You are currently browsing the monthly archive for Juni 2017.

20170608_184941-1

Ketika sedang jalan kaki sore hari, saya ketemu sesosok motor yang familiar. Yup, sesosok Yamaha R6 yang kalau tak salah kelahiran tahun 2004. R6 2004 merupakan R6 terakhir yang masih menggunakan suspensi depan garpu konvensional. Secara desain, ini R6 favorit saya, meskipun sebenarnya yang lebih ideal yang tahun 2005 karena bentuknya sama, tetapi suspensinya sudah USD. Yup, desain ini lebih elegan, sedangkan R6 yang knalpotnya sudah pendek kurang gimanaaaa gitu. Seneng aja melihat knalpot besar titanium R6 ini, jauh lebih gagah dibandingkan yang tipe muffler pendek…

20170608_184958

R6 2004 yang tersesat merupakan Yamaha pertama yang tersesat ke Blog Sesat. Itu pun memecahkan rekord tersesat tersingkat wkwk.. Mungkin tak sampai sebulan hehe…Kenapa begitu singkat? Ada beberapa penyebab sebenarnya. Salah satunya adalah takut mati muda (padahal ga muda lagi wkwkw).

Nyesel ga nyesel sih…ga nyeselnya, alhamdulillah masih selamat, nyeselnya, baru menggeber doi sampai 90an Mph saja, jadi masih penasaran. Rendah memang karena tak pernah khusus sengaja cari jalan lowong untuk geber-geberan. Tenaganya sudah cukup intimidating buat saya pribadi. Motor lain pun malas berurusan dengan doi, makanya justru lebih sering jalan santai sambil menikmati bunyinya.

Yang lucu kadang cuma di dalam rumah, nyalahin mesinnya, gas-gas dikit, nikmati bunyinya, gitu aja sudah senyum ga jelas wkwk… Bahaya emang R6…

Saya termasuk orang Islam yang telat belajar agama, maksudnya adanya keinginan untuk belajar yang muncul dari dalam diri sendiri. Ya, mungkin bisa dibilang baru ada ketika SMP, tapi ya gitu-gitu aja, dan bisa dibilang terlalu pelan progressnya.

Kepikiran untuk sedikit-sedikit menambah bacaan Al Quran untuk sholat pun mungkin baru muncul benar saat SMA dan kuliah.. Itu pun terlalu pelan progressnya, ya malu sih kalau kebayang nanti dimintai pertanggungjawaban, dikasih waktu dihabiskan untuk apa…

Pelan-pelan pun saya coba menghafal surat-surat pendek (dengan progress seadanya alias sangat lama, bahkan itu pun belum memahami maknanya). Salah satu surat yang saya hafalkan adalah At Takatsur. Entah kapan saya mulai bisa menggunakannya untuk sholat. Percaya atau tidak, saya merasa surat ini membawa manfaat bagi saya, mengubah perasaan saya dan cara saya memandang kemewahan.

Waktu SMP-SMA-kuliah, saya masih merasakan, sukses itu artinya banyak uang. Sukses itu adalah kemampuan untuk membuat orang kagum dengan apa yang bisa kita beli, apa yang kita pakai, apa yang kita kendarai, apa yang terparkir di garasi atau ruang tamu kita, berapa yang ada di rekening kita, di mana kita nongkrong, siapa teman-teman kita.. Yup, harta..harta dan harta…

Hingga tiba masa ketika semua yang saya sebut di paragraf sebelumnya menjadi sesuatu yang tak menyilaukan lagi.. Ya, harta itu penting, tetapi alhamdulillah menjadi sesuatu yang tak segalanya lagi, menjadi sesuatu yang bisa dinomorduakan.. Harta itu bukan kebahagiaan, maksudnya harta yang dipamer-pamerkan.. Bukannya harta yang dikeluarkan di jalan yang diperintahkan Allah..

