You are currently browsing the monthly archive for November 2016.

Salah satu motrik yang bisa digebet di Jerman adalah produk Emco. Kalau melihat profil perusahaannya sih, mereka eksis di berbagai bidang lainnya dulu sejak 65 tahun lalu. Sejak 2010 mereka punya anak perusahaan yang membuat motrik, yakni emco Elektroroller. Mereka bilangnya skuter listrik karena memang modelnya skuter semua.

Melihat desain mereka yang mirip-mirip perusahaan lain membuat saya berpikir, ini perusahaan Cina. Namun, dari hasil investigasi sembrono, tak ditemukan buktinya. Mereka memang mengakui ada produk mereka yang diproduksi di Cina, di samping negara-negara lain seperti Prancis dan Ceko. Emco Group lumayan besar lah dengan 1200 pegawai di seluruh dunia, dengan sekitar 600 pegawainya sendiri ada di Lingen, Jerman. Sejak 2011 mereka mulai memperkenalkan produk mereka dan saat ini sudah punya 350 dealer!

Memang menjanjikan sih sebenarnya bisnis motrik ini, apalagi mereka menjanjikan efisiensi 100Km hanya butuh 1 Euro! Yup, Untuk menempuh 100Km Bro ga perlu keluar uang lebih dari 15000, itu murah banget di Jerman, bahkan untuk ukuran Indonesia sekalipun!

Namun, yang menggelitik adalah desainnya: Ada yang mirip Vespa klassik campur Lambretta, ada yang mirip Modern Vespa (LX), ada yang mirip Scoopy campur Fino hehe… Karena itu saya sempat berpikir ini motrik Cina!

20161008_112147

20161008_112603

Bagaimana kalau Gesits juga buat model klassik begini ya? Saya rasa punya pasar cukup menjanjikan juga jika dikeluarkan versi retro atau klassiknya.

Akhir bulan lalu saya sempat tersesat ke Düsseldorf. Saat sedang muter-muter menyesatkan diri di sana, saya kentemu suatu lokasi yang bikin gelap mata belanja! Kali ini belanjanya ga tanggung-tanggung, saya sudah sempat memandang dan mempertimbangkan untuk beli Mustang atau Bugatti. Yup, kedua merek ini memang punya kekuatan yang bisa menaikkan adrenalin saat membayangkan sosok dan performanya. Apalagi kini tinggal selangkah lagi untuk memiliki Mustang atau Bugatti. Uang padahal saat itu cukup sih, pas lah buat beli dua-duanya kalau serakah hehe…

Namun, karena saya masih bisa berkepala dingin dan ingin hidup tak berlebihan, saya berhasil meredam kemamuan saya untuk beli Mustang atau Bugatti. Toh saya sendiri masih punya 2 pasang yang cukuplah untuk setahun ke depan hehe… Ini penampakan Bugatti dan Mustangnya:

img-20161105-wa0005-1

Bugatti dengan warna hitam elegan dan desain klassik..mmmmm…

img-20161105-wa0007

Mustang dengan desain casual elegan dan sporty…hihihi….

20161022_111130

Salah satu kegiatan yang bisa dilakukan di akhir pekan adalah jalan-jalan. Salah satu tujuan yang bisa ga keluar duit sama sekali, tetapi seru banget adalah jalan-jalan ke pasar loak. Di Bochum, ada hari Sabtu tertentu diadakan pasar loak. Jaraknya hanya 2 halte dari RUB (Ruhr Universitaet Bochum).

20161022_111153

Beda dengan pasar loak Indonesia yang mayoritas isinya pedagang, pasar loak di Jerman biasanya campuran warga biasa dan pedagang. Jadi biasanya orang bawa mobil dan barang-barang di rumah yang ingin dijualnya. Apa saja bisa ditemukan di sini. Mulai dari yang keren banget, sampai yang zonk banget hehe.. Kadang ketawa geli sih, sampai hal-hal yang sebenarnya sudah seperti sampah masih dijual.. Ya tapi di situ serunya, apa yang buat seseorang sampah, mungkin buat orang lain berguna dan bisa ditebus dengan harga murah.

