Setelah percobaan pembuatan telur asin secara otodidak tanpa baca apapun gagal di pekan ke-2, sebenarnya masih ada 5 butir lagi yang tersisa dan terus terendam di air garam. Setelah percobaan yang 2 pekan asinnya rasa halusinasi, saya tambahkan garam lumayan banyak ke telur yang masih terendam. Di pekan ke-3, saya ambil lagi sebutir, dan rasanya, nyaris tak ada asin-asinnya alias tak ada perkembangan.

20170916_065311

Tak menyerah, saya tambahkan garam lumayan banyak. Setelah 4 pekan, bahkan lebih, saya lihat telur-telur tersisa mengapung. Wah, saya pikir, harus segera dikonsumsi sebelum jadi mubazir. Deg-degan juga sih, sayang kan buang telur 3 butir. Ternyata 3 butir telur ini berhasil terasa asinnya dengan jelas haha…

20170917_192309-1

Beda dengan yang tak terasa asin, yang berasa asin repot dikupasnya karena putih telurnya jadi menempel ke cangkang telur. Kuning telur pun beda, terlihat jauh lebih gelap. Rasanya ya lumayan Bro.. sudah bisa dibilang telur asin, meskipun belum layak jual…

Nah, dari pengalaman-pengalaman tadi, saya coba buat generasi ke-2nya hihi… Ini dia:

20170919_113352

Telurnya beda warna..beda merek soalnya wkwk.. Namun, sama-sama telur ayam. Bedanya, kali ini saya gosok dengan spon kasar cuci piring dan air garamnya saya buat jauh lebih pekat hingga air tak lagi berwarna bening. Tingginya kadar garam terlihat, ketika telur dicelupkan, telur-telur itu pada mengambang, padahal di air tawar saya test, telurnya tenggelam lho. Supaya telur tercelup, saya ganjal deh atasnya dengan spon dan saya tutup. Nah, kali ini, saya optimis berhasil jadi telur asin dalam 3-4 pekan hihi…