You are currently browsing the monthly archive for Mei 2017.

20170521_141532-1

Kalau cuaca bagus seperti hari ini, banyak kendaraan hobi yang keluar dari sarangnya. Nah, tadi di lampu merah saya berjumpa sesosok mobil BMW yang bisa dibilang salah satu BMW sport yang paling beken karena pernah tampil di film James Bond, yakni BMW Z3. Z3 sendiri di Jerman sebenarnya mobil biasa banget… Yup, bukan mobil mahal dan populasinya cukup banyak. Z3 sendiri sebenarnya dibuat di USA, doi merupakan penerus BMW Z1 yang pernah kita bahas. Doi dipasarkan tahun 1996-2002 dan digantikan oleh BMW Z4. Z rupanya kepanjangan dari Zukunft alias Future.

Z3 bisa dibilang laris manis seperti kacang goreng. Maklum, desain roadster ini memang wah, apalagi kemunculannya ditopang product placementnya dalam film yang dibintangi Pierce Brosnan itu. Mobil keren ini dikabarkan langsung sold out sebanyak 15000 unit di tahun pertamanya diluncurkan. Bisa selaris itu karena memang doi tidak mahal dan memang bukan supercar. Di awal peluncurannya, doi ditawarkan dengan mesin 4 silinder dengan kapasitas 1800cc, yup, mobil biasa dengan tampilan wah! Meskipun ke depannya hadir juga berbagai varian mesin hingga 6 silinder dengan kapasitas terbesar 3200cc.

Ngobrol-ngobrol dengan teman, mobil 2 pintu cabriolet Eropa apa yang bisa kita beli suatu hari nanti, dengan asumsi harganya wajar dan terjangkau orang biasa, Z3 lah kandidatnya… Ya, meskipun saya ngincarnya Audi TT sih…Ini impian lho ya..dananya masih jauuuuuuuh…

Z3 di Indonesia sendiri sudah ada yang 300 jutaan, bahkan sempat ada yang dijual di bawah itu. Kalau mau tunggu lebih lama lagi dan harganya lebih turun lagi nampaknya sulit. Jangan disamakan dengan BMW 4 pintu yang harganya nungsep! Mobil-mobil Eropa 2 pintu bebas fitur harga nungsep Bro…

Ya, kita lihat nanti, siapa yang akan jadi penerus VW Kodok 1300 dulu hehe… Ya, yang kebayang sih sebenarnya Baby Benz hehe…

Saya termasuk orang yang senang hewan. Jenis hewan yang sejak saya kecil saya pelihara adalah ikan. Waktu masih TK, bahkan ibu saya suka kesal mencari saringan santen… Menghilang karena saya pakai untuk nangkep ikan cere di got wkwkwk… Ya, namanya anak TK kan belum punya uang untuk beli ikan, jadi itu caranya..ya bermula dari pelihara ikan cere di toples, itu saja sudah bikin saya senang. Waktu SD ada peningkatan lah, apalagi sudah bisa nabung dari uang jajan. Berbagai jenis ikan pernah saya pelihara. Yang paling sering saya pelihara adalah ikan koki. Bahkan waktu masih SD-awal SMP saya sudah membuat sendiri kolam untuk koki dan membeli beberapa buku tentang koki dan ikan koi.

Oke, segitu deh cerita masa lalunya, di masa kini sebenarnya saya masih pelihara ikan juga, tetapi ditinggal wkwk..jadi ibu saya yang repot ngurusin..

Salah satu cita-cita nanti adalah punya kolam koi yang diisi koi-koi yang berukuran besar dan warna-warni. Butuh modal besar sih… tapi insyaAllah bisa kesampean nanti. Ikan yang katanya asalnya dari Jepang ini memang punya daya tarik tersendiri. Selain warnanya yang cantik, ikan ini tenang dan lucu kalau sedang diberi makan.. Bahkan tak segan nyamperin yang memberinya makan..

Berikut ini foto-foto koi di kolam salah satu hotel di Bogor, lucu-lucu, senang deh lagi sarapan bisa memandangi ikan-ikan cantik ini:

20170508_073806

20170508_081613

20170508_081615

20170508_081619

20170508_084942

20170519_180300-1

Biarpun Bajaj roda 3 sudah sulit ditemukan di Jakarta..eh, masih ada ga ya??? Meskipun sudah digantikan Kancil, tetap saja orang akan memanggilnya Bajaj… Kendaraan roda 3 bermesin 2 tak ini memang tak tergantikan.. Bukan hanya teknologi monoshock dan pro armnya wkwkwk…Yang pernah naik Bajaj pasti paham sensasi suara dan getarannya..belum lagi sensasi tawar menawar tarif haha…

20170519_180255

Nah, saya kemarin ketemu dengan semacam Bajaj di Bochum. Kenapa saya langsung foto? Haha…yang bawa ngebut Bro… eh pas lihat wujudnya dari dekat, ternyata kecil banget, lebih kecil dibandingkan Bajaj yang ada di Indonesia. Perawakannya bisa dilihat dibandingkan mobil di belakangnya saat berhenti di lampu merah. Dan melihat ke kabinnya, 2 orang Jerman muat di situ, tentu dengan super mpet-mpetan…lucu sih haha..