20161022_111147

Dulu sih saya senang sekali cari-cari barang ke pasar loak.. Ya lagi di Indonesia juga begitu..kadang suka ke Poncol, Senen hehe… Di situ kita bisa merasa beruntung, dan yang namanya cari peruntungan seru kan…daripada main judi, mending main-main ke pasar loak. Kadang ada koleksi motor-motoran atau mobil-mobilan, DVD, CD, perhiasan, kamera, dan souvenir-souvenir keren! Buat bikers, kadang ada jaket, sepatu dan helm! Yup, tapi untung-untungan… Di situ serunya bukan?

Menarik juga sih kalau sampai ada konsep seperti ini di Indonesia. Jadi, yang dagang bukan pedagang saja, tapi benar-benar warga biasa. Mereka bayar juga sih, kalau tak salah 6 atau 7 Euro untuk parkir dan jualan setengah hari. Siapa yang duluan datang, dia bisa pilih tempatnya. Kadang pesertanya anak-anak yang jual mainannya.

Serunya juga, di sini kita bisa ngobrol-ngobrol…

20161022_115059-1

Dan kadang lihat yang aneh-aneh. Misalnya anjing ukuran super besar! Tuh lihat, itu orang Jermannya tingginya 185 cm lebih lho… Anjingnya seperti serigala, saya kira Taylor Lautner lagi jadi serigala hehe…

20161022_1146181

Nah, ini salah satu jualan paling menarik, DRONE! Drone termurah yang pernah saya lihat. Yup, kalau dulu teman saya mendemonstrasikan dronenya yang berharga belasan juta, pedagang asal Pakistan ini menawarkan Drone buatan cina dengan harga 35 Euro saja! Asli, ga sampai 500 ribu sudah dapat drone. Bahkan tambah sedikit, ada yang sudah dilengkapi kamera, meskipun cupu, hanya 1 megapixel.

Kalau mau mainan lebih murah lagi, bahkan helikopter remote control dijual cuma 15 Euro Bro… Hampir saya beli…Cuma, karena nanti tengsin maininnya, saya tak jadi beli hehe….

Motor listrik di Jerman sudah banyak sekali dijual sejak beberapa tahun belakangan ini, bahkan seingat saya sudah dari sebelum tahun 2009, dan tentu beberapa tahun sebelumnya. Varian yang ditawarkan sangat beragam. Dan, kenapa produsen Jepang macam Honda dan Yamaha perlu bersatu, ya tak lain karena para produsen Cina sangat mengincar segmen ini. Pameran motor-motor listrik Tiongkok di Intermot 2016 membuktikan itu, tapi itu nanti dulu saya tunjukkan ya. Sekarang saya mau tunjukkan Simson Schwalbe versi motor listriknya. Kita singkat saja istilah motor listrik dengan motrik.

Motrik ini entah dibuat di mana, saya tidak selidiki lebih jauh. Di Intermot 2016, ini setahu saya pertama kalinya motrik Simson Schwalbe diluncurkan. Simson sendiri dulu produsen motor Jerman Timur yang banyak memproduksi motor-motor 2 tak berkapasitas kecil.

Nah, salah satu motor legendaris mereka adalah Simson Schwalbe! Bentuk motriknya dibuat semirip mungkin dengan Simson Schwalbe alias Simson alap-alap bermesin 2 tak. Di sini terlihat, produsen berusaha memanfaatkan status Simson Schwalbe yang sangat digemari dan banyak fansnya. Dengan desain sama atau super mirip, dan sah-ssah saja, toh masih satu pabrikan, motrik ini tak perlu banyak adaptasi lagi dengan selera pasar!

Dan saya pribadi suka banget dengan motrik ini. Sayang saya tak sempat karena buru-buru waktu itu. Penasaran juga, apakah bodinya benar-benar logam layaknya versi 2 taknya. Kalo ya, wah layak diincar banget, meskipun harganya tidak bisa dibilang murah sih, 5000 Euro Bro, masih lebih mahal dibandingkan Kawasaki Ninja 250 di sini.

Oh ya, gosipnya, partai yang berkecimpung dengan usaha perlindungan lingkungan sedang ingin menggoalkan undang-undang baru tentang lingkungan hidup terkait dengan kendaraan. Kabarnya, die Grünen menghendaki, mulai tahun 2030 tidak ada lagi produksi mobil bermesin bakar. Mobil-mobil tahun 2030 semuanya haris berpenggerak motor listrik! Tak heran. makin banyak produsen yang menggiatkan risetnya di bidang ini.

