20170115_143136

Saya tidak menjanjikan memahami ya, sebatas mengamati traction control MotoGP. Sumbernya masih sama, majalah Motorrad no. 2/2016 terbitan 8 Januari 2016.

Di samping Wheelie control, efek engine brake dan perbandingan antarpembalap, tayangan traction control adalah salah satu tanyangan terpenting untuk dinalisis di MotoGP. Tampilan seperti apa yang saya fotokan dari sumber, kira-kira seperti itulah yang akan muncul di layar laptop. Buat orang awam tentu sangat membingungkan, nah, ini ada sedikit petunjuk untuk tau, itu apa. Cuma tau ya, bukan paham hehe..

No 1 yakni yang di tengah adalah tayangan menyeluruh tentang traction control. (Di tayangan ini, konsentrasinya di satu tikungan sebelum memasuki tikungan terakhir di sirkuit Sachsenring. Jadi itu tikungan setelah straight menurun yang dijuluki waterfall-red).

20170117_110351

No 2 menayangkan wheel spin di dalam keadaan rebah. Warna yang dibedakan menunjukkan, seberapa besar traction control bekerja membatasi power mesin. Bro bisa lihat (mudah-mudahan), traction control aktif dalam keadaan ban mulai merebah, di tayangan terlihat grafik berwarna terang muncul di pertengahan. Paling bergejolak dan mulai bergejolak mulai masuk rebah 40 derajat. Di grafik terlihat, grafik berwarna terus menyertai kemiringan ban (yang digambarkan dengan garis berwarna merah) hingga kemiringan sekitar 56 derajat (saya masih bisa lihat di majalahnya angka kecil yang menunjukkan derajat rebah di poros horizontal grafik no 2).

No 3 menunjukkan terjadinya wheel spin/ drift dibandingkan dengan tingkatan wheel spin yang diprediksikan

No 4 menunjukkan torsi. Di grafik, ada garis warna pink dan garis warna ungu. Yang warna pink menunjukkan torsi maksimal yang bisa diberikan (menurut perhitungan) dan di warna ungu menunjukkan torsi yang tersalurkan di lintasan.

Tambahan saya: Karena garisnya/kurvanya rapat, artinya pembalap bisa dibilang hampir maksimal. Kalau renggang, artinya pembalap masih tidak maksimal mengeluarkan power motornya selepas tikungan itu. Andaikan kurva ungu lebih besar dari kurva pink, itu artinya torsi yang tersalur lebih dari yang iperhitungkan, risikonya: crash karena ban akan spin berlebihan dibandingkan wheel spin yang dikehendaki/diperhitungkan.

No 5 grafik di bawah memanjang itu menunjukkan lap yang telah ditempuh disertai dengan lap time. Kurva merah makin rendah, artinya kecepatannya makin tidak maksimal. Terlihat lap tercepat di paling kiri dengan 1 menit 23.368 detik, sedangkan lap terlama paling kanan (mungkin baru masuk sirkuit) dengan 2 menit 09.764 detik

20170117_110409

No 6 menunjukkan wheel spin di roda belakang dan traksi di roda belakang.

No 7 menunjukkan, seberapa banyak traction control bekerja (mengurangi power-red), jika warnanya sampai merah, artinya traction control dianggap bekerja berlebihan (rider kurang halus/tepat membuka gas-red)

No 8 menunjukkan deteksi tration control secara proporsional/ integral/ differensial (saya tidak paham, tidak ada penjelasan tentang ini, jadi tidak memberikan komentar-red)

No 9 menunjukkan beban di permukaan ban akibat wheel spin: terlalu sedikit berwarna biru, warna hijau artinya oke, warna merah artinya extrem. Posisi ban rebah ditunjukkan oleh poros horizontal. (Kalau kita lihat, saat di ujung rebah, warnanya hijau, artinya memang saat rebah, wheel spin alias driftnya terhitung oke alias aman-red)

No. 10 Sachsenring. Bagian Sachsenring berwarna kuning itulah tempat analisis yang ditampilkan di layar ini.

Semoga semakin memperluas pengetahuan kita Bro…

Iklan