You are currently browsing the monthly archive for Mei 2018.

Papan iklan di ajang balap biasanya ada di sepanjang lintasan. Kalau dipasang melintang, biasanya ya seperti iklan di jembatan penyebrangan. Namun, ternyata ada juga yang dipasang melintang benar-benar tepat di pinggir lintasan.

20180422_114859

Tuh kan.. Kelihatannya membahayakan ya. Kok demi iklan dipasang papan iklannya melintang di pinggir lintasan begitu. Kalau tertabrak kan bisa fatal. Itu pikiran yang sempat terlintas di pikiran.

20180422_114848(1)

Namun, tak mungkin juga penyelenggara level internasional macam Dorna segegabah itu. Papan iklan sepertinya dibuat dari bahan yang aman ditabrak secara frontal, ya tak akan menimbulkan cedera lah, meskipun tertabrak frontal atau terkena tubuh pembalap di kecepatan sangat tinggi sekalipun.

20180422_114847

Kalau dipikir-pikir lagi, justru papan iklan ini sebenarnya termasuk perangkat pengaman. Kok bisa saya berpikir begitu?

Jadi papan ini ada dua Bro.. Yang saya foto papan yang pertama, sekitar 50 meter setelahnya (atau lebih dari 50 meter), ada papan ke dua. Letak papan ke dua ini sudah sekitar 50 meter lagi dari tikungan pertama setelah straight. Jadi papan ini menjadi semacam tanda bantuan untuk jadi ancang-ancang bagi pembalap menentukan titik pengereman.

2018-05-10-01-30-07-1

Antara kelas WSBK dan WSS tentu ada perbedaan di segi jarak pengeremannya. Motor Superbike butuh jarak pengereman yang lebih panjang. Kan kecepatannya lebih tinggi dan bobot motor sedikit lebih berat.

20180422_130954

Perhatikan foto di atas. Bahkan sebelum masuk papan iklan pertama, pembalap Ducati sudah ada yang berhenti ngegas dan mengangkat badan, sementara pembalap di depannya yang menggunakan R1M (Van der Mark) masih berani geber melewati papan pertama. Edan memang, sebab dalam jarak tak lebih dari 150 meter dari situ, motor harus menikung tajam dan berdeselerasi dari kecepatan sekitar 250 Km/jam lebih ke 100 Km/jam di tikungan.

20180422_115206

Nah, foto yang di atas ini dari balap WSS. Perhatikan, melewati papan iklan pertama saja, pembalap masih bisa menggeber motor dalam kecepatan penuh. Menegakkan badan saja yang pertanda sikap siap mengerem saja belum..

Hal yang sederhana ya.. Namun, dari sini saja kita bisa lebih melihat perbedaan besar antara cara menentukan titik pengereman motor WSS dan WSBK.

Blog Sesat akhir pekan ini menyesatkan diri ke Hamburg. Dan alhamdulillah inilah tersesat sebaik-baiknya tersesat. Karena inilah saya menyesatkan diri lagi ke Hamburg:

IMG-20180509-WA0011

Yup, kapan lagi bisa menghadiri langsung kajian Ustadz Adi Hidayat. Saya menyadari, harus ada komitmen lebih untuk bisa hadir ke sini. Alhamdulillah waktunya ada, rezeki juga ada, kesehatan diberikan dan ada seorang teman yang sangat baik meminjamkan kamarnya. Sungguh lega saya akhirnya bisa hadir ke sini, sebuah kebahagiaan tersendiri.. Kalau Allah bertanya, saya berani jauh-jauh nonton balapan dengan segala biaya dan tenaga, saya ingin berlindung dengan amalan ini.. Alhamdulillah bisa terlaksana juga rencana ini.

Oh ya, kedatangan Ustadz Adi Hidayat juga tak semudah itu. Sempat ada permasalahan dengan Visa Beliau…

 

2018-05-10-12-23-08

Cukup membuat berdoa-doa juga masalah ini… Alhamdulillah pihak KJRI Hamburg bisa mengambil pendekatan yang baik hingga Ustadz Adi Hidayat bisa hadir di Hamburg dan pada hari Kamis 10 Mei 2018 sudah bisa hadir dan memberikan ceramahnya. Yang kasihan teman-teman di Muenchen yang terpaksa tak dihadiri langsung Ustadz Adi Hidayat, tetapi alhamdulillah berkat teknologi, bisa melalui video conference..

