Melanjutkan artikel sebelumnya bahwa hal yang baru kita alami membuat penilaian kita sebagai manusia biasa semakin jauh dari kata objektif, kita ulang lagi ya foto cockpit Honda VFR800nya. Oh ya, ini untuk menanggapi Mas Ardiantoyugo dan Mang Kobayogas yang berpendapat bahwa Gixxer 125 dari foto yang ditampilkan rapi.

20161008_133528-1

Ini salah satu dari beberapa motor yang saya pedekate di ajang Intermot 2016 lalu. Setelah pedekate dengan doi, saya pedekate dengan Honda New Fireblade, CB1100 dan RC213V-S. Nah, setelah Bro mengamati baik-baik cockpitnya, coba lihat cockpit Gixxer 125:

20161008_144322-1

Sama-sama keren? Ya, keren..tapi dari pengalaman saya, ketika semua dicat hitam atau gelap, itu biasanya menyembunyikan sesuatu! Makanya saya lebih dekat lagi melihatnya, dan memang Gixxer 125 tidak serapih motor-motor yang saya lihat sebelumnya. Namun, tentu tidak fair sama sekali, jika kita bilang Gixxer 125 tidak rapih, di situ Blog Sesat mengaku salah. Namun, apa yang sebelumnya baru saya lihat, jelas lebih rapih dibandingkan calon kompetitor motor sport 150cc di Indonesia ini. Namun, perlu dicatat, motor-motor yang saya lihat itu harganya bisa 3-4 kali lipat, Fireblade bahkan bisa 6 kali lipat, RCV213-S bahkan bisa 60-70 kali lipatnya! Maklum, 200.000 Euro Bro.. Gixxer 125 saya tebak masih main di bawah 3000-3500 Euro!

gsx125

Itu contoh di mana entah catnya, atau memang material dasarnya tidak halus. Coba cek lagi foto VFR800, tidak ada yang seperti itu kan..

gixxer125

Ini lagi, garisnya ada kesan tidak nyambung dikiiiiit. Terlalu berlebihan sih kalau ini dibilang tidak rapi, tapi ya itu tadi, saya sebelumnya melihat motor-motor yang rapiiiiii…

Oh ya, kalau diingat-ingat, kenapa di rumah Blog Sesat ada 3 unit motor Suzuki, ya memang karena harganya dibandingkan kompetitor paling ekonomis di kelasnya.. Dan itu buat saya sudah seperti tradisi Suzuki! Mau motor yang kualitas bagus ala Jepang dengan harga ekonomis, ya lihat Suzuki! Tentu masih banyak keunggulan lainnya, tetapi begitulah kita sebagai manusia menilai. Kita kadang terlalu fokus pada satu hal, dan kemampuan kita untuk menilai objektif mudah dimanipulasi oleh pengalaman kita sendiri!

Semoga artikel ini tidak disalahgunakan…