130_ps_2016_08_28_suter_mmx_500_1024-jpg-5270791

Bro sekalian pasti sudah kenal dong Suter MMX500. Motor ini bukan motor yang baru saja dikeluarkan, sudah beberapa lama lah diperkenalkan, bahkan sudah diterjunkan di Isle of Man kelas Senior-TT.

Secara spek, bisa dibilang ini komponen-komponen kelas wahid tercangkok di motor V-4 500 cc ini. Siapa yang tidak ngiler dengan mesin macam ini? Di tahun 2002, terakhir mesin 2 tak diterjunkan, powernya ada yang bilang sudah sampai 200PS! Ya, 180-200PS lah. Nah, Suter MMX500 ga mau bikin kecewa, mereka tawarkan tenaga 190 PS! Hari gini memang motor 1000 cc superbike bertenaga lebih dari 190 PS, tetapi bobot Suter hanya 130 Kg saja! Alias 60-70 Kg lebih ringan dibandingkan mesin motor superbike anyar! Ini persis lah dengan spek motor GP500 di akhir kejayaannya.

Valentino Rossi pun pernah melontarkan pendapat yang menurut Blog Sesat agak ngeledek: Lo bukan pembalap tulen kalau lo belom nyemplak motor GP500cc!

Yup, hari gini siapa yang masih geber motor 2 tak 500cc, sudah tak ada toh, tinggal the Doctor doang pembalap aktif MotoGP yang punya pengalaman di atas kuda binal tipe itu setelah Loris Capirossi pensiun!

370_ps_2016_08_28_suter_mmx_500_1024-jpg-5271223

Nah, biar ga diledek Rossi, harusnya pembalap MotoGP angkatan muda beli motor yang hanya dibuat 99 unit ini ya.. Toh secara finansial mereka mampu lah, harganya maih jauh lebih murah dibandingkan RC213V-S Honda yang 200.000 Euro itu kok. Motor ini dibanderol 110.000 Euro, ya lebih dari 5 kalinya BMW S1000RR lah, artinya harga di Indonesia ya pasti tembus 3 milliard. Masih lebih mahal sih sepertinya dibandingkan motor spek WSBK!

Motor ini sudah turun di TT bersama pembalap senior Ian Lougher. Namun, kehebatannya hanya di atas kertas. Motor ini memang kecepatan rata-ratanya di atas 190 Km/jam, tetapi itu hanya cukup untuk posisi 34. Sepertinya sih memang tenaganya tak terlalu dimaksimalkan, sebab saat ditest oleh wartawan Motorrad, doi merasa ini motor lemot dan setting suspensinya ga enak. Rupanya itu masih setting bawaan TT sesuai keinginan pembalap yang rambutnya sudah putih semua itu.

Begitu disetting ulang suspensi dan mesinnya, langsung monster ini mengamuk di Lausitzring!  Yup, setting trek TT pastinya beda lah dengan sirkuit Laustzring yang biasa digunakan untuk lomba WSBK. Setelah diganti setting dengan laptop (kalau zaman dulu kan masih pakai bongkar karburator dan setting spuyer, sekarang tinggal colok dan hanya butuh 20 menit untuk setting injector dan suspensi), si wartawan mengaku mendapatkan sensasi yang tidak pernah didapatkannya di motor 4 tak. 200_ps_2016_08_28_suter_mmx_500_1024-jpg-5270917

Jika sebelumnya saat rpm drop dan mesin serasa mau mati karena “banjir”, kini mesin menjadi super responsif, ngangkat mulu Bro roda depannya haha..Jadi ingat cerita Wayne Rainey tentang gilanya motor GP500. Memang tenaganya tak sedahsyat Motor MotoGP, bahkan tak selevel dengan motor WSBK, tetapi karena tak adanya electronis riding assist membuat semuanya sangat tergantung kepekaan rider dan keliahaiannya membuka gas! Ketika mesin terlalu drop, power pun drop! Kalau terlalu besar, power tiba-tiba berlimpah ruah! Power band yang sempit ini memang tantangannya. Rainey bilang, di sirkuit macam Laguna Seca, porsi rider bisa buka gas pol dengan motor 2 tak 500cc itu hanya 18%!
Saya sih cuma bisa membayangkan saja, sebab motor 2 tak yang akrab saya pakai hanya si Excel Rose. Saat setting karbunya buat ngebut, wah kalau putaran mesinnya kerendahan, motor jadi super lemot karena kelebihan bensin..apalagi Excel Rose belum dipasang reed valve sih..Akhirnya saya minta disetting irit saja agar putaran bawahnya enak dan powerbandnya meluas, meskipun jadi ga jago ngebut hehe..
Oh ya, kalau beli ini motor, jangan tanya irit atau tidak ya.. Untuk trek TT yang 60 Km lebih, MMX500 minta jatah 13 liter hehe.. jadi 13x lebih rakus daripada bebek 125cc injeksi! Namun, tenaganya kan 20x lebih besar hehe.. Daaaan, kalau motor biasa tiap 2500 Km minta oli baru dan service ringan, maka MMX500 tiap 2500 Km harus turun mesin untuk peremajaan komponen! Itu katanya sih terhitung panjang umur lho untuk spek motor balap dengan spek GP500! Repot kan hihihi..udah, Ninja 2 tak saja sudah cukup kencang lah…