Mari kita refleksikan, apakah benar bermegah-megahan alias bermewah-mewahan itu membahagiakan??? Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto-foto berikut ini:20170409_130734

20170409_130626

Gimana Bro? Bayangkan ruang tamu Bro isinya ini semua… Ini semua saya temukan di Essen Techno Classica, kalau yang lain jualan mobil dan motor klassik, nah yang ini entah jualan apa, hanya ada barang-barang jet zet ini..mulai jam tangan super mewah, motor-motor collector items italian classics yang legendaris, hewan-hewan eksotis yang diawetkan, dan banyak sekali peti-peti Louis Vuitton yang entah berapa harganya..koper Rimowa aja mahal enel wkwk…

Berapa lama benda-benda di atas yang bisa disebut creme de la creme itu membuat Bro bahagia? Monggo dijawab sendiri…

Alhamdulillah saya sekarang tak lagi ternganga-nganga dengan barang-barang ini.. Mungkinkah khasiatnya membaca At-Takatsur?? Saya rasa ya…. apalagi setelah saya baca artinya…baru saya sadar, kenapa perasaan saya yang dulu begitu menganggap harta sebagai sesuatu yang sangat penting banyak terkikis..

2017-06-07-03-36-29

Bayangkan Bro punya semua yang ada di foto itu.. Atau di garasi Bro terparkir sebuah Koenigsegg Agera dan sebuah Bugatti Veyron. Nah, kalau suatu pagi Bro bangun sakit kepala luar biasa dan tak berhenti-henti apapun yang diminum dan dilakukan dan ternyata Bro divonis kanker otak yang tidak bisa disembuhkan dengan operasi, masihkah supercar-supercar itu bisa membahagiakanmu?

Yup, kita bisa kerja keras, kadang sikut sana-sini, melalaikan apa yang lebih penting demi mengejar harta. Dan ketika kita mau menikmati hasilnya, ada hal-hal yang bisa membuat apa yang begitu kuat dikejar hilang begitu saja…Sudah banyak contohnya kan??

Di Essen Techno Classica, akhirnya saya bertemu dengan sosok motor yang membuat saya jatuh hati pada motor klassik, yakni Norton Manx. Doi seperti bersembunyi tertutupi mobil-mobil sebuah showroom mobil klassik di situ. Di dekatnya ada meja si pemilik showroom, tapi saya tak peduli hehe..ga pake segan, sok minat saja memelototi idola saya ini.

Sebenarnya saya sudah duga ini bukan Norton Manx original karena memang model buritannya dan tanki Manx tidak begitu. Saya pikir ini Triton alias Triumph plus Norton yang juga memang sangat dikenal di kancah balap motor Inggris sana, tapiiii.. Lho, kok mesinnya Norton.. Kalau Triton kan mesinnya Triumph, rangkanya baru pakai rangka featherbed Norton Manx. Nah ini mesinnya Norton..Udah gitu twin pula, sedangkan Norton Manx kan big single…Hmmm.. Fix, ini bukan Norton Manx, disebut Triton pun juga tak memenuhi syarat. Ya, tapi ini Norton lah, dan benar-benar cafe racer.. Pelototi saja keindahannya:

20170409_125654

20170409_125500

20170409_125618

20170409_125548

20170409_125539

20170409_125531

20170409_125521

20170409_125634

Suka Bro? Sama wkwkwk….

Ketika mengunjungi Essen Techno classica 2017 lalu, saya ketemu sesosok mobil yang tidak asing bagi saya, sebuah Porsche 356 Speedster. Kenapa saya tidak asing dengan mobil eksotis yang elegan ini? Karena saya pernah memilikinya selama sekitar 3 bulanan. Ini dia:

20170409_120011

Tenang, maksud saya yang saya miliki mainannya hehe… Eh, ini bukan ya? Atau punya saya dulu ada atapnya, entahlah, bukan ahli mobil…

20170409_115902

Porsche 356 bukan Porsche yang tipikal balap. Mobil kelahiran tahun 1955 yang dipajang untuk dijual ini hanya berbekal mesin boxer 4 silinder berkapasitas 1571 cc saja.

20170409_115911

Tenaga yang dihasilkan pun cukup 60 PS saja. Yup, mobil yang mulai diproduksi Porsche sejak 1950 ini memang buat santai. Buat apa ngebut, ini mobil terlalu cantik untuk tak bisa dilihat orang-orang di pinggir jalan.

20170409_115922

Bagaimana Bro? Biarpun jadul, jatuhnya desainnya oke banget ya? Bentuk dashboard dan jok begitu mengundang untuk menikmati sore hari bersamanya. Oh ya, Porsche 356 diterangkan memang dirancang sesuai permintaan pasar di USA. Mereka menghendaki mobil Porsche yang ringan, lincah dan ekonomis harganya.

