Sebenarnya saya agak bingung menamai tempat ini. Bisa dibilang seperti pabrik sih, karena ada industri dan banyak alat beratnya yang bisa dibilang canggih dan ukurannya raksasa. Selain itu, di sini juga ada produknya lho.. Jadi bukan sekedar tempat pembakaran sampah untuk menghilangkan sampah dan sebatas mengurangi sampah semata. Oke, ikuti cerita yang kejadiannya sebenarnya sudah hampir setahun lalu ya…

20160824_094724

Nah, ini dia lobi fasilitas pembakaran sampah ini, keren ya, artsy dan instagramable lah.. Lebih instagramable dibandingkan tampang dan kamar saya hehe..

20160824_092931

Begitu melihat lobi tempat pembakaran sampah yang seperti ini, siapa yang tak langsung sumringah.. Kesan di kepala tentang kumuhnya pabrik atau instalasi pembakaran sampah sirna disambut kantor yang semacam museum seni ini.

20160824_094426

Selain bisa duduk-duduk santai, ada materi juga yang bisa dibaca di sini. Bahkan ada yang dalam bentuk komik. Ya, begitulah cara mereka mendidik pengunjung yang juga banyak yang berasal dari sekolah-sekolah. Kepedulian anak-anak terhadap lingkungan dan pengelolaan sampah plus ide-ide dan tekniknya diperkenalkan melalui komik, dan tentunya melalui kunjungan langsung yang bisa dibooking dan GRATIS!

20160824_092807

Nah, ini total instalasinya. Dirancang totalnya terlihat seperti sebuah kapal Bro.. Area ini cukup jauh dari kota Köln alias Cologne, tetapi akses jalan, transportasi sungai dan kereta bagus banget di sini.

20160824_100019

Awalnya kelompok yang sudah bikin janji sebelumnya ditayangkan tentang sejarah, cara bekerja dan data-data tentang instalasi pembakaran sampah ini. Ukurannya sangat besar, bahkan salah satu yang terbesar. Saking besarnya, bisa menampung sampah-sampah dari kota lain, bahkan kalau tak salah juga sampah dari Belanda. Ya tentu pemerintah kota lain yang ingin sampahnya dibakar di sini harus bayar juga. Yup, bisa untuk cari duit Bro…Meskipun di awalnya butuh waktu lama untuk balik modal.

20160824_104231

Setelah melihat presentasi, kami diwajibkan menggunakan helm dan rompi. Kami pun mulai dipandu melihat-lihat tempat yang beroperasi sebenarnya 24 jam ini. Yup, tanpa henti Bro..

20160824_105028

Lokasi pertama adalah tempat drop sampah. Truk-truk sampah ngatret dan menuangkan sampah yang dibawanya dari kota atau tempat lainnya ke sini. Oh ya, sampah-sampah yang dituangkan ke sini sebenarnya yang sampah selain beling, kertas/kardus dan sampah organik, karena sampah-sampah itu bisa diolah di tempat lain. Sampah yang masuk ke sini adalah sampah yang istilahnya memang tak bisa dimanfaatkan lagi. Kalau sampah organik diolah jadi pupuk, sampah beling ya dijadikan produk-produk dari kaca lagi macam toples dan botol, sedangkan sampah kertas juga gampang lah diolah jadi kertas daur ulang, nah benarkah selain itu tak bisa digunakan sama sekali dan hanya harus dimusnahkan saja???

Kalau di Indonesia, sampah yang dibakar ya sudah…malah hasilnya jadi asap yang mencemari lingkungan saja. Nah, coba kita lihat, bagaimana sebenarnya pembakaran sampah itu bisa dimanfaatkan..ini yang bikin saya semangat menuliskan artikel ini.

20160824_105740

Foto di atas adalah sampah-sampah yang diangkut dengan kontainer yang diantar dengan kereta api Bro.. Jadi dari atas kereta, langsung diangkat dengan kran ke bunker tempat pembakaran sampah. Di bagian ini saya cuma bisa melongo menyaksikan besarnya dan seriusnya tempat yang sebenarnya hanyalah semacam TPA kalau di Indonesia.