Selepas lampu merah, langsung digeber lagi… Ajaib dah wkwk….

*lihat beginian aja bikin hepi ga jelas

Ketika ke ajang motor di Dortmund bulan lalu, ada satu motor di parkiran yang langsung mencuri perhatian saya, maklum, tampil beda dan begitu mudah dikenali: Ini BIMOTA!

20170409_112159

Gimana tampilannya Bro? Keren kan? Memang desainnya yang bebas sudut membuat motor yang diproduksi Bimota dengan menggunakan mesin Yamaha Thunder Ace yang berkapasitas 1002cc dengan 5 tingkat percepatan yang merupakan pendahulunya R1 ini tampil beda. Menurut saya ada kemiripan desain dengan TZM, hanya saja dengan lengkungan-lengkungan eksotis Bimota. Oh ya, tau dong, memang pabrikan asal Rimini, Italia ini hobinya membuat motor yang lebih sempurna dibandingkan versi pabrikan. Mereka cuma comot mesinnya saja, lainnya ada yang menggunakan parts lebih berkelas dan ada yang dibuat sendiri oleh Bimota.

20170409_112218

Secara power, ya bisa dibilang tidak istimewa, maklum, hanya mesin standar 1000cc Yamaha 4 tak 4 silinder dengan 5 klep per silindernya. Tenaganya tak sampai 140 PS.. Itu pun sudah ada perbaikan dari versi standardnya karena Bimota membuat airbox yang lebih besar, memodifikasi karburatornya dan mengganti knalpotnya. Meskipun powernya biasa, bobotnya yang 15 Kg lebih ringan tentu membuat motor yang dijuluki superleggera alias super light ini bisa memberikan akselerasi jauh lebih baik dibandingkan Thunder Ace standar. Bisa lebih ringan karena rangka dan lengan ayunnya dibuat sendiri oleh Bimota dengan bahan full alumunium. Berat kosongnya mencapai 183 Kg lho.. Makanya dibilang handlingnya berasa seringan supersport.

20170409_112249

Soal suspensi, motor yang diproduksi totalnya 650 unit dari tahun 1996-1998 ini dibekali Paioli. Rasanya jelas lebih stabil, tetapi hanya cocok di jalan mulus karena lebih rigid… Ya kan lebih race oriented. Meskipun begitu, posisi duduknya dikatakan lebih nyaman dibandingkan Thunder Ace standar, bahkan tinggi joknya terhitung rendah..hanya 770mm! Entah benar atau tidak..hmm masa iya sih.. mungkin sumber dari Blog Sesat salah hehe..namun, kalau dilihat dengan motor-motor disebelahnya yang bukan bergenre sport, YB11 memang tinggi joknya setara..

20170409_112257

Kalau melongok ke cockpitnya, hanya ada satu hal yang merusak..itu lap disempilin merusak pemandangan wkwkwk…

Oh ya, di triple clampnya bisa terbaca, Bimota YB11 ini bukan YB11 biasa, melainkan YB11 edisi 25th Anniversary Bimota. Bimota ini bisa dibilang spesial..tertera kan di fairingnya: YB11 Edizione speciale.. Yup, hanya ada 50 unit. Dan saya beruntung bisa lihat langsung unit ke-47 ini.

20170409_112148

Oh ya, yang agak tanda tanya buat saya sebenarnya suspensinya. Kenapa tidak menggunakan Öhlins yang punya nama besar. Rem memang sudah Brembo, jadi tidak aneh…nah, ini suspensi depan belakang masih Paioli. Daaaan, belum pakai USD Bro.. padahal tahun segini mah moge-moge balap sudah lumrah pakai garpu USD. Meskipun begitu, suspensi depan belakang Paioli ini sudah full adjustable kok.. Dan buat saya, justru terlihat istimewa… Maklum, diameternya gede aja! Coba lihat foto pertama dan terakhir.. Ketara gendutnya suspensi depan Paioli ini.. Setelah saya baca, diameternya 51 mm! Kalau Byson dengan 41 mm saja terlihat gemuk, nah, ini 51mm! Pantesan, sepintas terlihat seperti USD, padahal masih konvensional.. Oh ya, Paioli dipakai oleh Royald Enfield untuk Continental GT Cafe Racer lho..eh, mungkin karena itu di mata saya gengsinya bagi Paioli jadi agak berkurang ya wkwk… Namun, setelah lihat sendiri Paioli dipakai Bimota, ya artinya Paioli memang punya nama besar juga kan..

