Perkara negara yang mana yang lebih ramah lingkungan, Indonesia atau Jerman, ya ga usah dijawab lah ya… Indonesia sebagai paru-paru dunia bisa kita anggap masih sangat banyak tugas yang perlu dilakukan dibandingkan Jerman..

Nah, bagaimana dengan peredaran mesin 2 tak.. Nah, ini yang lucu. Berdasarkan studi lapangan tak bermetode bin tak berdana Blog Sesat, justru motor 2 tak di Jerman lebih lestari. Ya tak perlu dilestarikan khusus sih, tapi ya keadaannya membuat motor-motor ini lebih banyak.

Siang ini bahkan saya menyaksikan 3 pengendara motor 2 tak berkendara beriringan. Jarang lho ketemu motor di Jerman jalan bertiga sampai beriringan, kecuali ya lagi touring. Ini dia penampakan “geng motor” 2 tak Jerman:

20180607_132528

Motor memang 2 tak, tapi speednya di jalan datar hanya diperkenankan sampai 45 Km/jam saja. Dan kalau mau yang bisa dikendarai tanpa SIM, motor hanya boleh berkecepatan 25 Km/jam saja di jalan datar.

20180607_132531-1

Lucu juga lihat “geng motor 2 tak” ini tadi lewat. Jadi ingat film Mr. Bean’s Holiday yang dia naik motor superslow wkwk…

Ya, karena kemudahan untuk mengendarai kendaraan macam ini tanpa SIM, wajar saja banyak yang pelihara motor-motor 2 tak cc kecil ini. Bahkan Vespa modern macam LX yang ada di Indonesia bermesin 4 tak, di sini dibekali mesin 50cc 2 tak. Kenapa jarang yang 4 tak??? Hmm mungkin karena dengan 50cc, tenaganya terlalu kecil dan biaya pembuatan plus perawatannya terlalu mahal..