20161008_133847

Kalau boleh saya bilang, motor yang paling jadi primadona di Intermot 2016 adalah CBR 1000 RR terbaru ini. Doi paling makan tempat Bro! RC213V Marc Marquez dan Cal Crutchlow pun diletakkan di depan booth menyambut penonton. Honda RC213V versi jalanan pun letaknya tak jauh dari situ, tetapi tak terlalu dikerumuni dan menjadi pusat perhatian.

Wajar sih Honda menghadiahi anak emasnya ini dengan tempat terbaik, sebab CBR kali ini hadir dalam rangka 25 tahun kelahirannya. Yup, doi mulai berkiprah sejak tahun 1992, seperempat abad yang lalu!

20161008_134846

Tuh lihat sendiri padatnya dan tingginya antusias pengunjung terhadap motor superbike yang terakhir Juara WSBK sudah lama sekali haha..kalau tak salah terakhir Juara bersama James Toseland dengan team Ten Katenya di tahun 2007. Hmmm tampaknya tahun 2017 Honda berambisi berat memperoleh kembali gelar WSBK.

Motor ini jadi motor yang paling susah dijajal duduk karena padatnya antrean. Saya harus menunggu lumayan lama, tetapi serunya sih sambil nguping komentar orang-orang yang memang biasa memakai motor superbike!

20161008_134246

Secara desain, rata-rata suka banget dengan tampilan terbaru CBR 1 liter yang kini tenaganya naik jadi 191,7PS/13000rpm. Ada yang penasaran sama lampu depannya, sama kaya saya, jongkok dan ngerogoh-rogoh hehe… Btw, tenaga 191 PS terdengar biasa saja hari gini, sebab kompetitornya sudah pada mulai menembus 200PS. Namun, turunnya bobot hingga hanya 195 Kg yang bisa sangat diandalkan!

20161008_134221

Secara mekanikal sih, CBR ini hanya berevolusi. Toh revolusi buat apa, dengan spek kemaren saja, CBR masih paling enak buat harian hehe.. Motor balap kok buat harian.. Di ajang Isle of Man, CBR 1000 RR masih merajalela..itu bukti bahwa motor ini memang masih kompetitif dan punya handling plus karakter mesin yang sangat baik. Casey Stoner dalam sebuah wawancara pernah bercerita, setelah memacu CBR 1000 RR (bukan yang baru ini lho) di sebuah sirkuit privat untuk kepentingan iklan, Stoner memuji teknisi Honda yang menyiapkan motornya. Stoner bilang: electronic riding aidnya manteb settingnya.. Nah, para teknisi terbengong-bengong dan bilang: ini motor mane ade electronic riding aid-nya tong…

Yup, CBR motor yang sangat bersahabat di kelas superbike, tak heran Honda makin ke sini makin mementingkan control ketimbang power besar! Nah, kebayang kan kalau motor ini tenaganya naik, bobotnya turun, dan mulai mengejar ketertinggalannya di bidang electronic riding assistance. Ya, kita lihat nanti lah..berat, mengingat kompetitor di atas kertas menang power dan dari segi elektronik sudah unjuk gigi duluan.

20161008_134152

20161008_134145

20161008_134137

Oh ya, kalo dari nguping-nguping, CBR yang gress ini tankinya jadi lebih besar. Ada yang kelihatannya sangat berpengalaman sih tadi mencoba meletakkan posisi kakinya kalau motor dibawa menikung. Doi tampak skeptis dan bilang: kegedean hehehe…Selain itu sih, secara optik semua terpukau…Fairing lebih agresif, mengingatkan pada Ducati Panigale di muka, dan Yamaha R1M dari samping. Bukan bentuknya, tetapi sama-sama makin minimalis demi bobot ringan dan pendinginan, serta menunjukkan otot rangka.

Bagaimana dengan saya??? Haha, saya mah rakyat jelata, bisa nangkring di atasnya saja tadi sudah girang.. Ya, mungkin saya salah satu dari 10 orang Indonesia pertama yang bisa nyemplak di jok CBR 1000 RR 2017 …

Dengan tinggi 170 cm, kaki saya jinjit dikiiit, aman banget lah.. Posisi setang menurut saya tak terlalu menyiksa..ini ukurannya superbike ya! Dibandingkan R1 tahun 2004, ini masih lebih santai. Yang saya ga terima sih ukuran windshieldnya, terlalu keciiiil… Saya coba posisi curi angin, wah sekitar setengah kepala masih nongol, jadi helm benar-benar terkonfrontasi dengan angin di kecepatan tinggi, meskipun ridernya sudah hampir menempelkan dagu di tanki.

20161008_133944

Honda belum mencantumkan harga untuk CBR 1000 RR SP-1 dan SP-2 ini. Tebakan saya sih, harganya di Indonesia pasti di atas 600 juta hehe…