20161008_142647

Salah satu kemajuan media dan independensi media di Jerman bisa kita lihat di salah satu hall tempat media Motorrad buka lapak. Sebenarnya saya lewat sini mau beli kopi, lumayan 4,5 Euro boleh bawa pulang mug Motorrad, tapi antriannya panjang dan saya sudah harus pulang. Namun, kalau ga foto-foto dikit yang satu ini rugi juga. Jadi redaksi Motorrad memang punya rubrik Dauertest (Test daya tahan). Motor-motor relatif baru dengan kilometer tertentu dipantau terus dan dicatat apa saja yang perlu diganti. Nah, kebetulan kali ini ada Ducati Panigale yang sudah tembus 50.000 Km, angka yang sangat tinggi untuk itungan motor yang hidup di Jerman! Maklum, motor paling baru keluyuran di bulan Mei-Oktober saja, setelah itu ngendon di garasi karena suhu yang terlalu dingin. Kalaupun dipakai, motor-motor ini biasanya untuk touring, atau kalau yang hobi balap ya untuk trackday.

20161008_142706

Nah, di sini, semua parts mesin diurai dan dinilai oleh pakarnya, apa saja yang harus diganti. Di 50 ribu kilometer, klep misalnya dikatakan masih bagus. Sedangkan setang piston bagian bawahnya mulai tergerus dan direkomendasikan diganti. Untuk parts lain saya tidak baca karena buru-buru. Namun, kalau dilihat, usia 50.000 Km bagi sebuah motor hi-performance bisa dibilang cukup, meskipun kalau dibandingkan mesin-mesin Jepang, mesin Ducati jelas belum bisa menyaingi durabilitasnya.. Ya tapi di sinilah katanya passionnya, suka sama Ducati, ya terima kematreannya hehe… Sama kaya cewe cantik kan, rewel-rewel dikit, mahal jajannya, tetep aja ada yang mau..

20161008_142819

Saya terkesima sih melihat ukuran pistonnya, selebar piring cangkir haha.. Ya iyalah, 1 piston harus menghasilkan volume mesin hampir 600 cc!

Keterangan tertulis cukup lengkap dengan bagian yang rusak diperbesar. Tak cukup itu, ada seorang ahli yang siap menjawab pertanyaan para pengunjung! Keren ya…

Kalau di Indonesia, saya rasa belum siap untuk hal ini, apalagi media kita masih sangat tergantung pemasukan iklan. Belum lagi akan ada pertanyaan-pertanyaan kritis tentang pemakaian dan perawatannya. Ya, susah juga sih.. Ducati ini kan hanya salah satu contoh saja, tak bisa dikatakan 100% representatif! Namun, mending ada daripada tidak ada sama sekali kan.. Dengan ini, konsumen jadi lebih cerdas dan pabrikan pun sebenarnya terbantu untuk penyempurnaan produk-produk selanjutnya.