20161008_122728

Gimana? Keren kan motrik yang setelah 30 tahun lalu stop produksi ini hadir kembali. Perusahan pembuatnya bernama Govecs, produsen skuter asal München yang berkedudukan di Berlin. Motrik ini sendiri diproduksi di Breslau, (entah nama kotanya dalam bahasa Indonesia hehe) Polandia.

Soal top speed, memang hanya 47 Km/jam. Namun, daya jangkaunya sudah lumayan, bisa lebih dari 100 Km Bro… Jika baterai habis, maka butuh waktu 2 jam untuk mengisi hingga dapat 80%. Kalau mau 100% harus tunggu sampai 5 jam.

20161008_122542

Soal daya tahan mesin dan kelistrikan tak perlu dicemaskan. Si produsen kerjasama dengan perusahaan Jerman juga kok. Siapa tak kenal Bosch??? Mas Boy saja kenal hehe…Kalau baterai habis, pemilik tinggal colok ke colokan listrik biasa, sama kok kaya di Indonesia, 220-240V. Jangan kuatir kesulitan, kabel di bawah joknya itu panjangnya 8 meter.

Soal teknologi, tak kalah dengan motor-motor superbike atau supersport teranyar! Ini motor dikasih 5 modi! Jadi kalau CBR punya comfort, sport dan sport+, Schawlbe punya 5 Bro! Padahal powernya kecil hehe..terlalu canggih sih.. itu kompensasi dari teknologi beterai sepertinya, sebab motrik harus cerdas agar tak kehabisan energi di jalan! Bahkan modusnya yang terpelan disebut “crawl” alias merangkak hehe…

20161008_122711

Oh ya, motor yang hanya bisa dipesan di internet ini nantinya juga menjanjikan kemudahan service! Kabarnya, mekaniknya bisa datang ke rumah! Hmmm.. Keren juga ya.. Menurut Blog Sesat, sebenarnya ada 2 keuntungan! Bukan hanya menggiurkan bagi pemilik karena mekanik datang ke rumah yang berarti sangat memudahkan dan tak perlu keluar waktu untuk ke bengkel dan antri di bengkel, tetapi juga menguntungkan bagis produsennya sendiri! Mereka tak perlu keluar biaya untuk operasional bengkel! Ini perlu dipertimbangkan oleh produsen motrik nasional!

20161008_122605

Kita nanti saja masa depannya. Blog Sesat sih optimis ini motor banyak fansnya. Saya aja ngefans hehe… Apakah motor ini sesukses versi 2 taknya yang 1964-1986 diproduksi di negara bagian Thüringen di kota Suhl yang terjual lebih dari 1 juta unit? Kita tunggu 30 tahun lagi ya hehe…Yang minat, mulai 2017 motor ini bisa dimiliki!

Di Intermot 2016 lalu, motor-motor Jepang, Jerman, Inggris,Italia dan Amerika memang masih jadi primadona. Namun, ekspansi motor asal negeri tirai bambu mulai signifikan. Memang mereka tak menarik perhatian media sih, belum! Motor-motornya pun belum bisa menyamai desain dan kualitas pemain lama! Eh…kecuali di motor listrik, ada yang menarik di sini, nanti Blog Sesat bahas terpisah ya..(kali aja ada yang ngikutin hikshiks…)

Kemajuan bisa dilihat di sisi desain. Mereka mulai menunjukkan kemajuan. Memang masih ada yang terkesan jiplak, tetapi tak banyak kok. Ada yang mulai mandiri mengerjakan karyanya sendiri dengan desain sendiri. Sayang sih, tampak masih belum bisa mengimbangi di sektor desain secara sepenuhnya. Jadi, ada bagian yang keren, eh ada bagian yang bikin ilfeel. Bentuknya begitu sih rata-rata… Permainan warna juga demikian, masih kurang elegan. Namun, asli ini sudah jauh lebih maju.

Sya ambil salah satu produsen Cina sebagai contoh. Mereka membuat motor-motor kapasitas kecil yang tampaknya memang mengejar segmen menengah ke bawah. Kalau dijual di Indonesia, ya masih belum ada peluang besar, tetapi coba bayangkan kalau produk ini dilabeli merek Jepang… Hmmm, sudah hampir menyamai India sih desainnya..

