Di Jerman, ada banyak macam balap motor. Ada kelas supersport, ada kelas superbike, ada balap motor klasik dan ada juga balapan one make race, misalnya R6 Cup dan Triumph Street Triple Cup. Mereka juga punya kejurnas yang disebut IDM, nah di sini yang ikut balapan juga pembalap-pembalap negeri tetangga. Namun, yang ikut IDM rata-rata pembalap sudah berumur. Sekarang pertanyaannya, dari manakah Jerman bisa punya pembalap-pembalap kualitas GP? Simak ceritanya nih..ada lho penjenjangannya, dan memang untuk melahirkan pembalap GP yang tajam dan matang secara mental dan teknik, kita butuh kompetisi sejak mereka kecil, dan legal lho ya..tidak suruh bocah-bocah balapan di jalan!

20161008_114532

Nah, tahap pertama ini motor mini yang jadi kuda poni pacunya. Oh ya, tak sembarangan bocah boleh menaiki motor bertenaga 4 PS yang dihasilkan mesin 40cc ini. Anak yang mau ikut kelas ini minimal berumur 6 tahun! Sebelumnya, ya latihan dulu ya di sirkuit-sirkuit atau pekarangan yang cukup luas.

20161008_114420

Seiring bertambahnya usia dan ukuran badan, tentu pocket bike tak lagi memadai. Anak-anak yang berusia 8 tahun bisa naik kelas menggunakan motor berkapasitas 8,4PS yang dihasilkan motor berkapasitas 100cc. Yup, tenaganya kecil memang karena tujuan utamanya bukan mau cari bengkel balap! Tujuan utamanya adalah mencari dan melatih bakat anak-anak berusia 8 tahun ke atas! Jadi, saat bocah-bocah di Indonesia ada yang baru belajar naik sepeda, di Jerman ada yang sudah terarah dan dibekali dengan ilmu balap!

20161008_114411

Sekarang kita di tahap ke-3. Saat anak-anak Indonesia berusia 13 tahun baru coba-coba main motor (dan itu nyolong-nyolong/ memang orang tuanya berani ambil risiko membiarkan anaknya belajar motor di usia dini), Jerman sudah menyediakan kompetisi menggunakan motor yang disponsori KTM. Yup, kalo dulu ada kelas 125cc 2 tak pemula dan 2 tak 125cc untuk advance, kini diganti kelas pemulanya dengan KTM RC390 yang bertenaga 38PS! Nah, Anak-anak yang bahkan mungkin belum puber ini sudah menggeber motor berukuran orang dewasa dengan tenaga setara lah dengan motor 250cc standard tune up di Indonesia. Di sini, kemampuannya tak sebatas jago racing line dan pindah gigi dengan tepat lagi, kemampuan mengenali ban, traksi, manajemen ban dan mesin mulai dipelajari bocah-bocah usia setara SMP kelas 1 atau kelas 2 di Indonesia.

20161008_114542

Nah, kalo memang benar-benar jago, mereka cukup berada 1 tahun di KTM Junior Cup! Dengan usia minimal 14 tahun, seorang pembalap muda sudah mulai bisa turun di kelas Moto 3 Standard/ Moto3 GP yang merupakan bagian dari IDM aka kejurnas balap motornya Jerman. Jangka waktu 2 tahun cukup lah buat mempersiapkan seorang pembalap muda supaya tak tampil memalukan di Moto3 Internasional yang menjadi kelas terkecil di GP motor. Toh yang akan tampil ke kejuaraan dunia tentu yang terbaik dari Moto3  Standard ini. Wajar, sebab untuk ikut kejuaraan dunia, duit harus banyak! Sponsor mana mau membiayai pembalap memble…

 

Iklan