20160326_220110

Kali ini kita bahas motor bebek yang beredar di tahun 2001, saat bebek masih menjadi motor terlaris, maklum Yamaha Nouvo dan Mio kan baru nongol tahun 2002 dan 2003 kalau tak salah. Ya, meskipun jauh sebelumnya di tahun 1991 sudah ada motor matic lainnya, yakni Vespa Corsa 125, tetapi saat itu jalanan belum terlalu macet hehe… Jadi, bebek-bebek bisa juga berenang di aspal!

Nah, tahun 2001 ini ada 4 motor bebek yang ditampilkan oleh majalah Motoriders edisi November 2001: Yamaha Jupiter, Kawasaki Kaze VR, Honda Astrea Supra X dan Suzuki Shogun 110 R. Dari bentuk dan penamaannya, kita bisa lihat, bahwa saat itu motor bebek ya untuk commuter dalam kota, untuk irit-iritan, beda dengan sekarang yang jualan: sporty, racing dan ke arah sana… Tahun 2001 memang sudah marak road race, tapi road race belum sebesar itu pengaruhnya sehingga produsen harus membuat bebek yang tujuan utamanya untuk dijadikan motor balap. Yup, bebek masih pada kodratnya hehe..

Oke, yang pertama adalah Yamaha Jupiter yang dijual 12.250.000 (itu harga di majalahnya ngaco banget, 0 kelebihan satu haha…). Motor dengan desain paling dinamis dan sporty ini bertenaga 8,3 hp @8000 rpm. Di teks diterangkan, yang diincar anak muda. Kalau tak salah kapasitasnya 110cc ya? Di teks tak tertulis.

Motor bebek ke-2 adalah Kawasaki Kaze VR. Harganya 12.565.000. Lebih mahal dari Yamaha Jupiter. Tenaga pun sama, yakni 8,3 hp @8000 rpm dihasilkan mesin 1 silinder 110cc 4 tak. Desain stripping atraktif, maklum, dikatakan juga, yang diincar anak muda! Motor ini desainnya paling kaku dibandingkan 3 rival Jepang lainnya. Lampu rem desainnya dianggap tak sekeren Kaze R sebelumnya yang membulat dengan lampu sein kecil. namun, desain lampu rem Kaze VR yang menyatukan lampu rem dan sein cukup mewabah saat itu. Banyak pemilik Ninja 150 dan Tiger yang menggunakan lampu rem dan sein Kawasaki Kaze VR.

20160326_220122

Motor ke-3 adalah Suzuki Shogun 110R. Harganya paling ekonomis Bro..12.175.000! Dan pembeli dijamin mendapatkan tenaga terbesar dibandingkan rival-rivalnya: 9,8 hp @ 9000 rpm! Edan, 1,5 hp lebih besar dibandingkan klaim untuk bebek Yamaha dan Kawasaki. Di atas kertas sih, 1,5 hp itu jauh Bro.. Untuk ngejar tenaga segitu, kedua kompetitor harus pakai knalpot racing dan jetting ulang wkwk…

Meskipun tenaganya paling besar, desainnya jadi agak kaku dibandingkan Shogun Kebo! Saat itu Shogun Kebo rajanya road race Bro… Doi terkenal dengan CDI nonlimiternya. Kabarnya, Shogun Kebo larinya lebih ngacir dibandingkan versi baru ini. Tak cuma menang CDI, airbox Shogun Kebo dikatakan lebih besar. Hmmm Entah kenapa Suzuki malah seakan mendowngrade Shogun, jagoan road race saat itu. Bisa jadi untuk menekan harga…Maklum, pascakrisis 1998 masih terasa, motor Cina pun mulai menyerbu dan baru ditangkal Suzuki nantinya dengan Suzuki Smash di tahun 2003.

Bisa jadi pemasangan CDI dengan limiter ini karena Suzuki ingin memberikan jaminan 3 tahun untuk mesin Shogun 110 R. Biasanya sih saat itu mesin cuma dikasih jaminan 2 tahun (Benar tidak Bro?). Shogun 110 R pun memecahkan rekord digeber 24 jam nonstop di Sentul untuk membuktikan ketangguhan mesinnya! Rekord ini dipatahkan, lalu dipatahkan lagi:

https://motorklassikku.wordpress.com/2011/07/07/duel-endurance-tvs-tormax-vs-shogun-axelo-siapa-yang-lebih-tahan-lama-sebuah-studi-pustaka-ditinjau-dari-sudut-pandang-blog-sesat/

Hari gini, saking sibuk dengan image racing, tampaknya tak ada lagi yang berani memecahkan rekord ketahanan ya hehe…

Motor terakhir adalah Honda Astrea Supra X dengan harga 12.369.000, lebih mahal daripada Jupiter dan Kaeze VR, dengan mesin 100cc saja yang paling kecil kapasitasnya dan tenaganya juga paling kecil, hanya 7,2 hp @8000 rpm. AHM mengincar anak muda juga menurut artikel itu. Oh ya, kapasitas kecil Honda menunjukan, memang benar kan, saat itu racing belum menjadi paradigma utama jualan motor bebek.

Yang lucu sih, dan memang masih sesuai dengan keadaan saat itu, kalimat terakhir dalam artikel tentang Supra X yang masih ada nama Astreanya (image irit-red): “Dan inilah keunggulan Honda yang sudah tidak diragukan lagi: nilai jual kembalinya masih sangat tinggi.”

wkwkwk…..

Iklan