Saya termasuk orang Islam yang telat belajar agama, maksudnya adanya keinginan untuk belajar yang muncul dari dalam diri sendiri. Ya, mungkin bisa dibilang baru ada ketika SMP, tapi ya gitu-gitu aja, dan bisa dibilang terlalu pelan progressnya.

Kepikiran untuk sedikit-sedikit menambah bacaan Al Quran untuk sholat pun mungkin baru muncul benar saat SMA dan kuliah.. Itu pun terlalu pelan progressnya, ya malu sih kalau kebayang nanti dimintai pertanggungjawaban, dikasih waktu dihabiskan untuk apa…

Pelan-pelan pun saya coba menghafal surat-surat pendek (dengan progress seadanya alias sangat lama, bahkan itu pun belum memahami maknanya). Salah satu surat yang saya hafalkan adalah At Takatsur. Entah kapan saya mulai bisa menggunakannya untuk sholat. Percaya atau tidak, saya merasa surat ini membawa manfaat bagi saya, mengubah perasaan saya dan cara saya memandang kemewahan.

Waktu SMP-SMA-kuliah, saya masih merasakan, sukses itu artinya banyak uang. Sukses itu adalah kemampuan untuk membuat orang kagum dengan apa yang bisa kita beli, apa yang kita pakai, apa yang kita kendarai, apa yang terparkir di garasi atau ruang tamu kita, berapa yang ada di rekening kita, di mana kita nongkrong, siapa teman-teman kita.. Yup, harta..harta dan harta…

Hingga tiba masa ketika semua yang saya sebut di paragraf sebelumnya menjadi sesuatu yang tak menyilaukan lagi.. Ya, harta itu penting, tetapi alhamdulillah menjadi sesuatu yang tak segalanya lagi, menjadi sesuatu yang bisa dinomorduakan.. Harta itu bukan kebahagiaan, maksudnya harta yang dipamer-pamerkan.. Bukannya harta yang dikeluarkan di jalan yang diperintahkan Allah..

Mari kita refleksikan, apakah benar bermegah-megahan alias bermewah-mewahan itu membahagiakan??? Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto-foto berikut ini:20170409_130734

20170409_130626

Gimana Bro? Bayangkan ruang tamu Bro isinya ini semua… Ini semua saya temukan di Essen Techno Classica, kalau yang lain jualan mobil dan motor klassik, nah yang ini entah jualan apa, hanya ada barang-barang jet zet ini..mulai jam tangan super mewah, motor-motor collector items italian classics yang legendaris, hewan-hewan eksotis yang diawetkan, dan banyak sekali peti-peti Louis Vuitton yang entah berapa harganya..koper Rimowa aja mahal enel wkwk…

Berapa lama benda-benda di atas yang bisa disebut creme de la creme itu membuat Bro bahagia? Monggo dijawab sendiri…

Alhamdulillah saya sekarang tak lagi ternganga-nganga dengan barang-barang ini.. Mungkinkah khasiatnya membaca At-Takatsur?? Saya rasa ya…. apalagi setelah saya baca artinya…baru saya sadar, kenapa perasaan saya yang dulu begitu menganggap harta sebagai sesuatu yang sangat penting banyak terkikis..

2017-06-07-03-36-29

Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto itu.. Atau di garasi Bro terparkir sebuah Koenigsegg Agera dan sebuah Bugatti Veyron. Nah, kalau suatu pagi Bro bangun sakit kepala luar biasa dan tak berhenti-henti apapun yang diminum dan dilakukan dan ternyata Bro divonis kanker otak yang tidak bisa disembuhkan dengan operasi, masihkah supercar-supercar itu bisa membahagiakanmu?

Yup, kita bisa kerja keras, kadang sikut sana-sini, melalaikan apa yang lebih penting demi mengejar harta. Dan ketika kita mau menikmati hasilnya, ada hal-hal yang bisa membuat apa yang begitu kuat dikejar hilang begitu saja…Sudah banyak contohnya kan??

Iklan