20170409_115938

Si penjualnya mengatakan, hingga hari gini pun mobil ini tetap terbilang lincah dan ringan. Hanya harganya saja yang jelas tak ekonomis lagi. Mobil yang ditawarkan ini mesinnya dikatakan sudah diganti dengan mesin 912 sih, tapi dijamin dengan sertifikat. Harga yang tidak ekonomis tercermin dari keterangan si penjual: “Minat? Hubungi gan…” Yup, beda dengan mobil-mobil mayoritas yang pasang harga terang-terangan.

20170602_181029-1

Ini motor biasa saja, tidak ada keistimewaannya. Namun, entah kenapa saya senang memandanginya hehe.. Kok kayanya nyaman ya, gayanya pun simple dan kelihatannya cukup tahan banting.

Entah Yamaha apa ini.. Dari gayanya sih mirip dragstar ukuran mini, tetapi ada unsur Yamaha SR juga sih. Kalau sebatas melihat mesin, mesin pasti 4 tak SOHC, kapasitas paling 125cc, paling besar 250cc lah. Yang paling manteb sih joknya wkwk..ga kalah nyaman kayanya dibandingkan Suzuki VanVan. Apalagi ban belakangnya berprofil tebal, benar-benar mengincar kenyamanan… Gaya klassiknya juga keren, ukuran tankinya pas, lampu bulat chrome, spatbor depan belakang pun chrome.

20170602_181040-1-1

Maaf, ini artikel memang ga penting..saya lagi kangen main motor haha..jadi lihat motor beginian saja sudah girang ga jelas…

Beroda empat..

Bermesin kapasitas besar..

Warnanya disukai anak-anak…

Beroda empat..

Kalo Ente naik ini, dijamin yang lain malas kalo sodok-sodokan lawan Ente..

Ini dia:

20170603_142223

Judulnya kaya lampu merah ya Bro? Hehe.., tapi sampeyan tahu kan saya tidak suka bohong wkwk.. Oke, no picture hoax, ini picturenya:

20170602_142843(1)-1-1-1

Maaf fotonya buram.. Karena diambil dalam keadaan bergerak dan memang si bocah ini jauh. Dia sedang belajar sepeda didampingi ayahnya. Eitsss..serius, lagi belajar sepeda! Memang si bocah belum bisa seimbang sepenuhnya mengayuh sepeda sendiri, jadi perlu bantuan ayahnya, dan tentu butuh alat. Oh ya, ayahnya bukan yang di foto di atas, itu mah orang lain yang juga bersepeda. Ini foto ayahnya:

20170602_142843(1)-1

Haha..saya juga baru lihat ada yang model begini.. Jadi sepeda si anak disambungkan dengan sepeda ayahnya. Anak tetap bisa mengayuh sepedanya juga tanpa harus mengemudikan sepeda. Cara ini tentu lebih aman buat anak yang belum sepenuhnya tahu cara mengendarai sepeda.

20170602_142844-1

Cara ini efektif juga untuk bisa mengajak anak bersepeda dengan aman. Maklum, kalau di lalu lintas perkotaan, anak harus paham juga peraturan lalu lintas, kapan harus berhenti dan di mana lajurnya sepeda. Di Jerman, melanggar aturan sepeda pun bisa berurusan dengan polisi. Bersepeda di malam hari tanpa lampu belakang ataupun ketahuan kadar alkohol terlalu tinggi saat bersepeda, bisa berurusan dengan Polizei lho..

Kalau zaman sekarang kesempatan untuk memiliki motor yang berlaga di MotoGP sangat sulit dan mahal, zaman dulu bisa dibilang jauh lebih mudah dan murah. Ya, meskipun motornya tidak sama sih wkwk.. Ya, mungkin kita sekarang lebih beruntung, sebab motor superbike sudah sangat mirip dengan motor MotoGP, bisa dibeli dengan harga “terjangkau”.

Bagi penggemar GP500, Yamaha menjadi pabrikan yang pertama kali menjual motor 2 tak 500cc yang mendekati motor GP500cc mereka yakni YZR500. Tahun 1984-1986/1987, Yamaha mengeluarkan Yamaha RD500LC yang terinspirasi YZR Kenny Roberts.

