Nonton MotoGP langsung memang bisa dibilang mahal. Keseruan balapan pun sebenarnya bisa lebih disimak di layar televisi. Layar televisi yang berkualitas baik, lebar dan sound mewah menjanjikan kenyamanan dan keseruan lebih dalam menonton MotoGP.

Namun, atmosfir di tepi lintasan dan suara asli MotoGP memang hanya bisa dialami langsung. Buat saya, sebenarnya saya sudah siap-siap merasakan sensasi kuping sakit karena bunyi mesin MotoGP. Sakitnya enak lah hehe… Namun di Assen kali ini, saya tidak mendapatkan sensasi itu. Bisa jadi karena saya di tikungan super rebah, jadi memang bukan posisi pembalap buka gas. Beda dengan waktu di Sachsenring 2009, ketika itu saya duduk di dekat garis finish. Perhatikan, selepas tikungan, pembalap memasuki straight yang awalnya sangat menanjak, jadi mereka akan buka gas habis-habisan di sini. Asli kuping perlu penutup di sini…

20170625_132346-1-1

Nah, dengan posisi seperti ini, kenikmatan raungan mesin MotoGP memang tidak sensasional hehe.. Namun, justru lebih bisa mengenali karakter motor dan bagaimana si pembalap menaklukkan tikungan. Dalam posisi super rebah seperti itu, ternyata ada beberapa pembalap yang oper gigi di tengah tikungan. Ini bisa dilihat dari gerakan kaki mereka mencungkil tuas perseneleng. Selain itu, bunyi letupan dari ujung knalpot juga menandakan, arus listrik diputus sesaat saat pindah gigi. Di sini saya melihat jelasnya peran teknologi elektronik. Tanpa teknologi, tak mungkinlah lagi rebah pindah gigi karena berisiko mengubah grip di roda belakang yang memicu kehilangan traksi. Dengan teknologi sekarang, pembalap bisa dengan tenang naik turun gigi di posisi rebah.

20170625_132346(1)-1-2

Bagaimana suara mesin MotoGP? Buat saya, paling keren ya bunyi RC213V. Bunyinya paling nyaring dan kasar. Saya mendapat kesan, bunyi RCV lebih sangar dibandingkan Desmosedici. Bagaimana dengan M1? Kalau 2009 M1 terdengar paling lembut, sekarang pun di Assen 2017, saya rasa M1 tetap lembut bunyinya. Seingat saya, mungkin yang lembut juga bunyi Aprilia RSGP, ya tapi selembut-lembutnya ya tetap lebih kencang dibandingkan kelas Moto2 ataupun motor-motor superbike. M1 agak mengejutkan, karena jauh lebih kasar dibandingkan tahun 2009 lalu.

Bagaimana Suzuki GSX-RR? Saya rasa bunyinya di tikungan itu mirip RCV, tetapi sedikit lebih lembut. Suara motor di MotoGP yang paling ngebas tetap KTM. Yup, mirip juga dengan di kelas superbike di mana KTM RC8 bunyinya paling ngebas. RC16 bunyinya ngebass dan terkesan powernya saat berakselerasi kurang keluar, paling ga brutal lah dibandingkan mesin-mesin kompetitor.

Ya begitulah ceritanya Bro..itu kesan saya saja sih, sulit untuk dibilang valid hehe.. Secara umum bunyi MotoGP sekarang lebih lunak di kuping lah dibandingkan 2009. Mungkin memang ada perubahan tingkat kebisingan knalpot ya..

Iklan