You are currently browsing the monthly archive for Maret 2017.

Senin lalu sebenarnya saya harus ke kota Ludwigshafen. Sudah pesan tiket Flixbus yang tentunya demi mengejar harga ekonomis. Pesan yang jam 6 pagi dan harga dapat 15 Euro. Kalau yang siang sudah 29 Euro. Eh, gara-gara telat meninggalkan rumah, saya ketinggalan U-Bahn, dan berentetlah hingga akhirnya ketinggalan Bus di depan mata hikshiks…

20170313_103414

Akhirnya saya naik kereta saja. Dengan tiket NRW sebagai mahasiswa, bisa dipakai hingga ke Bonn. Nah, berhubung lewat Cologne, sekalian saja mampir sebentar, ya nostalgia lah hehe… Ini foto dari pelataran mesjid, lumayan bisa lihat dulu tempat kursus, yakni Carl Duisberg Centrum. Mampir sebentar untuk sholat duha…mungkin ini hikmahnya ketinggalan Bus hehe..

20170313_103557

Saya pun berjalan terus ke arah Bank tempat dulu buka rekening. Butuh duit Bro..kan harus beli tiket kereta yang mahalnya ga lucu lagi itu… Untung cuaca cerah dan tidak terlalu dingin.

20170313_104457

Pemandangan juga bagus..banyak moge mulai berkeluyuran.. Tapi sebanyak-banyaknya, tidak ada tuh istilah parkiran motor penuh wkwk… Parkirpun bisa dibilang di mana saja yang diizinkan.. super gampang deh..

20170313_134913

Saya pun melanjutkan perjalanan ke Bonn. Hmm, eks ibukota Jerman Barat ini dianggap Yognya-nya Jerman karena dianggap kota pusat pendidikan. Namun, kesannya beda kalau kita cuma di stasiun doang. Banyak yang minta2.. masih pada muda juga..fenomena deh.. Kalau di kota kecil, hampir tidak ada fenomena ini..

20170313_132909

Mulai dari Bonn, saya harus beli tiket kereta ke daerah Oggersheim di Ludwigshafen. Meskipun tinggal 1/3 perjalanan, biaya tiketnya 39 Euro, itupun kelas 2 hehe.. (makanya naik Bus itu saya bilang murah).

20170313_142338

Untungnya sih terbayar dengan pemandangan bagus. Jalur kereta antara Koblenz ke Ludwigshafen menyusuri sungai Rhein alias Rhine memang cukup menghibur.

20170313_182953

Dan sore hari sampai di Oggersheim. Ini tapi saya ambil menjelang magrib. Sebenarnya saya harus ke Mannheim, tetapi karena hotel di sana mahal-mahal (di atas 80 Euro per malam), saya memutuskan menginap di Ludwigshafen. Lumayan, dapat kamar seharga 50 Euro per malam. Sedangkan beli tiket harian yang bisa PP Ludwigshafen-Mannheim dan muter-muter sepuasnya, cukup keluar 6,5 Euro saja.

Kalau nonton pameran motor di Indonesia, ke bengkel atau ke dealer motor, biasanya ada poster-poster moge yang jadi andalan suatu merk tertentu. Nah, waktu di Dortmund lalu, saya juga mengalami hal yang sama, ada posternya atau gambarnya yang berukuran super besar, tetapi produknya malah tidak ada! Yup, jangan dikira di Indonesia saja yang begitu, di Jerman, bahkan di kelas pameran besar pun hal ini terjadi. Ini dia motor yang cuma hadir gambarnya doang itu:

20170304_104357

Yup, Gixxer 125 yang dibuat di planet lain, tepatnya di Tambun, Bekasi, justru hanya hadir gambarnya saja. Saya sempat nguping, ada pengunjung dengan anak laki-lakinya yang bertanya ke salesnya, Gixxer 125nya mana??? Salesnya bilang, Gixxer 125 baru akan hadir bulan Juni atau Juli nanti..

