20161008_114731-1

Sebenarnya ini artikel telat banget, tapi karena saya baru sadar (karena baru lihat di depan mata di Intermot 2016) kalau mesin Moto3 KTM yang sangat dominan di Moto3 berknalpot ganda, maka saya coba cari tahu kenapanya…

Sebagai pengganti kelas 125 cc 2 tak mulai tahun 2012, motor 250 cc 1 silinder 4 tak tentu memiliki banyak kemiripan. Bukan dari soal tenaga saja yang tak terlalu jauh beda, perawakannya pun sama-sama imut. Maklum, keterbatasan tenaga harus dikompensasi dengan bobot yang ringan, tetapi di sisi lain, Dorna mengeluarkan aturan juga yang mengatur bobot minimal, ya supaya harganya tak terlalu mahal! Berat minimal rider plus motor 148 Kg Bro, artinya, motor ya masih bisa di bawah 100 Kg bobot full tanknya. Namun, material ringan pasti mahal kan, dan produsen dibatasi dengan harga motor yang maksimum hanya 12000 Euro, ya masih murah itungannya, sebab masih seharga motor supersport 600cc!

Kembali ke perawakannya. Perawakan mirip bisa dilihat dari dimensi motor dan kelengkapannya. Di depan, sama-sama dikawal dobel cakram depan berukuran imut! Ini seperti sudah standar kalau mau kompetitif di kelas capung. Sejak zaman 125cc sudah begitu. Nyaris tak ada lagi yang mengandalkan sebuah cakram diameter besar di depan. Menurut analisis Blog Sesat, bukannya kalah pakem, tetapi cakram dobel lebih stabil performanya dibandingkan sebuah cakram lebar. Dengan dua cakram, panas lebih cepat dilepas sehingga hingga akhir lomba pun bisa dibilang tak ada penurunan performa rem secara signifikan.

20161008_114644

Nah, yang aneh justru knalpotnya ya. Kita tahu mesin sama-sama 1 silinder, tetapi kok di KTM, mereka pakai 2 knalpot sejak 2013. Kalau 2 tak, jelas ngempos! Mesin 2 tak knalpotnya sangat mempengaruhi performa mesin. Karena itulah, desain knalpot 2 tak harus penuh perhitungan dan tak sebebas 4 tak.

Katanya KTM sih, ini untuk menghemat bobot!

Aneh ya, logikanya di mana 2 knalpot bisa lebih ringan dibandingkan 1!

Namun, ya itu penjelasannya. Akrapovic berhasil mengembangkan knalpot desain ini dan membuatnya lebih ringan. Kalau yang 1 knalpot, di dalamnya sebenarnya ada konstruksi knalpotnya lagi yang membuat 1 knalpot itu berat! Belum lagi diperlukan glaswool juga untuk menjaga desibel tetap tak melebihi batas 115 desibel sesuai aturan penyelenggara. Nah, Akrapovic berhasil menemukan desain 2 knalpot yang ringan, tak butuh glaswool, tetapi tingkat kebisingannya juga rendah dan tak menyalahi aturan. Karena lebih ringan, tak bising, tak butuh glaswool, jadilah desainnya 2 knalpot seperti sekarang, meskipun mesin hanya 1 silinder. Yang nyebelin, saat saya longok ke dalam mesin, eh 2 knalpot itu ngegantung doang, tak ada headernya hehe… mungkin rahasia pabrik ya, jadi dicopot saat dipamerkannya motor Brad Binder, sang Juara Dunia Moto3 tahun ini, di Intermot.