20170316_170447

Wacana pelarangan motor kembali menyeruak. Hebohnya, kawasan yang diminta ga tanggung-tanggung, bakal menyebar ke kota-kota di sekitar Jakarta! Kebayang kan kalau orang Depok ga boleh naik motor lewat Margonda? Atau Orang Bogor dilarang bermotor lewat jalan Padjajaran?

Seperti biasa, yang disingkirkan dulu kalau ada masalah yang dinilai lemah! Dan percaya, itu membawa ke keadaan yang lebih baik? Baik sementara bagi yang bermobil! Jadi, jangan senang dulu yang bisa bermobil, apalagi kalau mobil tahun tua!

Nanti orang ekonomi lemah beli LCGC atau mobil tua, ya tinggal keluarkan aturan lagi yang menjegal kan..sebut saja dengan aturan pembatasan tahun!

Coba kita pikirkan, kalau ada kebijakan, pasti ada yang diuntungkan bukan? Siapa yang untung?

  1. Yang naik roda 4, tapi ini sementara ya.. Bisa jadi aturan kedepannya membatasi roda 4.
  2. Yang jualan mobil baru! Tapi, berapa lama? Nantinya yang naik roda dua mau tak mau ke roda4, maka percepatan tingkat kemacetan pasti jauh lebih cepat.
  3. Yang menguasai properti perkotaan ujung-ujungnya! Kalau sudah extra macet, mau ga mau kita yang di perkotaan harus tinggal dekat dengan lokasi kerja yang sebisa mungkin bisa ditempuh berjalan kaki. Ingat Bro, ga ada ojek! Dilarang kan naik motor?!! Nah, menurut Bro, siapa yang memiliki properti di perkotaan??? Yang sebagian besar dari kita mampunya nyewa doang??? Bahaya Bro..duit masyarakat akan mengalir deras ke para pemilik properti perkotaan yang situ tau lah mayoritas siapa…

Dan, kebijakan gagal itu biasanya di Indonesia dipertanggungjawabkan??? Ada yang menanggung biaya extra yang dikeluarkan masyarakat? Ada yang tanggung jawab derita masyarakat yang semakin terjerat hutang demi mengikuti perubahan kebijakan itu???

Iklan