Kasian juga sih kalau ada yang khusus datang, ternyata motor yang ingin dilihatnya secara langsung tidak ada. Cukup aneh juga, apalagi gambarnya besar-besar terpampang di booth Suzuki. Gixxer 1000 ada 2 unit, Gixxer mininya malah nihil… Ya mungkin karena memang diproduksinya di planet lain hehe…

Waktu berkunjung ke pameran motor di Dortmund, sebenarnya saya tak ada incaran apa-apa, toh sudah tidak ada motor baru yang akan diperkenalkan di ajang ini. Yup, bukan seelit Intermot di Cologne atau EICMA di Milan. Booth pertama yang saya jumpai adalah miliknya Suzuki. Saya sempat berharap bisa ketemu dengan V-Strom 250 sih, apalagi gosipnya bakal dipasarkan di Indonesia. Sayang tidak ada itu motor yang punya daya pikat di atas pesaingnya macam CRF250 Rally ataupun Versys 250.

Dan, yang namanya rejeki kadang lebih indah dari harapan, malah ketemu sama Suzuki VanVan200 yang tidak kepikiran sebelumnya.

20170304_102640 (1)

Saya langsung terpana melihat sosok berukuran sedang ini. Entah, ini motor bisa dibilang jenis apa. Mungkin bisa dibilang dirt bike atau scrambler. Kalau Suzuki mau menjualnya di Indonesia, dijamin bisa menaikkan nama Suzuki! Yup, ini motor hobi! Apalagi harganya di Jerman sih hanya dijual setara GSX-R125. Kebayang kan kalau dijual di Indonesia dijual 30 juta? Ga bakal laku banyak, tetapi bisa dipastikan bakal ada komunitasnya!

20170304_102711

Nah, sekarang lihat joknya. Biasanya selama ini lihat dari samping biasa saja, pas dilihat dari belakang..buseeet, bohay pol! Menjanjikan kenyamanan yang tak kalah dengan motor besar sekelas Honda Goldwing. Saya pun langsung menungganginya..wah, tidak bisa protes joknya tidak nyaman!

20170304_102916

Dengan tinggi 170 cm, kaki saya leluasa menjejak, bisa main kesana kesini. Setang lumayan lebar dan tingginya pas, wah, seru banget deh buat jalan-jalan santai. Dibawa keluar kota dengan jalan kurang mulus pun, VanVan 200 tampaknya siap setia dan tahan banting. Yup, ini kesannya: tahan banting! Ini itunya di motor ini memberikan kesan sederhana dan kokoh.

20170304_102821

Soal kualitas bahan, saya bisa bilang tergolong baik. Soal bodi-bodi dan lampu, wah oke lah. Hanya di wilayah segitiga setang saja yang nampak agak kasar. Meskipun begitu, masih bisa dibilang rapi!

20170304_102910 (1)

Saya senang dengan area cockpitnya yang minimalis berkelas. VanVan 200 tidak dilengkapi dengan tachometer, pertanda memang ini motor buat santai-santai. Maklum, mesinnya hanya mesin 4 tak 1 silinder 200cc . Tenaganya pun minimalis, hanya 14 PS @8000 rpm dengan torsi maksimum 13,5 Nm @6500 rpm.

20170304_102746

Mesin bertenaga kecil berpendingin udara dan oil cooled ini terlihat lumayan ringkas dan materialnya pun lumayan. Tidak muncul kesan ringkih akibat penggunaan besi masakan, entah deh kekuatannya hehe.. Namun, untuk produk global macam ini, Suzuki sepertinya tak akan menomorduakan kualitas mesinnya.

20170304_102738

Mesin bertenaga kecil ini sebenarnya bisa dibilang cukup untuk membawa motor berbobot kosong 128 Kg ini. Kalau sampai dijual di Indonesia, saya jamin bakal banyak parts pendongkrak performanya, maklum, kan statusnya motor hobi.

20170304_102647

Knalpot yang meliuk ke atas membuat doi tampaknya seru diajak menerjang banjir. Ban yang berprofil tebal pun lebih aman dari serangan ranjau paku. Mungkin yang dipertanyakan untuk touring jauh adalah kapasitas tankinya yang hanya 6,5 liter. Namun, tenang, VanVan 200 hanya butuh 2,5 liter untuk menempuh 100 Km. Ya, jadi Jerman biasa menggunakan satuan seperti itu. Kalau di Indonesia, kita menggunakan satuan: 1: 40. Yup, satu liter untuk menempuh 40 Km. Artinya, kalau cuma mau jalan 200 Km saja sih, VanVan200 aman banget… Lagipula, kalau touring, jalan 100 Km-an amannya ya berhenti dulu, isi bensin, ngemil, minum, mesin pun juga istirahat sebentar.

