Kiprah Suzuki GSX-150R di Indonesia memang baru dimulai, dan dari pemantauan dengan metode Terawang Gaib, rata-rata puas denngan performanya yang memang terbaik di kelas 150cc yang sudah ada di pasaran saat ini. Catatan top speednya pun sudah mulai mendekati motor 2 tak 150cc zaman dulu , top speed ya, bukan akselerasi.

Wacana GSX-R 250 yang menggunakan mesin identik dengan Inazuma jelas ditolak mentah-mentah oleh mayoritas. Inazuma yang versi street bike/ touring saja susah laku, apalagi kalau memaksakan konsep mini superbike dengan mesin yang sama plus bobot yang sudah hampir setara motor 600cc modern.

Kalau Suzuki di bawah kekuasaan Blog Sesat, tim development Blog Sesat lebih mengincar kelas 250cc single silinder dengan catatan sebagai berikut:

  1. Wujud dan ukuran sama plek dengan GSX-R 150. Bukan mengulangi kesalahan CBR 150 dan 250 yang tampaknya identik lho, tetapi yang dikejar adalah harga seekonomis mungkin dengan bobot seringan mungkin, jadi jangan jadi 250cc yang moge wannabe! Dengan ukuran sekarang pun, GSX-R 150 masih lebih besar dibandingkan Moto3. Ukuran bannya saja 95 di depan dan 115 di belakang! Kelas 150cc sekarang, apalagi R15 nanti, ban belakangnya sudah seukuran CBR400RR!
  2. Dengan kesamaan ini itunya, komponen kedua motor ini akan hampir serupa semuanya kecuali di bagian mesin. Ini belajar dari bertahannya Honda jadul dengan CB dan GL-series yang partsnya bisa saling tukar. Syukur-syukur Cuma beda di blok mesin ke atas saja! Para penggemar oprek mesin pasti jatuh cinta sama yang beginian…
  3. Ini yang menentukan: power maksimum! Jelas harus bisa melewati KTM RC250 dan Ninja 250 RR Mono. Ya, semakin mendekati Moto3 Feeling ya makin baik..meskipun ga bakalan wkwk.. Kebayang Motor 50 PS dengan berat 82 Kg, tak heran Top Speednya bisa 235 Km/jam. Harganya ya juga gila, 3 kali harga motor supersport 600cc. Intinya, power sedikit lebih besar dari KTM RC250 dan sedikit lebih ringan dibandingkan si oranye, harga sedikit lebih ekonomis, itu sudah cukup.

 

Iklan