20170512_091611

Selama 2 pekan tersesat ke Jakarta, saya banyak menggunakan si Suzuki Smash properti Keluarga Sesat. Sedih sebenarnya menjumpainya setelah 8 bulan berpisah, doi tampaknya tidak digunakan dan diletakkan saja di dalam kamar yang berfungsi seperti gudang. Kedua bannya kempes nyaris total, bodinya berdebu tebal dan sangat sulit dihidupkan. Namun, ajaib juga dia bisa hidup, tetapi tidak bisa dipakai karena hanya bisa hidup, tetapi rpmnya langsung drop dan akhirnya mati. Setelah diservis bengkel (saya sibuk Bro, punya waktu hanya 2 pekan untuk berburu literatur dan sebagainya hihihi), Smash pun berfungsi normal.

Nah, saat dipakai agak jauh, muncullah penyakitnya yang saya sudah lupa hehe.. rpmnya saat mesin panas naik. Lumayan tinggi sehingga kalau masuk gigi satu dan berhenti, motor jadi agak nyundul-nyundul mau maju, jadi kurang nyaman saat berhenti, perlu injak rem. Daan, tentu lebih boros bensin dan makan kopling. Kalau diturunkan rpmnya, nanti saat dingin terlalu rendah.

Ya, tu risiko kalau pakai karburator imitasi. Yup, Smash sudah diganti karburatornya tahun lalu karena drat main jetnya dol. Karbu original tidak dijual bengkel saat itu, jadi akhirnya badan karbu imitasi, hanya isinya yang diganti originalnya Smash. Hasilnya ya permasalahan itu…tapi alhamdulillah sih, tarikan oke, menghidupkan pun masih lumayan mudah.. ya lain kali lah dibenahi hehe…Si Smash sudah setia menemani saya menyelesaikan urusan-urusan saya tanpa mogok saja sudah membahagiakan hehe…

Iklan