img-20160910-wa0016

Salah seorang kolega yang menyesatkan diri ke Tibet mengirimkan saya foto ini. Doi tau, saya senang motor, jadi kalau ada yang terkait dengan motor yang menarik di tempat-tempat yang dikunjunginya, doi mengabadikannya dan menunjukkan kepada saya.

Lihat motor yang ada di sana, selera langsung turun kan.. Motor ala kadarnya, serasa 20 sampai 30 tahun mundur ke belakang. Motor-motor di sana masih berteknologi 80an dengan tampang motor 80an juga. Ya,desain sebangsa Honda GL100 atau GL Pro gitu deh..

Meskipun jadul, motor-motor yang harus bernafas dengan oksigen ekstraterbatas ini benar-benar sesuatu yang memotorisasi, eh memobilisasi penggunanya. Di sini tampak tak ada masalah merek, masalah desain, masalah DOHC VS SOHC, masalah ABS nonABS, masalah cela-mencela antarpengendara motor..ya entahlah, mungkin ada, tapi sepertinya tak ada.. Motor bisa hidup handal saja sudah cukup! Punya motor tak bikin nambah dosa..dosa mengomentari motor lain yang sebenarnya tak pernah dicobanya sendiri, tak pernah dimilikinya , bahkan lihat langsung sendiri pun belum pernah! Bahkan motornya dijual saja belum sudah dikomentari dan dikritik. ..Haha, tapi di situlah serunya… kita pun sebenarnya menyukai ketidakpastian. Kita suka membuat gambaran sesuatu yang tak pasti seakan-akan pasti. Kita suka terlihat pintar di hadapan orang lain..

Kadang kedamaian itu ada dalam serba keterbatasan dan kesederhanaan. Motor itu hanya sesuatu yang bermanfaat buat kita, menggerakkan kita mencapai tempat-tempat dalam jangkauannya, bukan sesuatu yang malah membuat perkataan kita menyakiti orang lain, bukan sesuatu yang digunakan untuk membuat diri terlihat lebih dari yang lain. Ah..ga jelas saya ngomong apa..Saya hanya mau “sadar” dan “menyadarkan” diri sendiri saja…

-Bukan Pujangga-

Iklan