20170304_102727

Gimana Bro? Leh uga kaaaan…

Dengar nama Sakura, pasti langsung kata terkait yang terlintas di kepala mayoritas orang adalah Jepang. Sama seperti tulip, pasti yang terlintas Belanda. Padahal kedua jenis bunga ini ada di berbagai negara lainnya. Nah, karena sekarang sudah musim semi, bunga-bunga bermunculan dan tunas-tunas di pohon pun juga, ya bisa dibilang musim terindah di negara dengan 4 musim ya musim semi.

20170316_075502

Waktu tersesat di daerah Oggersheim di kota Ludwigshafen, untuk pertama kalinya saya bertemu sakura di Jerman hehe… Eh, atau ini bukan sakura? Tidak bisa dibilang banyak sih populasi sakura di Jerman, tapi setelah saya ngeh bahwa sakura juga ada di Jerman, pelan-pelan bisa dikenali juga. Ada yang warna putih juga lho.. dan lucunya, ternyata di depan tempat tinggal saya juga ada. Bahkan di kampus pun ada. Ini dia:

20170320_131451-1

Kalau di Indonesia, mungkin orang-orang langsung pada selfie hehe… sedangkan mahasiswa di sini berlalu biasa saja.. Ya begitulah, rumput tetangga lebih hijau kan.. Alhamdulillah bisa lihat sakura tanpa harus ke Jepang..ya di Indonesia juga ada sih di daerah puncak.

20170321_165330

Dari awal kelahirannya, R-Series berkapasitas terkecil ini desainnya begitu digemari. Bahkan banyak yang bilang, R 125 adalah yang paling tampan dibandingkan R-Series lainnya.

20170304_124430

Kalau melihat saingannya dulu untuk menggaet kalangan ABG, yakni Aprilia RS125, tidak heran bahwa Yamaha perlu membuatnya seganteng ini. Buat bikers Indonesia pun, doi juga super ganteng dan terpantau ada yang masuk beberapa unit ke Indonesia dengan harga lebih mahal dibandingkan Ninja 250 yang di awal munculnya pun begitu heboh dengan harga 40 jutaan yang untuk standar waktu itu harga yang wow!

20170304_124400

Melihat sosoknya kini, R 125 tetap saja terlihat wow… Meskipun bikers Indonesia sudah tak terlalu menginginkannya lagi seperti saat awalnya dulu.. Maklum, dulu kan di Indonesia hanya ada CBR 150 gen awal dan Vixion hehe..sekarang sih sudah berlimpah ruah motor fairing 150 dan 250cc. Apalagi dengan munculnya R15 generasi ke-3 nanti, bisa dibilang fiturnya sudah selevel R 125, meskipun saya masih berani bilang, R125 masih 1 level di atasnya, cuma kalah sektor mesin lah..

20170304_124259

Motor ini masih tetap dibekali mesin 1 silinder 4 tak, 4 klep OHC berkapasitas 124,7 cc yang menghasilkan 15 PS @ 9000 rpm dan torsi maksimum 12,4 Nm @ 8000 rpm. Lumayan lah buat menggerakkan bodi semoknya yang berbobot 142 Kg.

20170304_124227

Bagaimana rasanya nyemplak motor ini? Saya dengan tinggi 170cm mencoba motor bertinggi jok 818 mm ini. Hmmm kedua kaki masih menapak, meskipun kurang mantap, maklum, ini motor tinggi.  Dan ketika tangan meraih setang, wah, bungkuknya langsung terasa pegal. Saya merasa kurang cocok, meskipun saya senang posisi merunduk balap. Buat saya lumayan extrem posisinya, ga beda dengan 600cc atau 1000cc, tapi tenaganya kan cuma segitu wkwkwk… Jauh lebih nyaman duduk di jok Z900 dan menjangkau setangnya. Buat Bro yang enjoy di atas Gixxer 150 (Tinggi jok 785 mm), wah pasti bakal mikir yang sama kalau naik R 125, nunduknya mulai ganggu hehe..meskipun keren sih, tapi ya terlalu nunduk dengan power mesin hanya segitu. Namun, kalau niatnya memang mau tau riding position motor supersport dan superbike, R 125 dijamin bisa memberikannya!

