Per BMW-Ausstattungsprogramm wird aus der Scrambler ein engagierter Schotterschleuderer.

Mesin jadul tidak selalu berdampak buruk pada penjualan. Di tanah air, Honda dengan Tiger dan Megapro dan kawan-kawannya bisa begitu lama mengandalkan mesin Kaizen, mesin yang dari tahun 74 gitu-gitu aja. Nah, di Jerman, BMW pun bisa dibilang melakukan hal yang sama dengan mesin boxer berpendingin udaranya! Sebenarnya, BMW sudah mau menyuntik mati mesin ini! Mesin baru memang masih boxer, tapi sudah berpendingin cairan alias dengan radiator, tak lagi sebatas mengandalkan sirip-sirip udara dan oil cooler.

Namun, kehadiran BMW R NineT dengan mesin R1200 ternyata laku keras! Ya, tak bisa dibilang juga motor ganteng ini jualan mesin jadul, tapi memang gaya retronya bisa dibilang mudah disukai banyak orang, beda dengan BMW bemesin 4inline 1000 cc yang desainnya aneh-aneh! Dengan penjualan sebanyak 1720 unit, R NineT jadi motor ke-5 terlaris di Jerman! Padahal harganya juga tidak bisa dibilang murah! Hampir setara lah dengan motor-motor superbike Jepang!

Larisnya motor dengan mesin jadul ini membuat BMW berpikir ulang tentunya untuk menyuntik mati mesin ini. Alih-alih suntik mati, BMW ketagihan bikin motor yang dilengkapi dengan mesin ini! Dengan ubah rangka sedikit, ganti kaki-kaki, tanki dan perintilan, BMW mencoba melanjutkan panennya menggunakan BMW R NineT Scrambler! Yang namanya basis motornya sudah jelas, Blog Sesat meramalkan, motor ini pasti laris manis Bro! Dan yakin deh, di Indonesia pasti ada yang beli!

BMW R nineT Scrambler.

Kalau Suzuki Inazuma dibuat model gini boleh juga ya Bro hehe…masa dijadiin Gixxer..hadeuuuuh…..

Sumber:

http://www.motorradonline.de/einzeltest/bmw-r-ninet-scrambler-im-fahrbericht/756402