20170304_132618

RD500LC dibekali mesin berkapasitas 499cc dengan konstruksi V4 50 derajat berpendingin air Tiap silinder diladeni sebuah karburator Mikuni 26mm. Mesin berteknologi YPVS berkompresi 6,6:1 ini bisa menghasilkan 88PS @9500rpm dengan torsi maksimum 67 Nm @ 5400 rpm. Tenaga segini terhitung kecil untuk ukuran motor sekarang. Motor 600cc supersport jelas jauh lebih bertenaga. Namun, itu tahun 80an Bro.. tenaga 88PS ini merupakan tenaga terbesar yang bisa dihasilkan motor massal jika dibandingkan dengan kapasitas mesinnya. Jadi, memang ada motor yang powernya lebih besar, tapi kapasitasnya ya tidak 500cc.

20170304_132755

Soal top speed, motor dengan 6 tingkat percepatan yang berbobot full tank 216 Kg ini hanya 223 Km/jam saja. Memang rendah sih, tapi balik lagi, itu masih di awal tahun 80an ya dan memang tampaknya memang RD series tidak dibuat berlebihan tenaganya.

20170304_132628

Oh ya, kenapa RD500 LC ini terlihat keren? Karena ini memang bukan standar lagi. RD500LC standar cakram depannya memang dobel, tetapi diameternya lebih kecil dibandingkan standar cakram depan Honda Tiger. Nah, ini sudah lebar kan…

20170304_132650

Soal ban, percayalah, New R15 masih lebih lebar hehe… RD500LC di depan memang lebarnya 120, tetapi di buritan hanya berbekal ban ukuran 130 saja.

Cat pun jelas bukan original. Pemilik RD500 LC ini mengatakan, livery ini bukan dicat, tetapi cutting sticker. Rapi banget ya, dapet banget aura GP500nya, apalagi ini livery legendarisnya Yamaha yang dipopulerkan Kenny Roberts yang 3x juara dunia GP500 menggeber YZR500.

20170304_132635

20170304_132748

20170304_132703

20170304_132734

Gimana Bro? Ada yang minat mendatangkan RD500LC dari luar negeri? Di Indonesia rasanya belum ada yang punya. Kalau RGV500 sih sudah ada hehe…

Salah satu jenis binatang yang ada di kebun binatang Olderdissen adalah kelinci. Sebenarnya setahu saya di Jerman ada dua hewan yang kita kenal dengan istilah kelinci, yakni Hase dan Kaninchen. Hase adalah kelinci liar, yup, bisa dijumpai di Jerman dengan mudah di lapangan rumput yang ada semak-semaknya. Bahkan dulu kalau malam hari saya melihat ke luar kamar, di halaman kadang ada kelinci liar yang mencari makan. Kaninchen adalah kelinci yang sebenarnya ada yang liar juga, tetapi lebih banyak yang jadi peliharaan karena dibandingkan Hase, Kaninchen geraknya lambat. Untuk tahu bedanya, coba google gambarnya hehe..Di Indonesia mungkin ada istilahnya sendiri, tetapi saya tidak tahu.

20170318_112022

Nah, di kebun binatang ini, ada satu bagian yang berisi Kaninchen. Lucunya, kok awalnya sedikit, tapi tanpa disadari semakin bertambah, seperti sulap..eh tak tahunya di bagian tepi kiri rumah ada lubang tempat kelinci keluar masuk hehe..

20170318_112539

Lucu juga sih lihat kelinci-kelinci ini berkeliaran, bahkan beberapa cukup jinak dan senang dielus… Lucu juga sih, tak perlu pelihara hewan-hewan eksotis, tetapi sudah bisa jadi kebun binatang. Di bagian lain, domba, keledai, dan berbagai ayam bisa dijumpai. Memang kelihatannya ga penting ya, tapi dengan cara inilah anak-anak diperkenalkan dengan hewan, bisa dekat, menyentuh dan diharapkan muncul kepedulian pada hewan.

20170318_112201

20170318_112421

20170318_112341

20170318_112123

Lucu kan Bro…Gemezzzzzzzzz……hihihi…

 

tersesat muter-muter

  • 2.497.352 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com