20160724_120945-1-1

Suatu hari ada satu unit Honda CB125 Twin tersesat ke redaksi Blog Sesat. Sudah lama saya menunggu kesempatan ini, apalagi motor dalam kondisi lumayan prima. Diselahnya saja pakai tangan bisa hidup, sudah ga kalah sama BMW single silinder hehe.. Dan pastinya suara yang dihasilkan mesin twin 4 tak berknalpot free flow ini terdengar gahar. Dibandingkan motor 250cc twin modern yang ada di Indonesia saat ini, suara CB125 Twin jauh lebih menggoda, ibarat moge 4 silinder saja. Kalau saya bandingkan dulu dengan CB750 yang knalpotnya bobokan, bunyinya mirip, hanya suaranya lebih kecil dibandingkan CB750 itu dulu.

20160724_120749

Dibandingkan Honda CB200, Bro tak akan kecewa kalau sebatas soal bunyi..sama lah.. Kalau soal power, bedanya pun kalau sama-sama sehat tidak jauh. Toh tujuan utama naik motor jenis ini memang bukan buat kebut-kebutan. Enaknya, harga CB125 Twin masih lebih murah dibandingkan CB200. Saat ini, dengan uang 30 juta, Bro bisa mendapatkan satu unit CB125 Twin kondisi baik dan bersurat, sedangkan CB 200 ditawarkan di 40 jutaan. Buat saya pribadi, CB 125 Twin punya desain lebih unik, dan dengan cc kecil, suaranya seperti itu, kayanya lebih memukau saja hehe.. Kalau motor kapasitas besar bunyinya gahar kan biasa, nah, kalo kapasitas cuma 125 cc bunyinya begini, sesuatu bingiiits…

CB 125 Twin sendiri sudah hadir sejak 1965 dan versi terakhirnya lahir tahun 1986, mulai dari rem full tromol hingga rem depan sudah cakram, mulai dari top speed hanya 115 Km/jam, hinga 125 Km/jam, mulai power terkecil 12 PS, hingga versi terakhir yang 17 PS, mulai 4 tingkat percepatan, hingga 5 tingkat percepatan.

20160724_121114Saya lupa ini CB tahun berapa. Kalau lihat-lihat Wikipedia Jerman, ini CB kelahiran 1970-1974, karena mulai tahun 1974-1986 rem depannya sudah cakram. CB 125 Twin 1970-1974 disebut CB 125 K dan kemajuannya dari edisi sebelumnya, doi sudah punya 5 tingkat percepatan. Motor ini juga jadi lebih ringan, jadi 121 Kg saja. Bagaimana impresinya naik motor berkapasitas tanki 10 liter ini? Wow, menyenangkan… Selain dimanjakan bunyi ala moge, handling terasa ringan, tetapi motor rasanya stabil dan menjejak, meskipun rasa menjejaknya tidak semengesankan Suzuki GT 185 ataupun GT 250.

Bedanya dengan naik moge, panas mesin sama sekali tak menyiksa di kaki, buat jalan pelan dan macet-macetan pun enak. Rem pun tergolong pakem, lebih pakem dibandingkan Suzuki Smash tromol hehe..apalagi dibandingkan Vespa Excel Rose saya haha… Jadi, meskipun remnya tromol depan belakang, rider tidak perlu khawatir dengan kemampuan remnya.

Soal pesona saat jalan, dijamin wow deh.. Saat malam hari saya bawa dari pinggirin Jakarta ke daerah Panglima Polim melalui jalan Fatmawati, seorang rider NSR 150 SP full ori membuntuti menikmati merdunya suara CB Twin kapasitas terkecil ini. Padahal motor dia juga keren banget haha.. saat doi melewati, saya pun menikmati tampilan motor eksotis itu yang harganya juga ga turun-turun, bahkan naik lagi!

Iklan