Nih contoh motor-motor yang bermerek Kiden, belom pernah dengar kan??? Hihihi…

20161008_122401

20161008_122456

20161008_122325

20161008_122351

20161008_122443

Pasti pada naksir velg dan USDnya kan hehe…

Awalnya ingin banget nonton MotoGP lagi. Karena keterbatasan dana, harus pilih, Sachsenring atau Assen! Setelah mempertimbangkan ini itunya, terutama harga transport dan sebisa mungkin tak perlu menginap, saya memutuskan coba lihat-lihat Assen. Namun, keinginan itu menguap melihat harga tiket yang serem-serem abis… Bisa buat makan 2 bulan Bro!

Suatu ketika, ada iklan internet yang menawarkan tiket MotoGP Assen. Hmmm…tampaknya saya terhipnotis…saya jadi korban kejahatan… dan saya pun terjebak hehe….Akhirnya beli juga Bro…tentu yang versi termurah: Hari Minggu saja dan berdiri! Yup, ga penting juga sih duduk di tribun, yang penting menikmati atmosfer MotoGP saja sudah sangat menyenangkan. Toh duit untuk tiketnya tak jadi 200 Euro lebih, cukup 53 Euro saja plus 5 Euro ongkos kirim tiketnya nanti.

20161115_200029

Nah, itu baru bentuk voucher, paling telat seminggu sebelum GP Assen, tiket akan dikirimkan. Ya, semoga lancar.. kalau ada umur dan kesempatan, mudah-mudahan Blog Sesat bisa memberikan potongan-potongan puzzle dari Assen tanggal 25 Juni 2017 mendatang….Mohon doa restu hihihi…

Ada kabar gembira bagi penggemar BSA yang selama ini hanya bisa mimpi beli BSA. Ya, paling tidak kemungkinan untuk memiliki motor BSA dengan harga lebih murah dan bisa dipakai harian akan ada dalam 2 tahun mendatang! Itupun jika Mahindra berminat memasarkan BSA ke Indonesia. Kalau dilihat dari Royal Enfield yang berani merambah pasar Indonesia dengan status motor India bermerk Inggris, BSA pun tampaknya tak perlu ragu. Terlebih nama BSA lebih legendaris buat bikers Indonesia! (Hasil survey dengan metode Terawang Gaib by Ki Gede Anue).

BSA Gold Star DBD 34.

Kalau benar-benar sampai hadir kembali, dengan model BSA Goldstar misalnya, yang trend banget di tahun 60an hingga akhirnya di awal 70an BSA tersikut performa motor-motor negara matahari terbit, wah sangat menjanjikan. Royal Enfield saja bisa, kenapa BSA tidak bisa??? Kapan lagi Birmingham Small Arms bisa dibeli kredit Bro hehe…

BSA Gold Star DBD 34.

Eh, lupa, Mahindra sih ya yang akan memproduksi motor ini… Eits, jangan salah. Kualitas mereka sudah terbukti dengan beraninya mereka turun di Moto3! Dan kalau Blog Sesat boleh analogikan, dibanding Bajaj dan TVS yang sudah punya nama di Indonesia, Mahindra tampaknya lebih maju! Mereka sudah seperti Kawasaki Bro! Mahindra bukan cuma produsen motor! Mereka juga produksi mobil, traktor, bahkan pesawat terbang!

BSA Gold Star DBD 34.

Gimana? Artinya mereka tidak perlu diragukan kemampuan produksinya! Bahkan dibandingkan pabrikan sekelas BMW sekalipun, Mahindra lebih besar.. maksudnya jumlah pegawainya hehe… BMW sedunia punya 122.500 pegawai, sedangkan Mahindra punya lebih dari 200.000 Bro!

BSA Gold Star DBD 34.

Oh ya, tidak cuma BSA! Mahindra juga sudah membeli merek yang sangat mudah dipasarkan di Indonesia saking terkenalnya, padahal pabrikan asal Ceko! Yup, Jawa pun sudah dibeli Mahindra! Nah, masa orang Jawa ga mau beli motor Jawa hehehe… Namun, entah deh untuk Jawa, sebab kebanyakan motor legendaris Jawa 2 tak. Mahindra tentunya berat kalau memproduksi 2 tak! Apalagi motor Jawa bentuknya klassik banget, terasa kurang cocok, apalagi dengan selera orang Indonesia. Mending beli mie goreng Jawa hehe..

