Debut Joan Zarco sebagai seorang juara Moto2 2 kali berturut-turut yang memimpin beberapa lap di MotoGP Qatar minggu ini memang memukau. Sayang, semangatnya yang menggebu-gebu belum dihadiahi dengan kemenangan atau podium. Namun, publik Prancis bisa berharap banyak sejak terakhir kali ada juara kelas pararaja masih di zamannya GP500, yakni Regis Laconi. Ya, minimal selepas Randy DePuniet ada pembalap Prancis yang lebih greget lah… Maklum, Sylvain Guintolli gagal mengharumkan Prancis di ajang MotoGP.

20170304_140521

Nah, di Dortmund lalu, saya jumpai stand Kalex yang jualan merchandise, terutama t-shirts dan jaket. Berhubung saya tidak bawa duit banyak, saya tidak niat belanja hehe.. Saya pun langsung mendekat pada daya tarik utama booth Kalex, yakni motor Moto2 yang tahun 2015 dan 2016 mengantarkan pembalap yang terkenal merayakan kemenangannya dengan bersalto flip back, Joan Zarco, menjadi rajanya balapan yang menggunakan mesin Honda CBR600RR yang di tune up ini.

20170304_140436

Maaf, sebenarnya fotonya kurang banyak, soalnya yang jaga booth ibu-ibu berwajah garang hehe.. Saya pun tidak beli apa-apa, jadi fotonya buru-buru dan langsung mengeluarkan jurus andalan keluarga sautome: jurus langkah 1000 alias kaboooor…

20170304_140444

Soal spek, jelas mesin CBR600RR bertenaga sekitar 135 PS @ 15.800 rpm menjadi dapur pacu motor berbobot 138 Kg ini. Wow, manteb ya, cuma setara motor 150cc full fairing beratnya, tapi tenaganya hampir 8-9 kalinya. Oh ya, sesuai aturan, ditambah rider, berat minimal keduanya harus 215 Kg. Dengan bobot dan tenaga seperti ini, top speednya dikatakan sekitar 290 Km/jam.

20170304_140452

Melihat komponen yang terpasang di motor, jelas kelas numero uno, ya, minimal numero due lah kalau numero unonya MotoGP hehe…Kalex membuat sendiri rangka, lengan ayun dan lain-lainnya. Untuk parts alumunium, diproses dengan mesin CNC. Fairing dan bodi dibuat dari carbon aramid composite. Buritannya bahkan tak perlu dibuatkan rangka..yah, namanya juga materialnya kuat. Rangka alumuniumnya cukup sampai daerah jok saja.

20170304_140556

Velgnya ukuran 3,75 x 17 di depan dan 6,0 x 17 di buritan dibalut dengan ban depan Dunlop ukuran 125/75 – 17 dan di buritan 195/75-17. Velg bermaterial alumunium tempa ini dikawal Brembo monoblock P4-34/38 di depan dan P2-30 di belakang. Untuk suspensi, depan belakang dikawal suspensi ร–hlins yang sudah seperti tanpa saingan untuk level GP.

Untuk knalpot, bebas pilihan team balapnya apa, selama tak lebih berisik dari 115 dB. Stabilizer setang pun juga bebas sesuai kemauan team.. Sama dengan kemauan anggota team, mau pakai qunut atau tidak, bebas…

20170304_140418

Soal elektronik, tentunya spul dan injektor dari HRC, peranti selip kopling, dan pastinya quickshifter. 2D Datarecording dan 2 D Dash Board turut bersumbangsih di sini.. Hmm standar bawaan Moto2 lah..

Gimana Bro, ada yang mau dibuatkan motor Moto2 juga? Kalex sudah terbukti paling sukses hingga saat ini di Moto2. Mereka juara Moto2 tahun 2011 bersama Stefan Bradl, 2013 bersama Pol Espargaro, 2014 bersama Esteve Rabat, 2015 dan 2016 bersama Joan Zarco. Seingat saya, mereka hanya kalah pertama kali tahun 2010 di tahun pertama Moto2 yang saat itu dijuarai Toni Elias yang menggeber Moriwaki dan di tahun 2012 yang direngkuh Marq Marquez yang menggeber Suter.

Minat? Hubungi +49 8234 6063 317 atau 318. Bisa juga via email, kontakt@kalex-engineering.de

Kunjungi juga http://www.kalex-engineering.de

Kalau mau dapat diskon, bilang saja kenal sama Arie Slight. Niscaya tidak ada karomahnya wkwk…

Iklan