Pekan lalu Blog Sesat tersesat ke Amsterdam dalam rangka menemui seorang teman. Ya ini bukan yang pertama tersesat ke kota yang terkenal dengan banyak museum, kanal-kanal air, obat-obatan yang dilegalkan dan kawasan ehem-ehemnya itu.. Kunjungan yang pertama bahkan tak bisa saya lupa tanggalnya. Bukan kenapa-kenapa, 26 Desember 2004 Bro.. yup, pas Tsunami melanda Aceh dan memporak-porandakan sebagian kawasan Asia Tenggara dan Selatan lainnya.. Waktu itu sempat terbersit, “kok Amsterdam tidak kena tsunami akibat hal-hal negatif di dalamnya”, eh, pas balik-balik kembali ke Jerman di hari itu juga, saya kaget bencana yang saya pikirkan itu justru terjadi di Aceh. Ya, tentu kalau dilihat-lihat, banyak pemikiran lainnya ya..

20180622_074722

Perjalanan kali ini berbeda. Kali ini saya pilih naik kereta..ya biar murah meriah lah..kan di Jermannya tak perlu keluar duit karena masih termasuk wilayah NRW, cukup modal KTM hehe.. nah, di Belandanya, saya beli karcis yang untuk seharian.. Lumayan mahal sih untuk wilayah sekecil Belanda, 39 Euro.

Berbeda dengan di Jerman, kalau naik kereta atau kendaraan umum di belanda harus ngetap2 kartu atau karcis kita..ya sama lah dengan naik KRL Jakarta Bogor. Kalau di Jerman sih ga perlu gitu-gitu hihi..

Nah, perjalanan yang tadinya cuma sekitar 4 jam menjadi panjang. Baru sampai di Duisburg, kereta sudah tak lanjut ke tujuan yang saya rencanakan. Ada kecelakaan katanya, jadi jalur ditutup. Alhamdulillah, kereta selanjutnya bisa mengantarkan ke kota yang saya tuju. Dari situ, kereta melanjutkan ke Venlo, kota di Belanda dekat dengan perbatasan ke Jerman. Nah, sampai sini, KTM saya sudah tak berlaku lagi, makanya perlu beli tiket harian itu.

20180622_122358

Nah, setelah 2 kali pindah kereta, eh kok orang-orang pada turun semua di Breukelen, padahal kereta harusnya lewat Amsterdam. Saya ikutan turun, kan saya tak paham bahasa Belanda, jadi ikut-ikutan saja wkwk.. Dan rupanya ada kecelakaan lagi..katanya ada orang ketabrak..disinyalir bunuh diri.. Yup, di sini kalau ada orang sampai jalan di rel itu ya biasanya memang tujuannya menghampiri malaikat maut..sayangnya dengan cara yang merepotkan dan nyusahin banyak orang.

Setelah beberapa belas menit menunggu, saya naik kereta selanjutnya ke arah Amsterdam. Dan ternyata hanya bisa sampai Amsterdam Bijlmer Arena.

20180622_125552

Nah, itu dia penampakannya.. Kata teman yang mau saya jumpai, ini stadionnya Ajax Amsterdam.. salah satu klub bola favorit saya pas SMP wkwk..

Nah, berhubung jalur kereta normal (kereta Sprinter) ke arah Amsterdam Centraal belum bisa dilewati, teman pun menyarankan naik Metro.. ya kereta macam KRL Jkt-Bogor kita lah.. yang sebentar-sebentar berhenti wkwk.. Yang penuh dan desak-desakan juga..

20180622_130057

Ya setelah berorientasi dulu di stasiun yang akrab dengan penggemar Ajax Amsterdam ini dan beberapa belas menit menunggu, Metro yang bisa membawa ke Amsterdam Centraal pun tiba…

20180622_130105

Dari stasiun Amsterdam Centraal, langsung nyambung lagi naik tramp 17. Dan alhamdulillah sampailah ke mesjid Ayasofya KW2 alias Westermoskee Amsterdam. Jadi ini mesjid terbesar di Amsterdam.. Ya kapan lagi wisata religi hihi.. Alhamdulillah tak kelewatan Jumatan, meskipun telat untuk menyimak kutbahnya. Kan rencana sampai jam 12, akibat “kecelakaan” di Jerman dan di Belanda, sampai juga jam 2an siang.. Padahal sempat mau pulang gara-gara tersendat di jalan haha *cengeng detected

20180622_141130

Rasanya sampai di tujuan dan ga ketinggalan Jumatan itu seneng banget.. Misi tercapai setelah terancam gagal.. Kebayang kan, dari rumah jam 6 pagi, baru sampai jadi jam 2 lewat dengan melewati dua kali ketidakpastian dalam sekali perjalanan. Belum lagi cuaca lagi dingin dan angin di Belanda itu cocok untuk membuat kita enter wind yang seenter-enternya…

20180622_143520

Habis Jumatan, langsung ketemu teman yang membawa keluarganya….Dan bedanya Amsterdam dengan kota saya, di sini ramai.. Di jalan harus lebih extra hati-hati karena banyak kendaraan, mulai dari sepeda, matic, motor, mobil dan tramp.. Ga boleh meleng sama sekali..

Kami pun menuju restoran yang baru buka..Rupanya yang punya Jumatan juga..halal Bro wkwk.. Baru buka pun langsung penuh anak muda..hmm disinyalir enak dan murah.. dan memang murah sih.. Pizza Seafood 5 Euro seukuran Pizza buat keluarga wkwk.. Saya pikir kecil.. Soal porsi, benar-benar tak bisa dikomplain..

20180622_150842

20180622_145009

Sambil menunggu makanan, lucu juga melihat jembatan angkat di Amsterdam. Kebayang kalau di Indonesia ada yang menerobos palang pas jembatan terangkat, bisa tengsing ngegelundung balik wkwk..tuh nyaris vertikal jembatannya.. Nah, yang foto di bawah, ketika jembatan turun dan bisa dilalui..

20180622_145256

Setelah ngobrol-ngobrol bentar, makan, kembali lagi ke Amsterdam Centraal, jam 5 sorenya saya pamit pulang. Senang janji ketemuan dengan teman tercapai..

20180622_183901

Oh ya, sepanjang perjalanan di Belanda kira-kira seperti ini pemandangannya. Ini negara kental banget dengan peternakan.. Sapi, kuda, domba.. Melimpah.. Selain itu juga banyak perkebunan, yang bisa saya kenali sih perkebunan jagung..tanaman lainnya entah tanaman apa..

Hmm negeri sekecil ini, tetapi pemasokan makanannya melimpah ruah. Dalam hati saya bertanya-tanya, masih pantaskah negera kita disebut negara agraris???

*sekedar bertanya….