BSA Gold Star DBD 34.

Gimana Bro? Puyeng lihat BSA Goldstar DBD34?

Tenang saja..kalau beli BSA sekarang susahnya kaya kena Demam Berdarah 34x, mudah-mudahan BSAnya Mahindra masih selevel harganya dengan Royal Enfield baru… Jadi, yang mau naik moge klassik makin banyak pilihan! Kita tunggu saja 2 tahun lagi ya hehe..banyak waktu untuk menabung kan..

BSA Gold Star DBD 34.

sumber:

http://www.motorradonline.de/motorraeder/indischer-konzern-kauft-bsa/799938#1-799970

Baiklah, kita lanjutkan kenapa jangan beli CBR 1000 RR anyar. Bagi yang mampu dan tak sabar silahkan beli, yang mampu dan masih bisa bersabar, dengarkan dulu bocoran ini. Ya sebenarnya sudah lama isunya bahwa Honda akan menjual kembali motor superbike bermesin V. Kalau tebakan Blog Sesat tak meleset, nantinya motor ini akan diberi nama RFV 1000 atau VFR 1000, ya akan ke arah situ lah…

Begini bocorannya Bro:

  1. Ketika pemimpin proyek Africa Twin, Tetsuya Kudo, mempresentasikan motor enduro yang lama dinanti ini, doi membocorkan bahwa Honda ingin membangkitkan lagi para legendanya. Nah, dari ucapan itu, tentu terbersit Honda RC30! Bukan cuma legenda, Africa Twin generasi awal pun diperkenalkan tahun 1988, tahun yang sama dengan lahirnya RC30.
  2. Ben Purvis, seorang biker onliner yang punya jaringan kuat dengan kantor paten Jepang membocorkan, Oktober 2015 lalu, Honda mendaftarkan tak kurang dari 5 paten untuk sebuah mesin motorsport berkonstruksi V4. Sebelumnya di tahun 2014, Honda sudah memasukkan paten rangka monocoque alumunium, seperti yang dipakai Ducati Panigale. Jadi, mesin V4 Honda nanti juga menjadi bagian atau mengambil alih peranan rangka alumunium twinspar konvensional seperti yang masih dipakai di RCV. Mesin akan mengikat lengan ayun, buritan dan tentunya komstir. Konstruksi ini membuat motor lebih ringan dan lebih murah biaya produksinya dibandingkan rangka RCV yang masih hand made.

Nah, apakah RC213V-S yang sudah dijual bebas akan mengganggu penjualan RVF/VFR 1000 nantinya? RCV yang 250 unit dipasarkan itu dikabarkan sudah ludes terpesan Bro… Nah, Mantan Boss HRC, Tetsuya Suzuki membocorkan, Honda mempertimbangkan membuat motor yang bisa terbeli oleh pembeli biasa (bukan kita maksudnya hikshiks…). Motor V4 ini nantinya akan mengisi segmen antara Fireblade dan RCV! Kalau RCV saja laku terjual, kenapa yang lebih ekonomis ini tidak??? Apalagi kalau kualitasnya nanti akan setara RC30 di zamannya!

Reduce to the Max: Bei der Ducati Panigale übernimmt der Motor Rahmenfunktion, selbst das Federbein stützt sich an ihm ab.

Apakah akan semudah itu membuat motor superior dengan harga terjangkau? Tentu tidak! Coba, kalau kita lihat data sekarang, mau ditaruh di mana itu motor??? Maksudnya begini Bro, beli motor super mahal itu juga tidak asal beli. RCV memang jelas lebih kencang dan lebih ringan dibandingkan motor standar superbike sekarang, tetapi dengan race kit, tenaganya “hanya” 215PS dan bobot hampir 190 Kg! Kalau bukan MotoGP replica, jangan harap orang mau beli! Apalagi membuat mesin superbike sekarang jadi 220 PS mah banyak banget yang bisa, dan bobot turun hingga sedikit di bawah 190 Kg, tentu tak perlu keluar dana hingga lebih dari 20 ribu Euro misalnya. Motor-motor superbike sekarang kan beratnya sudah pada di bawah 200Kg dan tenaga di sekitar 200PS.