Blog Sesat sendiri baru bisa mengikuti kajian hari Jumat dan Sabtu ini. Yang hari Jumat di Mesjid Al Ikhlas dan hari Sabtu ini di KJRI Hamburg.

20180512_105005

Hari Jumat diawali dengan Jumatan di KJRI Hamburg sebelum menuju Mesjid Al Ikhlas. Ustadz Adi Hidayat menjadi khatib dan imam sholat Jumat. Setelah itu kami ke Mesjid Al Ikhlas, bukan mesjid khusus orang Indonesia, tetapi kolaborasi dengan umat Islam kebangsaan lain, Pakistan kalau tak salah..

20180511_170646

Ceramah di hari Jumat ini tentang keutamaan Ramadhan dan apa yang perlu kita maksimalkan di bulan suci ini..

20180512_141210-1

Sedangkan di hari Sabtu ini, temanya tentang akhir zaman. Ya tak sampai ke kejadian-kejadian alam, tetapi lebih ke ciri-ciri di kehidupan sosial kita. InsyaAllah nanti Blog Sesat coba sampaikan kembali isi yang bisa saya tangkap dan catat.

20180512_141208-1

Besok Ahad kajian akan diadakan kembali di Mesjid Al Ikhlas. Direncanakan akan diselenggarakan dari pukul 08.00-12.00. Sorenya Ustadz Adi Hidayat sudah akan terbang kembali ke Jakarta karena hari Seninnya sudah harus memberi kajian lagi. MasyaAllah, sungguh banyak pelajaran yang bisa diambil dari Beliau… Semoga Allah selalu menjaga Beliau dan keluarganya, mengampuni dosa-dosanya dan memperbanyak ustadz-ustadz seperti Beliau.

Tikungan pertama di Assen merupakan lokasi yang direkomendasikan Blog Sesat. Dari sudut ini, kita bisa memperhatikan betapa luar biasa stabilnya motor-motor pacuan dan betapa melelahkannya melihat pembalap harus mengurangi drastis kecepatan pacuannya dan sebisa mungkin merebut posisi dari lawannya.. Wah ngeriii..seru..

20180422_132121

Dari sini saja, sudah bisa terlihat keunggulan Tom Sykes dibandingkan pembalap-pembalap lainnya, termasuk rekan setimnya, Jonathan Rea. Sykes bisa terlihat lebih menusuk dan memotong tikungan dibandingkan pembalap lainnya. Doi terlihat sangat pede dalam menerabas kerb di sisi dalam tikungan, sementara pembalap lain terlihat memilih melebar dan tak menyikat kerb di sisi dalam tikungan.

20180422_132258

Dua foto di atas bisa memberikan gambaran, betapa dekatnya Sykes ke sisi dalam tikungan dibandingkan pembalap-pembalap di belakangnya. Tak heran, selepas lap 1 saja dia sudah maju sendirian meninggalkan gerombolan pembalap terdepan di belakangnya. Di lap selanjutnya pun semakin lebar. Sykes pun tampak tenang menjaga jarak aman dengan Ducati-Ducati dan rekan setimnya yang mengejar.

20180422_132110

Tikungan yang dilahap dengan kecepatan sekitar 100 Km/jam ini menarik untuk ditongkrongi. Lihat ke kanan, kita bisa saksikan late braking habis-habisan plus aksi menekuk motor rebah tajam ke kanan.

20180422_132259

Masih dalam keadaan miring, pembalap sudah dituntut untuk buka gas sambil terus tetap menekuk motor ke arah kanan. Di sisi sini saja sudah kebaca, seberapa matang setting sebuah motor untuk punya kemampuan mengerem keras, rebah dan langsung berakselerasi penuh dalam keadaan setengah rebah.

Gonjang-ganjing Honda akan menurunkan kembali RVF untuk mengembalikan kehormatannya di ajang WSBK sudah berhembus sejak lebih dari 2 tahun lalu. Namun, itu sampai kini belum terjadi. Honda malah memutuskan tetap mengandalkan CBR 1000 RR yang diberi ilmu meringankan tubuh dan sisi elektronik riding assistances yang dimutakhirkan. Hasilnya..lumayan untuk moge yang baru keluar pabrikan, tetapi di lintasan balap ompong.. Kelas superstock ompong, di lomba ketahanan juga belum terdengar kiprahnya, di WSBK bahkan terkesan makin terpuruk. Nama Nicky Hayden dan Bradl gagal menyelamatkan muka Honda di ajang yang sempat dikuasainya dulu..dulunya pun sudah lama sekali.. Sejak James Toseland, tiada lagi gelar juara dunia untuk pabrikan yang bagaimanapun juga lebih unggul ini wkwk..

