Kalau sekarang ada Honda RC213V-S dan sebelumnya ada Desmosedici yang merupakan motor jalanan yang bisa dibeli khalayak umum yang borju, dulu ada 3 pilihan. Yang fans berat Yamaha bisa beli Yamaha RD500, fansnya Honda bisa beli NSR400 dan fans berat Suzuki bisa gebet Suzuki RG500!

20170304_132513

RG500 sendiri aslinya bukan untuk pasar Asia, terutama Jepang. Motor yang jadi dambaan penggemar motor balap ini tahun 80an hingga masuk 90an ini dibuat untuk mereka yang memang mendambakan motor yang habitatnya di GP500. Dibandingkan dengan Yamaha RD500 dan Honda NSR400, RG 500 paling digemari.

20170304_132929

Bukan tanpa alasan sebenarnya, tetapi karena dibanding kedua kompetitornya itu, RG500 yang paling menyerupai motor GP500 dan konstruksi mesinnya memang seperti motor GP500, beda dengan saingannya yang memberikan motor dengan mesin “turunan” atau “DNA” saja, tetapi tidak sama. Dibandingkan kedua rivalnya ini, RG500 pun yang standard powernya paling besar dan ketika sudah dikorek pun, doi tetap yang jadi juaranya…Sebagai catatan, Yamaha RD 500 LC V4 punya power maksimal 88PS saja, sedangkan NSR 400 hanya 72PS, masih lumayan jauh di bawah RG500.

20170304_132922

RG500 untuk ukuran sekarang memang powernya cupu, hanya setara motor 600cc 4 silinder tahun 90an Bro.. Power puncaknya hanya 97 PS, tetapi itu sudah menjanjikan jambakan setan sih, kan bobotnya kering hanya 154 Kg. Ya tentu harus jago lah bawa 2 tak, karena kalau lihat spek standarnya power bandnya sempiiit, power maksimal ada di 9500 rpm dengan 97 PS, sedangkan torsi maksimumnya ada di 71,3 NM di 9000rpm, yup..kalau mau balap, berati harus jago mempertahankan putaran mesin di 9000-9500rpm!

20170304_132834

Motor ini secara dimensi tak terlalu besar. Sayang sih tidak boleh disentuh atau dinaikin. Namun, tampaknya sih memang kalau baca seat height yang cuma 770 mm, wah pendek banget ya..  Suspensi pun masih konvensional..toh tahun 80an kan memang belum pakai USD Bro..

20170304_133014

20170304_132543

Di depan, roda dikawal double disc beriameter imut, hanya 260 mm, sedangkan di buritan cukup 1 cakram berdiameter 210 mm, ya mini lah dibandingkan ukuran motor-motor sekarang.

20170304_132534

20170304_132528

20170304_133021

20170304_132524

20170304_132941

20170304_132604

Dari segi penjualan, makin lama kalau kita lihat data dari Wikipedia, RG500 makin menyedihkan… Apa sebenarnya yang terjadi pada motor V4 2 tak 498cc ini?

20170304_132553

Model 1985 1986 1987 Total
RG500 7340 1412 532 9284
RG400 5002 863 348 6213

20170304_132713

Kalau dilihat data penjualannya, tentu menyedihkan sih. Ya pasti ada faktor yang membuat penjualannya nungsep ya.. Bisa jadi memang pasarnya jenuh, harga saat itu cukup tinggi atau ada produk saingan.. Atau bisa-bisa karena kelemahan RG500.

Kelemahan pertama dikatakan di gearboxnya yang dianggap terlalu lemah. Dianggap lemah karena Suzuki menggunakan gearbox yang sama dengan yang dicangkokkan ke RG400 yang memang powernya lebih lemah. Ketika dipakaikan ke RG500, dan terlebih kalau mesin kena tuning, ya bagian ini yang rawan rusak.

Kelemahan lainnya ada di bagian katup buluhnya. Di bagian ini, lapisan pertinaksnya dikatakan bisterkelupas dan masuk ke ruang bakar. Kalau sudah kejadian, tentu silinder bakal baret-baret dan minta zakat bengkel hihi…

Semoga yang ke Indonesian Motorcycle History yang kurang puas melihat RG terondol bisa sedikit terobati dengan galeri RG500 ini…

Iklan