20161008_120118

Di Indonesia, kita rata-rata menyebutnya motor fairing dengan motor batangan atau naked bike atau apalah hehe.. Terlalu luas juga kalau harus disebutkan semua. Bedanya sangat mudah, apalagi semakin ke sini, pabrikan dituntut bekerja efektif dan efisien. Salah satu yang dikorbankan sebenarnya adalah ketajaman sebuah produk, maklum, kan dituntut banyaknya common parts supaya harga sebuah kendaraan bisa lebih ekonomis. Di Indonesia, untuk membuat naked bike gampang, cukup lepas fairing, ganti head lamp, kasih setang konvensional, maka jadilah…

Hal ini memungkinkan karena motor fairing alias motor sportnya tak se-sporty seharusnya. Tidak perlu itu ada ubahan pada mesin, karena tenaga motornya kecil hehe..dikorting lagi, alamat naked bikenya ga dilirik… Posisi foot step pun tak ada penyesuaian, ya itu karena memang motor sportnya tak terlalu track oriented.

Oh ya, bedakan antara power naked bike dengan street fighter ya.. Power naked bike itu motor superbike yang ditelanjangi dan dilengkapi dengan setang tinggi. Ini trend tahun 80an dari balap AMA superbike yang pembalapnya memilih gaya power naked bike! Ketika balap di Eropa mengandalkan fairing dan posisi rider menunduk, di Amerika, wah gayanya begini..Hmmm kalau di Indonesia gaya RX-King lah haahha..setang tinggi tenaga binal!

20161008_113653

Nah, kalau motor yang dijadikan basis adalah sebuah superbike 1000cc, ya sudah tak bisa lagi itu sekedar ganti setang dan lepas fairing saja! Bukan semata karena mengejar biaya murah Bro tenaga mesinnya diturunkan dan posisi duduk diubah, tetapi memang karena alasan keamanan! Motor superbike yang ditelanjangi dan diganti setang tinggi saja hari gini terlalu liar untuk dikendarai! Motor akan cenderung wheelie terus dan feedback plus traksi roda depan sangat buruk! Nah, agar motor bisa dikendarai, maka dengan sengaja tenaga diturunkan, dan posisi pengendara agak digeser ke depan agar roda depan lebih banyak menerima bobot! Inilah alasan utama, tenaga motor-motor macam BMW S1000R (versi nakednya BMW S1000RR), Aprilia V4 1000 Tuono Factory (versi nakednya Aprilia RSV4)dan Yamaha MT-10 (versi nakednya Yamaha R1) dikorting 20%. Yup, rata-rata dari 200PS diturunkan ke kitaran 160-170PS!

20161008_111332

Logikanya, yang telanjang harusnya lebih ringan! Namun, di kelas Superbike sekarang, itu jelas tak berlaku, bisa-bisa tak ada yang beli! Motor-motor berfairingnya jelas lebih ringan! Ini dikejar dari material yang beda!

Sebagai perbandingan R1 dan MT-10. Ini contoh motor yang harganya paling beda jauh dibandingkan BMW dan Aprilia punya. MT-10 ditawarkan seharga nyaris 5500 Euro lebih murah. Apa saja sih bedanya. Kita lihat ya..

Ini sumbernya

Perbedaan Mendasar R1 díbandingkan MT-10

Yamaha YZF-R1 Yamaha MT-10
Motor
tenaga 200 PS @13.500/min 160 PS@11.500/min
torsi 112 Nm @ 11.500/min 111 Nm @ 9000/min
kompresi 13,0:1 12,0:1
klep masuk 33 mm 31 mm
jumlah injektor per silinder 2 1
Volume Airbox 10,5 l 12 l
material setang seher titanium baja
material bak oli dan cover mesin magnesium alumunium
gear belakang  41 mata 43 mata
material knalpot Titan stainless steel
 velocity stack variabel fix
master rem radial konventional
material rangka belakang magnesium baja
tanki di bawah jok konventional
material velg magnesium-alumunium alumunium
sensor kemiringan ada tidak ada
 bobot 199 kg 213 kg
akselerasi 0-100 km/h* 3,3 sek 3,2 sek
akselerasi 0-200 km/h* 7,4 sek 8,7 sek
akselerasi di gigi 3. 30-100 km/h* 4,8 sek 4,1 sek
topspeed 285 km/h 245 km/h
harga 18.496 Euro 12.995 Euro
Iklan