Ketika ke ajang motor di Dortmund bulan lalu, ada satu motor di parkiran yang langsung mencuri perhatian saya, maklum, tampil beda dan begitu mudah dikenali: Ini BIMOTA!

20170409_112159

Gimana tampilannya Bro? Keren kan? Memang desainnya yang bebas sudut membuat motor yang diproduksi Bimota dengan menggunakan mesin Yamaha Thunder Ace yang berkapasitas 1002cc dengan 5 tingkat percepatan yang merupakan pendahulunya R1 ini tampil beda. Menurut saya ada kemiripan desain dengan TZM, hanya saja dengan lengkungan-lengkungan eksotis Bimota. Oh ya, tau dong, memang pabrikan asal Rimini, Italia ini hobinya membuat motor yang lebih sempurna dibandingkan versi pabrikan. Mereka cuma comot mesinnya saja, lainnya ada yang menggunakan parts lebih berkelas dan ada yang dibuat sendiri oleh Bimota.

20170409_112218

Secara power, ya bisa dibilang tidak istimewa, maklum, hanya mesin standar 1000cc Yamaha 4 tak 4 silinder dengan 5 klep per silindernya. Tenaganya tak sampai 140 PS.. Itu pun sudah ada perbaikan dari versi standardnya karena Bimota membuat airbox yang lebih besar, memodifikasi karburatornya dan mengganti knalpotnya. Meskipun powernya biasa, bobotnya yang 15 Kg lebih ringan tentu membuat motor yang dijuluki superleggera alias super light ini bisa memberikan akselerasi jauh lebih baik dibandingkan Thunder Ace standar. Bisa lebih ringan karena rangka dan lengan ayunnya dibuat sendiri oleh Bimota dengan bahan full alumunium. Berat kosongnya mencapai 183 Kg lho.. Makanya dibilang handlingnya berasa seringan supersport.

20170409_112249

Soal suspensi, motor yang diproduksi totalnya 650 unit dari tahun 1996-1998 ini dibekali Paioli. Rasanya jelas lebih stabil, tetapi hanya cocok di jalan mulus karena lebih rigid… Ya kan lebih race oriented. Meskipun begitu, posisi duduknya dikatakan lebih nyaman dibandingkan Thunder Ace standar, bahkan tinggi joknya terhitung rendah..hanya 770mm! Entah benar atau tidak..hmm masa iya sih.. mungkin sumber dari Blog Sesat salah hehe..namun, kalau dilihat dengan motor-motor disebelahnya yang bukan bergenre sport, YB11 memang tinggi joknya setara..

20170409_112257

Kalau melongok ke cockpitnya, hanya ada satu hal yang merusak..itu lap disempilin merusak pemandangan wkwkwk…

Oh ya, di triple clampnya bisa terbaca, Bimota YB11 ini bukan YB11 biasa, melainkan YB11 edisi 25th Anniversary Bimota. Bimota ini bisa dibilang spesial..tertera kan di fairingnya: YB11 Edizione speciale.. Yup, hanya ada 50 unit. Dan saya beruntung bisa lihat langsung unit ke-47 ini.

20170409_112148

Oh ya, yang agak tanda tanya buat saya sebenarnya suspensinya. Kenapa tidak menggunakan Öhlins yang punya nama besar. Rem memang sudah Brembo, jadi tidak aneh…nah, ini suspensi depan belakang masih Paioli. Daaaan, belum pakai USD Bro.. padahal tahun segini mah moge-moge balap sudah lumrah pakai garpu USD. Meskipun begitu, suspensi depan belakang Paioli ini sudah full adjustable kok.. Dan buat saya, justru terlihat istimewa… Maklum, diameternya gede aja! Coba lihat foto pertama dan terakhir.. Ketara gendutnya suspensi depan Paioli ini.. Setelah saya baca, diameternya 51 mm! Kalau Byson dengan 41 mm saja terlihat gemuk, nah, ini 51mm! Pantesan, sepintas terlihat seperti USD, padahal masih konvensional.. Oh ya, Paioli dipakai oleh Royald Enfield untuk Continental GT Cafe Racer lho..eh, mungkin karena itu di mata saya gengsinya bagi Paioli jadi agak berkurang ya wkwk… Namun, setelah lihat sendiri Paioli dipakai Bimota, ya artinya Paioli memang punya nama besar juga kan..

Iklan