Jok model susun atau model meninggi ke belakang memang keren, bisa dibilang salah satu perubahan desain motor memasuki dekade 80an. Makin ke sini anehnya makin naik, bahkan cenderung berlebihan. Kalau dulu dibuat naik agar boncenger bisa ikut menikmati pemandangan ke depan, kini dibuat naik banyak yang dengan tujuan utama estetika. Ujung-ujungnya, kenyamanan sedikit di korbankan.

Bukan cuma boncengernya yang tak nyaman di perjalanan dan naiknya susahnya amit-amit, ridernya juga kadang risih kalau yang dibonceng ga oke haha..atau kaku, karena gerakan motor jadi makin terganggu keseimbangannya. Ya ini akibat titik berat yang semakin jauh dari titik berat motor.

Kelemahan lainnya adalah: baret! Jok Tiger hitam saya dulu baret karena kena sepatu saya sendiri hikshiks..sedih aja ngelihat jok baret… Saya kurang tinggi mengangkat kaki saat mau naik. Ya, kadang efek celana yang terlalu ketat membuat ayunan kaki tertahan, dan breeet..baret deh.. mungkin masih untung baret, kalo celana bahannya yang robek, baaaah, bisa koyak hasil pencitraan selama ini..

Oh ya, untuk mencegah itu, ada satu tips nih untuk naik motor jok susun atau jok boncenger yang tinggi. Modelnya sebenarnya orang dengan tinggi badan di atas rata-rata, jadi agak terlihat lebay..tapi boleh ditiru dalam keadaan terpaksa. Motor yang dinaiki, si picek nan ganteng, BMW S1000RR:

20160903_201358

Langkah pertama, pastikan motor terstandard dengan kokoh, lalu pegang setang kiri, kaki kiri naik ke footstep kiri.

20160903_201400

Seperti naik tangga, kaki kiri menjadi pijakan, tangan kiri menyeimbangkan dan tangan kanan meraih setang kanan sambil kaki kanan diayunkan ke sisi kanan motor.

20160903_201403

tadaaaa…. risiko baret nyerempet jok belakang bakal jauh diminimalisir..

Btw, ini artikel emang ga penting banget..

Tidak direkomendasikan melakukannya, apalagi di motor yang footstepnya bisa dilipat! Salah-salah footstepnya malah kalah dan meletot, kalau sampai meletot dan melejit, ya rusak deh..belum lagi risiko kita terjatuh akibat footstep yang mendadak melejit karena tak kuat menopang bobot tubuh berlebihan. Saya pernah hampir jatuh karena footstep yang melejit ini.. Kalau footstep yang model pipa melintang, itu jauh lebih kuat.. Tapi model seperti itu adanya di motor yang joknya datar kan haha..

Jadi, lupakan saja apa yang baru dibaca di artikel ini…

Iklan