok dari Ninja dan NSR), pernah juga kecanggihan tapi sia-sia (FXR 150, tetapi di pasar masih ada Ninja dan NSR yang jelas lebih kencang). Pernah juga juara road race digantikan produk murah meriah demi menahan gempuran produk Cina (Shogun digusur Smash). Mengeluarkan motor matic pun hanya di awalnya saja yang desainnya lumayan kece (Skyline Skydrive dan Skywave), makin ke sini, desainnya makin bikin nangis di pojokan. Ah sudahlah, ngritik memang paling gampang, toh kita tak tau apa yang sebenarnya ada di balik dapur Suzuki. Sayang sekali sebenarnya kalau di Indonesia Suzuki roda dua sampai angkat kaki, meskipun gejala-gejalanya sudah semakin jelas…. inovasi tiada henti yang menjadi slogan Suzuki nampaknya kini telah terhenti. Entahlah, semoga saya yang salah.. Semoga ada kejutan yang tak terendus blogger atau media massa lainnya.. semoga…