20170304_133923

Abaikan gambarnya ya.. W175 jelas tak sekeren Z1000 hihi…, tetapi di tengah menggeliatnya segmen retro yang berkualitas dan kebeli, W175 dengan harga kisaran 30 juta menjadi oase di tengah padang gurun motor modern. Meskipun Blog Sesat agak kecewa dengan desain lampu sein, lampu rem dan minimnya peranti yang kena chrome.

Jangan bandingkan dengan kualitas Estrella, sebatas foto sih sudah kelihatan jauuuuh.. Ya wajar juga kalau lihat harganya. Blog Sesat melihat W175 justru bukan seperti motor hobi, dengan harga segitu, doi lebih akan jadi motor harian yang harus bisa handal dan ga takut lecet. Yup, untuk jadi motor hobi, W175 “terlalu murah” dan karena motor massal yang baru beredar, jelas tidak bisa dianggap “limited”. Doi hanya bisa menawarkan style, tapi tak bisa menjanjikan eksklusifitas..

Di sinilah pentingnya Kawasaki untuk segera mendukung ketersediaan parts motor retro ini. Dengan range harga segini, W175 akan jadi motor pekerja! Perlu ditunggu, seberapa nyaman ini motor dan bagaimana konsumsi bahan bakar dan auranya di jalan nanti. Blog Sesat melihat, daya jual desain dan desain retro saja tak cukup untuk kelangsungan hidup W175 secara berkepanjangan. W175 harus bisa punya image motor retro yang tangguh, nyaman, irit, mudah partsnya, sehingga mereka yang mencari motor batangan harian pun bisa melirik W175. Bisa jadi yang jadi korbannya justru mereka-mereka yang sebelumnya membidik Vixion, Byson, CB150 atau Verza. Bosan dengan gaya modern? W175 bisa jadi solusi untuk gaya tanpa mengorbankan pertimbangan ekonomis dan ergonomi. Keren..dan kelihatannya nyaman..Kesannya ukurannya cukup asik untuk dalam kota, tetapi ergonominya tak takut untuk touring jauh dan terkesan tahan banting. Apalagi gaya klassik, cocok untuk jadi kendaraan jangka panjang..