Waktu berkunjung ke pameran motor di Dortmund, sebenarnya saya tak ada incaran apa-apa, toh sudah tidak ada motor baru yang akan diperkenalkan di ajang ini. Yup, bukan seelit Intermot di Cologne atau EICMA di Milan. Booth pertama yang saya jumpai adalah miliknya Suzuki. Saya sempat berharap bisa ketemu dengan V-Strom 250 sih, apalagi gosipnya bakal dipasarkan di Indonesia. Sayang tidak ada itu motor yang punya daya pikat di atas pesaingnya macam CRF250 Rally ataupun Versys 250.

Dan, yang namanya rejeki kadang lebih indah dari harapan, malah ketemu sama Suzuki VanVan200 yang tidak kepikiran sebelumnya.

20170304_102640 (1)

Saya langsung terpana melihat sosok berukuran sedang ini. Entah, ini motor bisa dibilang jenis apa. Mungkin bisa dibilang dirt bike atau scrambler. Kalau Suzuki mau menjualnya di Indonesia, dijamin bisa menaikkan nama Suzuki! Yup, ini motor hobi! Apalagi harganya di Jerman sih hanya dijual setara GSX-R125. Kebayang kan kalau dijual di Indonesia dijual 30 juta? Ga bakal laku banyak, tetapi bisa dipastikan bakal ada komunitasnya!

20170304_102711

Nah, sekarang lihat joknya. Biasanya selama ini lihat dari samping biasa saja, pas dilihat dari belakang..buseeet, bohay pol! Menjanjikan kenyamanan yang tak kalah dengan motor besar sekelas Honda Goldwing. Saya pun langsung menungganginya..wah, tidak bisa protes joknya tidak nyaman!

20170304_102916

Dengan tinggi 170 cm, kaki saya leluasa menjejak, bisa main kesana kesini. Setang lumayan lebar dan tingginya pas, wah, seru banget deh buat jalan-jalan santai. Dibawa keluar kota dengan jalan kurang mulus pun, VanVan 200 tampaknya siap setia dan tahan banting. Yup, ini kesannya: tahan banting! Ini itunya di motor ini memberikan kesan sederhana dan kokoh.

20170304_102821

Soal kualitas bahan, saya bisa bilang tergolong baik. Soal bodi-bodi dan lampu, wah oke lah. Hanya di wilayah segitiga setang saja yang nampak agak kasar. Meskipun begitu, masih bisa dibilang rapi!

20170304_102910 (1)

Saya senang dengan area cockpitnya yang minimalis berkelas. VanVan 200 tidak dilengkapi dengan tachometer, pertanda memang ini motor buat santai-santai. Maklum, mesinnya hanya mesin 4 tak 1 silinder 200cc . Tenaganya pun minimalis, hanya 14 PS @8000 rpm dengan torsi maksimum 13,5 Nm @6500 rpm.

20170304_102746

Mesin bertenaga kecil berpendingin udara dan oil cooled ini terlihat lumayan ringkas dan materialnya pun lumayan. Tidak muncul kesan ringkih akibat penggunaan besi masakan, entah deh kekuatannya hehe.. Namun, untuk produk global macam ini, Suzuki sepertinya tak akan menomorduakan kualitas mesinnya.

20170304_102738

Mesin bertenaga kecil ini sebenarnya bisa dibilang cukup untuk membawa motor berbobot kosong 128 Kg ini. Kalau sampai dijual di Indonesia, saya jamin bakal banyak parts pendongkrak performanya, maklum, kan statusnya motor hobi.

20170304_102647

Knalpot yang meliuk ke atas membuat doi tampaknya seru diajak menerjang banjir. Ban yang berprofil tebal pun lebih aman dari serangan ranjau paku. Mungkin yang dipertanyakan untuk touring jauh adalah kapasitas tankinya yang hanya 6,5 liter. Namun, tenang, VanVan 200 hanya butuh 2,5 liter untuk menempuh 100 Km. Ya, jadi Jerman biasa menggunakan satuan seperti itu. Kalau di Indonesia, kita menggunakan satuan: 1: 40. Yup, satu liter untuk menempuh 40 Km. Artinya, kalau cuma mau jalan 200 Km saja sih, VanVan200 aman banget… Lagipula, kalau touring, jalan 100 Km-an amannya ya berhenti dulu, isi bensin, ngemil, minum, mesin pun juga istirahat sebentar.

20170304_102727

Gimana Bro? Leh uga kaaaan…

Iklan