20180422_104927

Ada yang mengatakan, penggantinya RCV 213S yang didowngrade lagi..hmmm, Nampaknya tak bisa, sebab harganya sama sekali jauh dari kata ekonomis… Mengembangkan dari mesin VFR-800, wah, jauh banget dari tenaga superbike sekarang.. Namun, apa sih susahnya bikin mesin V4 buat Honda…

Nah, bagaimana prediksi Blog Sesat?

  1. Buat apa menggunakan V4 di WSBK? Jika sebatas mengandalkan mesin V4 saja, tak ada jaminan kemenangan. Aprilia saja sejak lengsernya Biaggi belum kembali memperoleh gelar juara dunia WSBK.
  2. Terakhir Honda turun dengan V4 di WSBK adalah dengan RC45 alias RVF 750 R. Dari semua pembalap top, hanya sekali saja Honda sukses dengan pembalap asal USA John Kocinski.
  3. Mesin V4 itu mahal jenderal… Bisa jadi sih jadi motor juara, tetapi untuk dijual, bisa jadi jual rugi wkwk..
  4. Buat apa khusus membuat motor dengan konstruksi mesin berbeda? Jangan disamakan dengan saat Honda membuat VTR-SP 1 dan SP2 untuk menggempur kedigdayaan Ducati dengan mesin L-Twinnya. Masalahnya, sekarang kan juaranya pakai mesin 4 inline juga!

Hmmm.. bingung ga Bro? Blog sesat yang mengamati performa Fireblade di Assen melihat, ini motor memang masih sulit untuk kompetitif. Terlihat selepas tikungan, motor berakselerasi tidak tenang.. Suara mesin bisa dibilang paling melengking dan enteng (seperti settingnya lebih kering) dibandingkan mesin-mesin 4 silinder inline lainnya macam ZX-10R, R1M dan S 1000 RR,  tetapi terlihat kurang laju. Sepertinya lebih diakibatkan ketidakstabilan saat berakselerasi keluar tikungan. Sisi setting suspensi dan power output Fireblade masih perlu diasah minimal semusim lagi…

Kalau nonton MotoGP, tentu terbatas kesempatan untuk memilih lokasi menonton balap. Harga tempat di panggung-panggung yang bernomor di tempat duduknya pun tak bisa ditukar-tukar. Yup, ketat..

20180422_130327

Mau ambil kelas festival di rumput-rumput pun sama terbatasnya. Lokasinya biasanya lebih jauh dibandingkan lokasi panggung-panggung bertempatduduk ini. Selain itu, posisi-posisi favorit tentu sudah dibangun panggung wkwk.. Jadi tak banyak pilihan.

20180422_130329

Tak sebatas itu saja. Memang kita bisa pindah-pindah, tetapi saking banyaknya penonton lain yang sudah duluan mangkal di situ, ya susah juga hihi.. Enaknya sih, penonton MotoGP itu lumayan toleran, dan ga perlu takut gontok-gontokan terbuka, meskipun sampeyan satu-satunya pemegang panji MM93 di lautan VR46 atau sebaliknya hihi.. Ya kalau kena juga, anggap saja kejadian luar biasa wkwk..

20180422_130330

Oh ya, foto-foto di atas tak mungkin diperoleh kalau nonoton MotoGP dengan tiket festival.. Akses seperti ini bisa diperoleh kalau ambil tiket-tiket yang di panggung-panggung itu.

Nah, kalau punya kebebasan pindah-pindah tempat, beginilah saran Blog Sesat:

Pas sebelum start, paling seru ya ambil posisi di dekat garis start. Di situ kita bisa mengamati bagaimana suasana menjelang start, mulai dari pembalap menempati lintasan, melayani wartawan, warm up, hingga start. Lap pertama kedua pun menarik disaksikan dari sini, apalagi kalau local hero ikut balap..  Namun, selepas jarak antar pembalap merenggang, ya jadi kurang seru…

20180422_132108

Pindah ke ujung straight atau lintasan yang menuntut pembalap mengerem habis-habisan adalah pilihan terbaik. Di sini kita bisa menikmati “ketidakmungkinan” wkwk..