20170304_124250

Soal handling, hmm saya tidak pernah coba, tapi saya percaya dengan kualitas Yamaha. Dibekali frame ala moge balap, suspensi USD, rem ABS dan ban Michelin, saya rasa itu cukup menjanjikan untuk meminang motor yang dibanderol seharga 5195 Euro ini. Jauh lebih mahal ya dari GSX-R125 yang bermain di 4490 Euro (harga di web Suzuki Jerman), wajar sih kalau melihat kaki-kaki dan bodi Yamaha R 125 ini: USD, velg alumunium lebar, swing arm banana dan ban Michelin, lebih murah malah… R-125 juga unggul di tingkat kerapihan atau kehalusan pengerjaan, silahkan cek foto dashboard dan area setangnya!

20170304_124218

Gimana Bro? Jadi pingin meminang? Menurut saya sih, berburu R 125 second lebih menguntungkan dibandingkan beli motor 250cc baru, punya nilai investasi nantinya di Indonesia.

IMG-20170122-WA0010-1-1

Yang namanya suka pelihara kucing, tentu harus siap menerima risikonya. Salah satu risikonya adalah, binatang berbulu dan berkuku tajam ini hobinya naik motor. Kadang aneh juga sih kalau melihat banyak tempat lain di rumah yang tak kalah hangat dan bisa dibilang “aman” karena tinggi.

Posisi favorit monster mini yang lucu ini biasanya sih jok. Yang nyebelin, kadang dijadikan tempat buat mencakar-cakar! Agak susah mengawasinya dan menyuruhnya turun. Ada aja kecologan! Makanya, jok motor biasanya ditutupi, atau kalau Vespa Excel Rose, joknya saya berdirikan hehe..

Nah, kadang yang lebih ga masuk akal lagi, kucing ini naik ke tanki! Padahal dalam keadaan motor mati dan mesin dingin, tanki itu kan dingin! Contohnya si Bubu yang naik ke atas tanki Thunder 125 adik saya dan tidur… Entah deh itu kucing mikirnya apaan…

IMG-20170228-WA0010-1

Hengkangnya Honda CBR600RR dari kancah WSS karena disuntik mati tentu memberikan angin segar kepada kompetitornya. Meskipun memang sudah tak di masa jayanya, CBR 600RR masih tidak bisa dipandang sebelah mata. Suzuki pun juga memandang tak menguntungkannya jualan motor supersport. Gixxer 600 yang sebenarnya standarnya juga ga bisa dibilang cupu dibandingkan kompetitor, tak dipasarkan lagi oleh Suzuki. Cukup aneh sih, justru yang dipertahankan malah Gixxer 750 yang merupakan warisan zaman WSBK masih diwarnai motor-motor 750cc 4 silinder. Namun, kalau lihat penjualannya, Gixxer 750 memang tidak mengecewakan sama sekali!

20170304_123432

Maaf sebelumnya karena saya tidak bisa menghadirkan banyak foto motor yang membuat Cal Crutchlow juara WSS ini. Doi sangat dikerumuni dan tempatnya agak sempit. Soal sosok, ya standar moge 600cc lah. Mesin masih sama 599cc 4 tak 4 silinder inline dengan 16 klep dan 6 tingkat percepatan, masih cukup banget lah untuk melejitkan motor 190 Kg ini.

20170304_123416

Yang ditawarkan dari sektor mesin memang bisa dibilang nihil..hmm atau ada ya? Maaf malas google. Keunggulan yang ditawarkan tentunya desain aktual R-Seriesnya yang sebenarnya justru tak terlalu agresif seperti seri sebelumnya. Yamaha menjual electronic assistent system di R6 gress ini. R6 dilengkapi dengan traction control dengan 6 tingkat setelan sesuai kebutuhan berkendara. Mungkin setelan teriritnya dinamai fakir mode! Peace ah hehe..Doi sudah dilengkapi QSS untuk memungkinkan oper gigi ke gigi tinggi dengan bukaan gas tetap penuh, ya quickshifter lah…

Di rangka, tak dijelaskan ada yang baru. Hanya rangka bagian buritan saja dirancang baru dengan desain langsing dan dibuat dari magnesium. Selain itu, Yamaha juga melengkapinya dengan tanki alumunium ringan yang bisa menampung 17 liter.

20170304_123408

Spidometer kan katanya masih pakai punya R1 jadul, jadi tachometernya masih analog. Hmm, mungkin tidak sama plek ya, karena rpmnya sampai 18000, jangkauan mesin 600cc. Oh ya, masih kalah sama Gixxer 150 yang spidometernya full digital da sudah keyless, karena R6 anyar ini masih mengandalkan kunci konvensional.

