Masih membahas motor 2 tak yang Blog Sesat sempat jumpai… Nah, kali ini kita akan bahas motor 2 tak Yamaha tahun 80an awal yang dikatakan menjadi basis motor 2 tak modern Yamaha: RD 250 LC. Coba lihat sosoknya, keren juga ya… Meskipun lahir tahun 1980, ini motor masih enak dilihat. Garis-garisnya simple, ada kaku-kakunya, tapi tidak terlihat aneh, beda dengan banyak motor dari tahun 80an yang kadang agak gimana gitu..

20180304_135319

Ketika Yamaha meluncurkan Yamaha RD 250 LC, Yamaha dipandang melakukan langkah sensasional. RD 250 LC dianggap sebagai motor yang auranya murni balap! Apalagi memang tenaganya terbesar di kelasnya kala itu.

“Teknologi balap untuk semua”, itulah yang jadi slogan yang membuat bikers di masa itu jumpalitan salto dan menghitung-hitung jumlah tabungan mereka. Motor ini dianggap roket! Generasi sebelumnya yang masih berpendingin udara sudah dikenal dengan kelincahan dan akselerasinya, makanya generasi terbaru ini dianggap sangat menjanjikan dan pasti lebih woooow… Pasti lebih di segala lini dibandingkan yang sudah ada di pasaran.

Media massa dengan pemberitaan dan judul provokatif pun makin membuat motor 2 silinder 2 tak 247cc yang diproduksi tahun 1980-1983 ini makin digandrungi sebagai motor impian. Yamaha pun menggunakan pembalap bintang GP 500 mereka, Barry Sheen, dengan „Have we got a shock for the competetion“.

20180304_135412

Secara tampilan, ini motor wow banget. Yang tadinya orang biasa lihat sirip-sirip silinder, kini melihat radiator alumunium berukuran gambot. Ya paham kan… Di Indonesia baru ramai di tahun 90an dengan hadirnya NSR, ya kira-kira begitulah melihat kehebohan antuasiasme bikers saat RD 250 LC bisa dibeli. Dengan pendinginan sejoss ini, momok mesin cepat ngempos dan piston ngancing pun bisa dikikis.

Auch wenn damals die Werbung verbreitete, dass Motor und Rahmen der Yamaha RD 250 LC in enger Verwandtschaft zu den Werks-Rennmaschinen TZ 250/350 entstanden, hält diese Behauptung einer Überprüfung nicht stand.

Memang iklan mengklaim mesin dan rangka RD 250 LC merupakan turunan dekat motor balap Yamaha di ajang GP, yakni TZ250/350, tetapi ini terbukti sebatas kora-koar marketing saja. Setelah dipelajari lebih lanjut, beda Bro wkwk… Meskipun begitu, berkat tenaga 38PSnya, motor ini tetap digdaya dan membuat motor lain di kelas 250cc 2 tak terlihat jinak, bahkan seperti sepeda roda tiga wkwk..

Suzuki GT250 X7 saat itu hanya bertenaga 30 PS. Itu pun diturunkan jadi 27 PS supaya bisa mengakali biaya asuransi motor di Jerman biar lebih murah. Dan ini setara dengan tenaga Benelli 254 dan Honda CB 250 N. Yamaha RD 250 LC dengan tenaga 38 PS dan torsi maksimum 32 Nm/8200 rpm benar-benar seng ada lawan…

20180304_135341

Mesin 2 tak dengan konfigurasi 54 x 54 nya bisa menghasilkan tenaga segitu besar dengan suplai 2 buah karburator Mikuni berventuri 26mm. Mesin berkompresi 6,9 : 1 ini pun bisa puas membangkitkan 38 PSnya. Dengan berat kosong hanya 141 Kg, tak heran motor ini punya top speed 163 Km/jam. Hmmm terhitung tak tinggi ya untuk ukuran sekarang, tetapi ini kan belom dioprek-oprek hihi… Kalau sudah, beuuuh.. Ini motor dikenal bisa bikin keki para pengendara superbike. Rider yang handal bisa menggunakan RD 250 LC untuk menggerecoki motor-motor superbike di sirkuit!

20180304_135404

Soal kaki-kaki, jelas kemajuan. Model sebelumnya, yakni RD 250 hanya menggunakan suspensi stereo di buritan. Di RD 250 LC, suspensi monoshock De Carbon yang bisa disetel hingga 5 tingkat kekerasan.

Velg-velg pun dikatakan velg casting berbahan logam ringan. Velg ring 18 di depan dan belakang dibungkus ban ukuran 3.00 di depan dan 3.50 di belakang. Cungkring memang untuk ukuran sekarang, tapi ya sesuai lah dengan zamannya dan pastinya masih dianggap aman.

20180304_135418

Dengan berat full tank 158 Kg, RD 250 LC dianggap ringan, lincah dan tanpa boncenger dengan mudah meraih 150 Km/jam. Untuk menempuh 100 Km, 2 karburator Mikuni 26mm minta jatah 6 liter saja… Namun, kalau digeber-geber, bisa jadi minta 10 liter. Ya bensin motor 2 tak 1:10 ya masih wajar lah..ini kan twin..

Ya tentu tak bisa dibandingkan dengan konsumsi bensin mesin 4 tak twin 250cc sekarang yang sudah pada pakai injection..

 

20180304_135243

Bagi bikers di JErman yang tertarik, RD 250 LC bisa didapatkan dengan dana 3000 Euroan. Itu sudah layak jalan kok. Namun, kalau mau direstorasi total dan gress, ya dengan mudah dana 5000 Euro siap berpindah tangan… Dan dikatan butuh beberapa ratus jam kerja..

20180304_135220

Katanya sih, susah dapat yang masih oke banget kondisinya. Motor ini kebanyakan memang butuh restorasi.. Maklum, banyak yang sudah kena korek wkwk.. Ya paham kan, ibarat nyari RX-King sama Ninja 2 tak lah.. dan tentu lebih sulit lagi dibandingkan kedua motor itu karena jumlah RD 250 LC di Jerman jauh lebih sedikit.

Ini motor yang Blog Sesat foto pun sepertinya sudah tak standard. Lihat saja bak koplingnya.. Dan yang hampir pasti kaki depannya. RD 250 LC dikatakan hanya punya 1 rem cakram berdiameter 270mm, sedangkan ini sudah 2 piringan, layaknya RD 350. Barangkali yang punya ingin tampil lebih kekar ya dengan velg dan rem depan kakaknya yang punya kapasitas mesin 100cc lebih besar itu.

 

20180304_135256

20180304_135205

Kalau mesinnya sehat dan restorasi total dilakukan baik, RD 250 LC bisa jadi teman perjalanan yang terpercaya..

Gimana Bro? Keren juga ya.. Dan kayanya buat touring juga nyaman hihi..

sumber:

http://nippon-classic.de/classic-bikes/yamaha/yamaha-rd/yamaha-rd-250-lc-der-baerenstarke-zweitakter-im-gebrauchtcheck/