Kenapa tidak mungkin? Karena sungguh luar biasa menyaksikan pembalap menjinakkan kendaraan yang sampai 280 250 Km/jam lebih  turun ke mungkin sekitar 60-80 100 Km/jam di tikungan pertama. Kita bisa menyaksikan sendiri betapa “tidak mungkinnya” kalau kita sendiri yang harus melakukan itu… Kalau cuma ngegas dan motor melesat kencang, itu biasa.. kalah deh sensasinya dibandingkan menyaksikan motor ngerem habis-habisan dan harus menggunting tikungan.

20180422_131945

Menariknya lagi, di tikungan pertama ini, pembalap harus membuka gas penuh dengan posisi motor masih miring. Di sini kita bisa menyaksikan karakter motor, mana yang “mateng” dan mana yang masih belum sempurna settingnya. Bisa terdengar dari racing line, suara, goyangan dan laju motornya sendiri..

Honda CBR 1000 RR anyar di atas kertas memang bukan yang paling besar tenaganya. NAmun, pembaruan elektronik dan peringanan tubuh membuat motor ini dinilai sebagai superbike terbaik di berbagai media.

Sayangnya, klaim ini tak diikuti prestasi di WSBK. Memang sepeninggalan Bradl dan Hayden, tim Honda di WSBK seperti tak punya superstar. Memang Leon Camier dan Fireblade membuat kemajuan signifikan tahun ini, tetapi tetap saja masih jauh dari posisi yang dulu biasa ditempati Honda. Ya memang tak bisa menyalahkan rider, Honda sendiri tampaknya memang sedang lebih fokus di MotoGPnya..

Blog Sesat tak ingin banyak komentar, hanya ingin menyajikan tampilan andalan Honda di WSBK ini. Buat Blog Sesat, ya ke-2 terkeren lah setelah Ducati Panigale … Yang keren sih tetap di bagian twinsparnya..bisa dibilang yang salah satu yang terkekar di jajaran WSBK saat ini..

20180422_104854

20180422_104927

20180422_104947

20180422_105001

20180422_105035

20180422_105028

20180422_104835

20180422_104905

20180304_112800

Motor paling menggemparkan tahun ini, Ducati Panigale V4, kena recall juga..

Di manakah letak ketidaksempurnaan motor V4 dengan harga “ekonomis” ini?

Rupanya ada di tankinya Bro.. bocor.. bukan tankinya sih yang bocor, tetapi ada bagian sil/paking di bagian sirkulasi udara tanki yang harus diganti. Bagian ini diduga berisiko rusak saat pemasangan. Akibatnya, ada risiko bensin mengalir keluar.

Bukan sebatas itu juga, departemen yang bertugas untuk keselamatan lalu lintas dan memantau kelayakan kendaraan untuk dijual di pasar USA menemukan kelemahan lainnya pada motor bertenaga 213 PS ini. Menurut mereka, pada kondisi panas dan tanki bensin dalam penuh tertentu, bensin bisa muncrat keluar karena tekanan udara saat dibuka tutup tankinya. Dan ini berisiko menimbulkan kebakaran.

Hmmm, kalau departemen ini berada di Indonesia, mungkin mereka juga akan memrotes produsen yang membuat DOHC kok bisa dikalahkan SOHC, karena juga berisiko menimbulkan “kebakaran”…

Pihak internal Ducati sendiri membantah recall ini terkait dengan kasus foto Panigale V4 yang terbakar yang disinyalir berada di Kanada… Hmmm, barangkali yang itu karena terbakar api asmara..

Semua sudah tau lah ya hasil balapan WSBK Assen race 2.. Tom Sykes berhasil merajai race yang diselenggarakan setelah WSS ini. Nah, Blog Sesat coba memberikan sedikit oleh-oleh foto situasi dari dekat..

20180422_122819

Selepas selebrasi podium WSS, lintasan sudah disiapkan lagi. Grid dipasangi nomor start pembalap yang akan mengisinya..

20180422_124245

Motor pun meluncur keluar dari pit melakukan satu putaran, sementara itu crew balap, umbrella girl, teknisi dari suplier ban maupun suspensi, jurnalis dan tentunya panitia balap membanjiri grid.