Berapa harga motor ini? 13.995 Euro! Bulatkan ya 14000 Euro! Mahal Bro… Kawasaki Z900 jelas jauh lebih murah.. ya itulah mahalnya teknologi dan ilmu meringankan badan!

Setelah melihat serunya Honda Forza 125, sekarang kita lihat keindahan yang ditawarkan Yamaha X-Max 125, pesaing sekelasnya yang harganya masih lebih murah. X-Max 125 dilego 4695 Euro, sedangkan Forza 125 dibanderol 5090 Euro.

20170304_124545

Secara sosok, menurut saya sih tidak kalah gambot dan mewah dibandingkan Honda Forza 125, ya kalah dikiiiit, selera sih… Keduanya sama-sama menawarkan sosok big matic berkapasitas kecil, hanya 125cc yang dihasilkan mesin 4 tak 1 silinder. X-Max 125 merupakan X-Max dengan kapasitas paling kecil. Yang dipamerkan di Dortmund hanya ada X-Max 125, 300 dan 400. X-Max 250 tampaknya tidak dipasarkan di Jerman.

20170304_124722Dengan mesin 125cc 4 tak OHC dengan 4 klepnya, tenaga X-Max ini cukup besar untuk mesin 125 cc 4 tak, mampu menghasilkan 14,3 PS @9000rpm dengan torsi maksimum 11,94 Nm @ 6750 rpm. Ya, soal power secara klaim tertinggal sedikit dari Forza 125 yang diklaim bertenaga 14,9-15 PS.

20170304_124649

Kalau tampilan dari belakang, saya masih lebih suka X-Max 125, ya semata karena desain lampu remnya yang dobel memanjang itu.. aura big bike dijamin keluar. Ngaku-ngaku 500cc juga orang mah percaya aja.. Kalau ditempel merk BMW harganya jadi dikira 400 jutaan hehe..

20170304_124553-1

Soal dashboard, full digital. Beda dengan Forza yang masih ada yang bisa dilihat kalau motor tidak dikontak, X-Max 125 menawarkan kehampaan di spidometernya saat motor dalam keadaan tidak dikontak. Di bagian ini, saya pilih Forza 125!

20170304_124601

Perbedaan lain juga ada di peletakan rumah kunci di sana-sini pada X-Max 125, ya masih konvensional sih, sedangkan Forza 125 tersentralisir.

20170304_124619Soal pengereman, sama-sama sudah ABS pastinya sebagai syarat layak tembus Euro 4. Soal ban, sama-sama dibekali Michelin! Namun, soal bobot, X-Max 125 sedikit lebih berat, , yakni 173 Kg siap geber.

20170304_124500

Gimana Bro? Tambah puyeng lihatnya???

Mengharap Honda Forza 125 yang dibuat Honda Italia ini bakal dihadirkan AHM atau bahkan dilokalkan tampaknya hanya mimpi! Terutama dalam waktu dekat ini! Kenapa? Ga ada gunanya Bro…karena jualan matic Honda dalam masa panen raya! Berharap PCX dilokalkan saja tidak ada gejala-gejalanya hehe…

Ki Gede Anue yang sudah tobat meramal dengan metode Terawang Gaib kini hanya bisa memprediksikan saja dengan metode Tebakan Gaib…Beliau menyarankan, perbanyak istighfar dan sedekah kalau mau punya big matic hehe..

20170304_105130

Oh ya, sebenarnya setelah saya lihat sendiri sosok Honda Forza 125 ini, motor ini tidak se-wow itu kok. Memang keren, tetapi Suzuki Burgman 200 tidak kalah. Buat mereka yang doyan gaya futuristis, Yamaha X-Max bisa mengobati kebutuhan itu.

20170304_105235

Secara perawakan, Honda Forza 125 jelas tergolong big matic. Meskipun kapasitas sama dengan Yamaha X-Max 125, tenaga yang dihasilkan mesin 125cc 4 tak Honda sebesar 15 PS @ 8750 rpm dengan torsi maksimum 12,5 Nm @ 8250 rpm.

20170304_105223

Motor ini juga dijual lebih mahal dibandingkan X-Max 125 yang dilego 4695 Euro, yakni 5090 Euro. Harga ini menurut saya wajar, sebab memang secara tampilan jagoan Honda ini bisa dibilang lebih mewah sedikit.