Kalau Honda menjual mesin V4 dengan rasa racing, di pasaran sudah ada Aprilia RSV4! Berat kan tantangannya! Namun, sepertinya Honda tetap maju jalan untuk menciptakan versi pahe RCV! Tenaga diperkirakan sudah masuk 200PS, tetapi belum sebesar RCV plus race-kit. Namun, harganya jauh lebih ekonomis. Dan, kalau ingat-ingat kenapa RC30 melegenda, bukan karena secara teknis paling canggih, tetapi karena motor ini seimbang banget! Tergolong nyaman dan serba efisien! RC30 adalah motor yang bisa dibawa sangat kencang dalam jangka waktu sangat lama! (Hmmm maksudnya nyaman dan rider friendly sepertinya-red) Inilah yang akan dikejar motor V4 Honda nantinya! Eh jadi kepikiran, berarti RC30 jadi legenda karena riding qualitynya yang menakjubkan. Pantas belakangan ini Honda lebih sering mendengung-dengungkan slogan total control! Yup, kalau power besar identik dengan Kawasaki dan Ducati, Honda lebih ingin mengedepankan moto total controlnya! Moto yang sebenarnya biasanya melekat di Yamaha sih hehe…

Hondas Supersportler und V4: Das hat seit der RC30 Tradition. Während die Ahnin sich jedoch an den Langstreckenmaschinen orientierte – daher auch die Einarmschwinge –, müssen heute die MotoGP-Bikes das Vorbild der Nachfolgerin sein. Beim Rahmen könnte Honda neue Wege bestreiten.

http://www.motorradonline.de/motorraeder/honda-rc30-blick-in-die-zukunft/710396

Ya, ini ciyus lo… Jangan beli Honda CBR 1000 RR maksudnya hehe… Saya kerja dari awal hingga sekarang pun, total jumlah pendapatannya belum cukup untuk beli CBR1000RR SP versi tahun ini hikshiks…

Honda RC45 (1994).

Masih ada yang ingat RC 45? Motor dengan nama lain RVF 750 ini dikabarkan bakal punya adik baru! Memang sih ada VTR SP1 dan VTR SP2, tetapi kedua motor itu V2, bukan V4 layaknya mesin legendaris Honda. Ngomong-ngomong soal legendaris, nama RC45 dianggap kurang legenda, maklum, hanya sekali saja jadi juara dunia di tangan John Kocinski, sedangkan pembalap jempolan macam Doug Polen, Carl Foggarty, Aaron Slight dan Collin Edwards terhitung gagal melegenda dengan RC45. Yup, masih kalah dengan Ducati di zamannya. Karena itu RC45 tergusur dengan VTR SP yang 2000 dan 2002 bersama Collin Edwards menjadi juara dunia WSBK.

Nah, karena RC45 kurang legendaris prestasinya, maka disebut-sebut, motor calon legenda yang akan dikeluarkan Honda nantinya adalah penerus motor ini nih:

Honda RC30 (1988).

Yup, RC30! Si legenda WSBK! Prestasi doi di Honda sangat membanggakan, hanya dilampaui oleh NSR dan RCV. Namun, RCV kan harganya luar biasa mahalnya hehe, nah RC30 masih bisa kebeli! Ini juga yang mendasari konsep motor baru Honda nantinya! Doi akan diposisikan antara CBR1000RR dan RC213V-S! Karena itulah, Blog Sesat bilang, jangan beli CBR dulu! Barangkali yang diharapkan lebih superior dengan harga ekonomis dibandingkan RCV yang merupakan motor umum termahal sepanjang sejarah (lebay dikit-red) akan segera terbit. Dan ini bukan tak berdasar, sudah ada gejalanya Bro… Apa itu..sabar ya hehe…

Foto:

http://www.motorradonline.de/motorraeder/nachfolgerin-fuer-die-honda-rc30/713936?skip=5#4-710396

20161008_120135

20161008_120509

20161008_120005

Berhubung tak ada larangan:” Dilarang Gerepe2!”, saya pun sedikit mencabuli, apa yang bisa dicabuli…disentuh, digoyang-goyang, dipelintir-pelintir, ah…….

Korban: M1 Rossi dan RC213V Marquez (tapi yang Marquez fotonya hilang hehe)

tersesat muter-muter

  • 2.463.467 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com