20180422_124418

Motor sampai di ujung keramaian dimatikan dan didorong ke tempatnya masing-masing.. Nah, di setelah berada di starting grid masing-masing, para jurnalis pun menghampiri pembalap yang ingin mereka wawancara.

20180422_124627-1

Sementara wawancara berjalan, teknisi ada yang melakukan penyesuaian terakhir. Yang bikin tercengang, Tom Sykes mengganti ban depannya! Tentu sepaket dengan velg dan cakram.. Hmmm, kalau saya yang balapan sudah deg-degan kalau menjelang start masih diganti-ganti begitu. Namun, doi kan sudah pengalaman, doi santai saja melayani wartawan dan sesekali stretching melakukan pemanasan..

Kenapa saya bilang deg-degan? Kan kompon ban dingin lagi ya..cuma yang lebih kepikiran sih rem depan..takut ngebagel wkwk.. Namun, masalah ini tampaknya tak hadir di level parts kelas wahid.. Ga perlu buang angin palsu segala hehe..

20180422_124627-1-2-1

Tuh Bro.. masih sempat-sempatnya ganti ban depan kan..

20180422_125513

Sekitar 10 menit, alarm pun berbunyi.. langsung wartawan dan orang-orang lain yang tak berkepentingan meninggalkan lintasan tanpa perlu dipanggilkan satpol pp wkwk..

20180422_125540

Yang tinggal tinggal crew balap, umbrella girl dan pembalap tentunya..

20180422_125628

20180422_125648

Tak lama pun, alarm kembali berbunyi.. Kini yang tinggal hanya pembalap dan kuda besinya yang bertenaga 230 PS lebih..

20180422_125723

Tak lama, warm up lap pun dimulai.. Meskipun warm up, ga ada ceritanya geber-geber santai.. tak menunggu lama, pembalap langsung menempati grid masing-masing..

20180422_125735

Dan ga ada hitungan semenit setelah semua pembalap mengisi gridnya masing-masing, lampu hijau pun menyala..

20180422_125740

Wow… kebisingan yang cukup luar biasa..sebab saya benar-benar dalam jarak tak sampai 5 meter dari motor-motor superbike yang harganya 80 ribu Euroan lebih hehe..

20180422_125742

Saya merasakan deru mesin superbike tak sedahsyat mesin MotoGP. Terbukti saat start saya tak perlu tutup kuping.. Bahkan saat motor melewati straight dalam keadaan full throttel, saya tak perlu tutup kuping.. Masih kuenceng bunyinya, tetapi masih bisa diterima kuping tanpa tedeng aling-aling..

20180422_125747

Mungkin ada faktor lainnya juga..sebab saya masih baru sembuh dari flu..masih budek dikit haha…

20180422_130325

Oh ya, dari sisi di bawah start-finish ini, saya tak banyak bisa membaca karakter motor..

20180422_130330

Saya pun menuju ke ujung straight.. Di sinilah justru tontonan yang jauh lebih menarik bisa disaksikan. Seperti apa ceritanya? Kita lanjutkan nanti ya..

Selepas perhelatan WSBK Assen 2018, saya bergegas meninggalkan sirkuit menuju pelataran depan sirkuit dan menunggu bus. Lumayan menguji kesabaran juga sih menunggu bus yang datang 1 jam sekali itu. Untungnya masih ada hiburan dengan motor-motor besar berbagai tipe yang berlalu lalang.

Nah, ada juga sekelompok yang berhenti dan diam di trotoar menunggu teman-temannya. Motornya keren-keren Bro, ada yang pakai CBR 1000 RR gress tahun 2017/2018, ada yang pakai CBR 1000 RR generasi sebelumnya, ada BMW S1000RR, ada KTM 1290 dan ada Aprilia RSV 1000 Mille.

20180422_134949-1

Pas buka helm, wah bukan geng anak jalanan, tapi bapak-bapak jalanan, bahkan sebagian rambutnya sudah memutih dan ada yang rambutnya ala professor hihi… Ya lucu juga sih, dan memang justru di Belanda dan Jerman ini yang normal. Susah untuk cari anak jalanan beneran yang naik motor. Anak jalanan paling naik skuter atau motor trail/ supermoto cc kecil.. Ya tak lepas juga dari aturan penjenjangan SIM kan..

