20160909_182534-1

Beberapa bulan lalu, kota Köln mengalami darurat balap liar. Hal ini terjadi setelah dalam sebulan ada beberapa kecelakaan di jalanan dalam kota Köln yang merenggut korban jiwa. Kebanyakan korbannya adalah pengendara sepeda. Memang 3 nyawa untuk ukuran Indonesia sedikit ya, tapi buat orang Jerman ini sangat meresahkan, yup, ketika rasa aman mereka terusik, mereka akan gelisah! Maklum, biasa hidup teratur dan aman. Nah, pelakunya rata-rata anak muda usia 20an! Yah, lagi hobi-hobinya pamer diri di depan cewe-cewe lah, apalagi di jalanan dalam kota. Penyakit lainnya, mereka suka memvideokan aksi kebut-kebutan mereka di jalan dalam kota. Nah, yang model begini-begini sih mudah menangkapnya, dan mereka membuat barang buktinya sendiri hehe… Wah, kalau blogger di Indonesia hidup di Jerman, sudah  kena denda berapa itu, belum lagi SIM dicabut.

20160901_143752

Bukan sebatas pelanggaran batas kecepatan saja Bro, tapi juga kelakuan zigzag, tidak mendahulukan pejalan kaki atau pengendara sepeda di trotoar, tidak menjaga jarak aman, ya arogansi di jalan gitu deh, itu semua bisa ditindak. Tentunya perlu barang bukti kan.. Nah, polisi dalam kendaraan sipil yang bertugas merekam kebandelan ini..dan kalau sudah keterlaluan dan dirasa aman untuk dihentikan, mereka aka menghentikan.

Kalau sudah dihentikan, mobil akan diperiksa. Kalau sudah kena tunning atau tak standar knalpotnya, sebenarnya tidak apa-apa, tapi harus dicatatkan di surat-surat kendaraannya agar legal. Nah, kalau di Indonesia kan belum sebegitunya. Modifikasi dianggap ilegal, tapi penindakannya juga jauh dari kata konsekuen.

Contohnya nih, kalau di Jerman, knalpot boleh diganti, mesin boleh dikorek, tapi tercatat. Nah, begitu modifikasi tak tercatat, atau tak sesuai dengan spek yang dicatatkan, mobil akan disita untuk dinilai oleh lembaga TÜV, apakah mobil itu masih layak untuk dipakai di jalan atau tidak. Kalau sudah begitu, wah mahal Bro…

Soal kebisingan knalpot juga diukur pakai HP. Kalau melebihi ambang, ya pasti di sita! Enaknya, knalpot boleh ganti, selama ambang kebisingannya diperhatikan. Kalau di Indonesia kan undang-undangnya jelas, pelaksanaannya tidak! Walaupun harusnya undang-undang direvisi agar tidak mematikan hobi, kreativitas dan industri. Ya, seperti di Jerman boleh ditiru lah, boleh dimodifikasi, tetapi bersertifikat. Jadi, polisi-polisi oknum juga semakin sempit ruang mainnya.

Achtung: mobil-mobil di foto bukan mobil pelaku!

Iklan