20170304_105419

Buat touring, ini motor saya prediksi super nyaman. Duduk di joknya betah, windshieldnya pun tinggi. Windshield ini bisa diubah ke 6 posisi, total ketinggian yang bisa disetel hingga 120 mm! Spidometer pun berukuran besar dan mudah terpantau. Spion pun juga memberikan pandangan luas dengan desain tak kalah dibandingkan motor-motor Superbike asal Italia. Maklum, memang Honda Forza kan motor italiana…

Dengan tinggi 170 cm, kaki saya menapak mantap ke tanah, maklum, tinggi joknya bersahabat, hanya 780mm. Saat kedua kaki naik dalam posisi riding, ruang ke dek cukup luas. Untuk pengendara dengan tinggi 180cm pun saya prediksi masih cukup banget ruangnya.

Kualitas handel pun termasuk oke, dilengkapi juga dengan pass beam, lebih meningkatkan keamanan saat berkendara.

20170304_105254

Soal suspensi, saya bisa bilang nyaman. Kesaksian media lain pun mengatakan begitu… Kokoh dan mantab lah dengan suspensi stereo di buritan.

20170304_105141

Pengereman pun aman dengan cakram depan dan belakang dari Nissin. Dan standar Euro 4 pastinya sudah ABS. Handling mantab ditunjang oleh ukuran velg 15 x 350 berbalut ban ukuran 120/70-15 di depan dan velg ring 14 x 400 berbalut ban ukuran 140/70-14 di belakang… Penting dong grip bagus buat big matic, maklum, bobotnya lumayan bongsor, full tank 159 Kg! Berat sih, tetapi dijamin mantab nih buat touring luar kota. Apalagi kalau tau kapasitas bensinnya yang hingga 11,5 liter. Konsumsi bensinnya sendiri bisa dibilang efisien, untuk menempuh 100 Km hanya butuh 2,3 liter bensin. Kalau memang dipakai irit-iritan, artinya big matic Honda bermesin mini ini sanggup menempuh 500Km!

20170304_105202

Untuk isi bensin, buka jok, bisa ditangani semua dari dekat dashboard, praktis deh. Oh ya, Di bawah jok bisa digunakan untuk menyimpan 2 buah helm, maklum, kapasitasnya 48 liter! Tenang, Yamaha X-Max juga menawarkan kelapangan bagasi yang sama…

Buat yang perlu charger HP. Forza pun sudah menyediakannya…

20170304_105303

Bagaimana Bro, kepincut dengan motor yang juga berfitur keyless dan lampu LED depan belakang ini?

Sudahlah….Baru kesampean mungkin kalau Honda Beat dan Vario anjlok berbulan-bulan penjualannya hehe…

20170304_124800

Yamaha NMax memang bisa dibilang merajalela di Indonesia, tidak mengherankan, secara konsep dan harga ketemu banget. Ada memang yang lebi keren, tapi harganya jauh lebih mahal. Ada yang keren banget dan bisa dibilang murah, tetapi merknya bukan merk Jepang hehe…

Nah, di ajang Motorräder Dortmund 2017, saya menemukan NMax yang bisa dibilang ga kalah tampang dan tampil beda sendiri. Maklum, yang lainnya mayoritas X-Max. Beda dengan Indonesia yang disajikan X-Max 250, Yamaha di Jerman menjualnya Yamaha X-Max 125, 300 dan 400!

20170304_124738

Bisa dibilang memang Yamaha menyasar 2 kelas yang berbeda dengan X-Max dan NMax. NMax bisa dikatakan big scooter ukuran mini dengan harga yang super ekonomis. NMax 125 di Jerman dijual 3095 Euro saja! Jelas lebih mahal Suzuki GSX-R125 dan Suzuki GSX-S125. Eh, itu produk pabrikan sebelah ya hehe..

Oke, kita bandingkan dengan X-Max 125! Meskipun mesinnya sama-sama 125cc, secara postur beda jauh. Secara harga pun, seperti bukan motor dari pabrikan yang sama. X-Max 125 dijual dengan harga jauh lebih mahal, yakni 4695 Euro! Yup, 1600 Euro lebih mahal dibandingkan NMax 125!

tersesat muter-muter

  • 2.463.470 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com