Lama mereka berhenti, temannya pun berdatangan.. dan lumayan lah, ada yang bawa Kawasaki ZX-10R dan Ducati 996. Dan yang terakhir datang sedikit merusak reputasi geng, sebab “hanya” membawa Ninja 250R generasi pertama berknalpot Yoshimura hihi.. Mungkin si bapak ini lagi ingin mengulang masa remajanya 10 tahun lalu..

Memang tahun ini ada Ducati Panigale V4. Namun kalau melihat langsung wujud kedua motor keren bin anyar ini, Blog Sesat dengan suara bulat menjatuhkan pilihan ke Kawasaki Z900 RS Cafe..

20180304_131341

Bagi Bro yang tersesat ke IIMS 2018 tentu juga bisa menyaksikan langsung versi Cafe Racer dari motor retro Kawasaki Z900RS ini. Kalau lihat sendiri, wah, pasti mata jadi hijau..bukan mata duitan, tapi ini hijaunya asli ga bohong bikin agak kalap haha..

20180304_131459

Hijaunya beda dibandingkan di foto Bro..hijau menyala..kalau kata tukang batu cincin, sternya keluar wkwk.. Dan gak heran Kawasaki cukup PD membuat motor ini agak mahal, sebab memang bikinnya niaaaat.. rapih deh..lihat saja dudukan spatbor depannya.. Benar-benar custom pabrikan itu ga bohong..

20180304_131511

Media dan netiyzen yang sempat protes bilang mahal pun karena membandingkan dengan Kawasaki Z900 yang menjadi basis motor ini pun bisa paham.. Memang ini motor berkelas. Lumayan mengobati kerinduan lah bagi yang dulu gagal beli Ducati Paul Smart atau Ducati Sport Classic 1000. Dan ini justru lebih tahan banting! Jepangan gitu lho.. Plus dijamin lebih mudah perawatan dan performa mesin 4 silinder inline menghasilkan 111 PS bisa membuat darah sembalap cukup tersenyum..

20180304_131436

Oh ya, di Jerman motor ini dibatasi 350 unit saja! Asli limited edition kalau begini mah.. Sayang saya bukan orang Jerman..eh..bukan worang kayaaaah…

20180304_131419

Secara umum ngulik-ngulik motor ini, Blog Sesat bisa dibilang puas! Meskipun memang ga sewow kalau dulu PDKT dengan Ducati Sport Classic, tetapi ini motor di pasaran sekarang yang asik punya untuk digebet!

20180304_131424

Ini itunya oke banget Bro.. Ya mungkin ada R NineT yang tak kalah kerennya. Namun, buat pencinta 4 silinder, dan di Indonesia kan bunyi 4 silinder lebih menjual, Z900RS Cafe memang jawabannya. Oh ya, di Jerman doi dilego di 12.195 Euro! Di Indonesia kabarnya dijual dengan harga 288 juta.. Hmmm murah banget Bro dibandingkan R NineT! Di Sini RNineT dijual hampir 15000 Euro, tapi di Indonesia nyaris 2x harga motor Cafe Racer Kawasaki ini kan hihihi..makan tuh merk wkwk… Ya, merk memang mahal sih, tapi kalau bedanya segitunya, ngapain juga ya..

20180304_131655

Oh ya, redaksi Motorrad sempat menduelkan versi Z900RS dengan Honda CB1100 RS dan Yamaha XSR 900. Dan jagoan retro Kawasaki ini dinilai menang karena unggul dalam segi desain dan pembuatan, suspensi oke, power mesin yahud, suara gahar dan remnya handal! Ya ga heran sih, Honda CB1100 RS memang keren tampangnya, tetapi sangat dibatasi performanya oleh Honda dan bobotnya juga berat, sedangkan Yamaha XSR 900 memang lebih murah dan oke buat hepi2, tetapi efek klassik dan show offnya tidak dahsyat.

20180304_131550

Gimana Bro? Ini bocah aja ampe ngayal duduk di atas si klassik nan segar Z900RS Cafe.. Minat? Murah lho.. dibanding R NineT wkwk…

*Sakit hati ga sanggup beli R NineT

tersesat muter-muter

  • 2.481.081 x 1000 rpm

Waspadalah! Mungkin saya menyesatkan Anda....

Telah Menyesatkan

hmmm

Follow Motorklassikku on WordPress.com