20160824_110426

Nah, foto yang di bawah adalah bunker tempat sampah-sampah yang akan dibakar dikumpulkan. Kalau tak salah, untuk sampai di tempat ini, kami harus naik lift ke tempat yang tingginya puluhan meter. Yup, untuk memuat sampah yang luar biasa banyaknya, tentu butuh tempat besar juga..kalau tak salah setinggi 8 tingkat dari lantai dasar! Yup..untuk meladeni sampah menggunung ya harus begini.20160824_111953

Di sini pun saya kembali terpukau. Ada dua petugas yang seperti bermain-main dengan tangan robot yang kita kenal di pusat-pusat perbelanjaan zaman dulu..itu lho, yang masukkan koin dan bisa ambil boneka atau jam tangan haha..bedanya, ini pas diangkat tetap mencengkram, beda dengan tangan robot di pusat perbelanjaan yang kadang suka tipu-tipu dan tak kokoh mencapit..

20160824_112418

Kalau tak salah ada 4 tungku pembakaran sampahnya Bro.. Dan semuanya harus dijaga suhunya, tidak boleh terlalu panas, tidak boleh terlalu redup juga apinya. Dan semua ini bekerja terus selama 24 jam! Lihat tangan robotnya sedang memasukkan sampah dari bagian atas tungku.

20160824_112501

Lihat foto di atas..bikin bengong.. Itu ke bawah jauh banget lho, jangan tertipu dengan ukuran tangan robot yang sangat besar.

20160824_113358

Nah, ini sudah di bagian oven alias tungku pembakaran yang kita lihat dari sisi lain. Dari sini, kita bisa melihat, bagaimana di dalamnya sampah itu dibakar dan terus dijaga menyala tanpa henti dengan suhu tertentu yang selalu dikontrol.

20160824_113252

Melihat ke dalam sana kok rasanya ngeriiii…saya kebayang neraka di depan mata Bro.. Di dalamnya hanya terlihat bara api yang berkobar-kobar, ya seperti tumpukan arang raksasa yang sedang membara sejadi-jadinya..

20160824_113623

Selepas melihat tungku, kami ditunjukkan pusat pengendaliannya. Di sini saya kembali terpukau. Ruangan penuh dengan layar komputer yang menyajikan data dari sensor-sensor di berbagai bagian instalasi ini, rasanya seperti masuk ruang kendali NASA! Bedanya tidak ada roketnya hihi..

Oh ya, kenapa bisa seribet itu, kan hanya pembakaran sampah??? Nah, inilah bedanya! Pembakaran sampah tak sekedar membakar Bro! Panas yang dihasilkan kalau tak salah digunakan untuk memanaskan air yang dimanfaatkan lagi menjadi semacam pembangkit listrik tenaga uap! Jadi, suplai listrik kota Cologne dipasok oleh instalasi pembakaran sampah ini! Nah, residu pembakaran yang sebenarnya masih ada pun tak terbuang percuma. Sepanas-panasnya tungku, masih ada debu material sisa pembakaran. Debu ini katanya dimanfaatkan untuk aspal! Yup, dipakai untuk semacam aspal, atau substitusi atau campuran aspal gitu deh, maaf, saya lupa tepatnya apa…ingat-ingat saja. Namun, intinya, residu pun bisa dimanfaatkan, panasnya pun dimanfaatkan.

20160824_115349

Nah, ini bagian apa hayo??? Ribet kan kesannya, tempat pembuangan sudah lewat, tempat pembakaran sudah, ya inilah tempat pemrosesan kalor dikonversi jadi listrik. Dan setelah itu, demi terjaganya lingkungan, asap pembakaran yang sangat berbahaya dan dapat mencemari udara pun perlu diolah dengan sangat serius!

20160824_115424

Inilah kira-kira keseriusan mereka menjaga kebersihan lingkungan! Kalau kita membakar sampah hanya untuk menghilangkan sampah, tetapi mencemari udara, maka di instalasi ini, mereka bangga dengan semuanya yang bisa dimanfaatkan!

20160824_115444

Pembakaran sampah bisa menghasilkan air panas, listrik, bahan pengaspal jalan, dan hebatnya lagi, lihat apa yang keluar dari ujung cerobong instalasi ini!

20160824_115842

Tidak ada apa-apa? Eits..inget Bro..instalasi ini beroperasi tanpa henti. Dan memang, yang dikeluarkan di ujung instalasi ini adalah udara yang bersih, bahkan dikatakan jauh lebih bersih dibandingkan udara di luar cerobong ini!

Iklan