20170515_082727

20170515_083545

20170515_092330

20170515_092436

20170515_093032

20170515_093204

20170515_093244

20170515_093617

20170515_093643

20170515_093649

20170515_093918

20170515_094031

Rute Düsseldorf-Abu Dhabi dan sebaliknya menggunakan jasa Etihad, penumpang bisa merasakan terbang dengan Boeing 787-9 Dreamliner yang punya desain lumayan unik. Mungkin tidak semudah mengenali Airbus A380, Boeing 747 ataupun MD-11, maupun DC10, 787 mirip-mirip dengan pesawat lainnya untuk mereka yang memang awam pesawat… Ya ibarat orang awam yang bakal bingung membedakan berbagai tipe Harley Davidson, Vespa ataupun motor-motor bebek. Namun, kalau tahu detailnya, pesawat yang bisa membawa 299 penumpang ini terbilang cantik.

20170515_020732

Kekhasan pertama ada pada mesinnya. Kalau Boeing 737 punya bentuk mesin gepeng, maka 787 bulat penuh, sama dengan mayoritas mesin pesawat jet lainnya. Namun, lihat kipas turbinnya, unik kan, melengkung-lengkung. Oh ya, bagian belakang mesinnya juga didesain lengkung-lengkung lancip, seperti ujung sayap burung atau sirip ikan..sayang saya tak dapat gambarnya.

20170515_021202

Soal kabin, ya bisa dibilang canggih dan kokoh. Terbang hampir 7 jam jadi tidak terlalu melelahkan dengan desain jok yang baik dan hiburan yang memadai. Kompartemen pun kokoh, dan pesawat memang berkesan lebih stabil dibandingkan A330nya, lebih tak berguncang. Waktu turbulensi di A330. melihat kompartemen berguncang juga itu bikin deg degan berlebih hehe…di salah satu dari 12 unit Boeing 787-9 milik Etihad ini, lumayan anteng lah..

20170515_092424

Bunyi mesin juga bisa dibilang senyap. Bahkan saat take off dan mengerem saat landing pun tak menimbulkan deru yang memekakkan telinga. Beda dengan generasi pesawat jet zaman saya masih kecil, naik Dreamliner tidak membuat kuping kita budek beberapa waktu setelah penerbangan. Jadi, pesawat yang bisa menjelajah hingga 11,400 Km ini aman di kuping…

Hal yang buat saya terpukau di pesawat ini justru jendelanya..maaf ya norak hehe.. lihat jendela di foto atas yang masih bening.. Nah, kalau dulu jendela ditutup dengan manual, di Dreamliner ditutup dengan memencet tombol saja.. Bukan ada tutup yan naik turun seperti power window ya, tetapi begini nih:

20170429_122457

Jendela jadi seperti menggelap sendiri dengan warna biru. Ada gradasinya juga Bro, bisa dilihat di foto kan. Paling gelap ya kira-kira seperti di foto. Jadi, emang tidak bisa gelap total..ya mirip kaca film di mobil saja, bedanya ini menggelap dan menerang tanpa lapisan gitu.. mungkin hologram wkwk..entahlah..pas coba-coba awalnya saya lumayan takajuik…maklum, ndesoooo wkwkwk..

20170429_104840

Selama 2 minggu lalu saya tersesat ke Jakarta dan sekitarnya. Apalah yang perlu diceritakan dari Jakarta? Tidak ada kan…wkwkwk…

20170514_163632

Dari Düsseldorf ke Abu Dhabi, saya menggunakan Etihad dengan Boeing 787-9nya. Wah, nyaman… Sedangkan dari Abu Dhabi ke Cengkareng menggunakan Airbus A330 dengan livery Blue Moon Rising Manchester City. Kalau diduelkan, 787-9 jelas juaranya.. Mungkin usia pesawatnya juga yang menentukan. Airbus terlihat lebih kuno, lebih berguncang, kompartemen lebih goyang saat turbulensi dan memang perawakan pesawat sudah terlihat termakan usia. Oke, gitu dulu ceritanya hehe… Blog Sesat mudah-mudahan aktif lagi..

tersesat muter-muter

  • 2.481.083 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com