Merpati balap merupakan salah satu peliharaan yang lumayan tenar di berbagai wilayah di Indonesia. Daya tariknya sayangnya justru disebabkan taruhan, bukan semata kemampuan si merpati balap menukik begitu cepat. Daya tarik lainnya tentu harga merpati balap juara yang bisa setara motor balap hihihi..

Nah, Blog Sesat ingin memperlihatkan merpati balap lainnya. Ini dia:

Premiere der Dirla-Suzuki GSX-R 1300 Hayabusa.

Buat yang ngerti motor, pasti bisa langsung mengenali ini motor legendaris, yakni Suzuki GSX-R 750 yang menggebrak kelas superbike saat itu dengan bobot yang extra ringan. Namun, membaca judul dan mengamati foto lebih lanjut, pasti merasa ada keanehan hihi… Paling tidak bisa mengenali, suspensi USD jelas belum dipakai Gixxer akhir dasawarsa 80an dan desain knalpot jelas bukan bawaan.

Wie am Schnürchen: Die 17 Jahre alte 1300er läuft echt gut geradeaus.

Nah, dari samping, makin jelas kalau kaki-kaki dan knalpot bukan bawaan Gixxer 750 generasi pertama. Namun, kaki-kaki dan knalpot kan bisa diganti. Langkah modifikasi ini banyak dilakukan, terutama untuk mereka yang ikut balap retro superbike! Kalau mengamati rangka, nah, jelas lah ini bukan Gixxer 750, sebab rangkanya kan bentuknya jelas beda..

Nah..mana ada GSX-R 1300 haha… Yup.. ini memang bukan Gixxer 750, tetapi Hayabusa generasi pertama, yakni tahun 2000, yang dimodifikasi menggunakan baju kebesaran Gixxer 750 generasi pertama.

Seru juga ya Bro… di Indonesia sudah sering juga sih modifikasi dengan paradigma begini, tetapi biasanya di kelas bebek. Banyak C70 yang mesinnya bikin bergidik, mulai dari Satria FU sampai Ninja R 150 hihi…

Sumber:

https://www.motorradonline.de/motorraeder/vorstellung-dirla-suzuki-gsx-r-1300-hayabusa.850508.html