Kalau hal ini dimunculkan 2 tahun lalu atau sebelum Trump jadi presiden, saya rasa tak akan banyak diskusi di sini. Mayoritas pencinta otomotif pasti akan menyambut baik hal yang memang dirindukan penggemar otomotif tanah air.

Kalau Trump mengumumkan ini setelah menjadi Presiden AS, saya rasa sambutan itu masih lumayan hangat, meskipun akan ada kalangan yang keberatan dengan ini.

Nah, ketika isu Trump mau buat sirkuit dimunculkan di saat Trump sudah menyatakan ibukota Israel adalah Yerusalem, bisa dipastikan yang menentang akan cukup banyak. Dan bisa jadi motif utamanya justru memang menimbulkan pertentangan di masyarakat Indonesia. Ini pun bisa jadi cara yang sangat halus, sebab motif agama seakan tertutupi dengan motif ekonomis semata. Namun, efeknya akan merugikan dibandingkan tidak adanya wacana ini dimunculkan, apalagi kalau sampai benar-benar sirkuit itu nantinya dibangun. Kebayang, berapa banyak di antara kita yang merindukan sirkuit bertaraf internasional? Apakah kita-kita yang merindukan sirkuit internasional masih bisa “ingat” siapa itu Trump dan tindak tanduknya? Atau justru sebagian kita keburu silau dengan kucuran dana itu?

Bagaimana seandainya sirkuit ini nanti benar-benar dibangun? Blog Sesat lebih senang kita bisa membangun sirkuit dari sumber dana lain dibandingkan harus memiliki sirkuit internasional dengan konsekuensi pertentangan nilai-nilai di masyarakat makin besar dan bahkan bisa semakin memperbesar jurang perpecahan.

Masih ingat waktu kita kecil dan membaca buku sejarah? Gemes bin geram kan membaca bagaimana Belanda memecah belah kerajaan-kerajaan di Nusantara hingga kerajaan-kerajaan itu saling berperang satu sama lain, dan si penjajah bertepuk tangan.. Mereka cukup memberi dukungan dan dana ke satu pihak, gosok-gosok konflik setelah mempelajari kebudayaan dan nilai-nilai di kedua belah pihak, dan duduk manis menunggu salah satu kerajaan hancur dan pemenangnya pun menang dengan luka-luka yang sangat melemahkannya.

Ngomong-ngomong soal peperangan, suatu malam saya duduk dan mencoba memanfaatkan waktu untuk membaca terjemahan Al Quran surat At-Taubah, sebuah surat yang menjadi satu-satunya surat yang tak diawali Bismillahirohmanirohim karena bertemakan perang. Dan saya cukup terkejut, karena dari duduk-duduk dan asal membaca saja, yang tertayang adalah kedua ayat berikut ini:

2017-08-26-21-57-04

 

2017-08-26-21-59-48

Kenapa saya terkejut? Karena waktu itu sedang ada berita tentang seseorang superkaya yang memberikan bantuan dana ke salah satu organisasi Islam. Dan peristiwa ini tak dipandang positif oleh sebagian orang Islam lainnya…

Kalau kita berpikir singkat, kita bisa saja menuduh: Yang ga dapet itu ngiri.. atau berbagai pikiran negatif lainnya. Namun membaca kedua ayat ini, saya merasa benar-benar ditunjukkan dengan sejelas-jelasnya…

Apa hubungannya dengan wacana Trump bikin sirkuit??? Kan Trump bukan mau bikin mesjid??? Balik lagi ke politik adu domba itu Bro.. Kalau bangun mesjid, yang akan terpecah orang Islam yang kelompoknya dapat dana itu dengan orang Islam yang paham akan hal ini atau memang ada pihak yang benar-benar sirik..

Nah, Kalau yang dibuat sirkuit, di sini wacana agamanya hilang, justru yang bisa terpecah-pecah bisa semuanya dan tak terikat latar belakang agama..

Benar atau tidaknya yang tertulis, itu hanya perasaan pribadi saya saja. Kalau mesjid yang dibuat dengan latar belakang untuk memecah belah saja jangan dipakai sholat, bagaimana menurut Bro soal sirkuit yang dibuat dengan niat untuk memecah belah?

Oh ya, belum tentu niatnya untuk memecah belah sih hihi.. kan itu hanya perasaan saya saja..

Yang membangun sirkuit tentu akan mengatakan, ini untuk kebaikan bangsa Indonesia dan kemajuan bangsa Indonesia terutama di dunia otomotif. Namun, ayat 107 sudah menjelaskannya kan..