Merek Zündapp memang tak familiar di Indonesia. Namun, bagi penggemar motor klassik, pasti pernah dengar lah..

Nah, Kali ini Blog Sesat bertemu dengan Zündapp KS 601 yang dijuluki si Gajah Hijau. Kenapa dijuluki si Gajah Hijau? Perhatikan sosoknya, maka mudah kita memahaminya..karena dia besar, montok dan hijau…

20180304_133024

Kalau keluarnya zaman sekarang, mungkin dibilang si Hulk ya hihi…

Perawakannya memang mirip dengan BMW-BMW boxer di zamannya. Ya kan sezaman dan “Zünder- und Apparatebau G.m.b.H memang produsen otomotif Jerman juga yang berdiri tahun 1917. Bahkan salah satu motornya, KS 800 bermesin boxer 4 silinder.. mesin yang “ditiru” Honda pada tahun 1974 di Goldwingnya…

20180304_133059

KS 601 berbekal mesin boxer 2 silinder berkapasitas total 600cc. Motor produksi 1950-1957 ini bertenaga sampai 34 PS. Lumayan lah untuk menjalankan motor yang berbobot full tank 224 Kg ini. soal top speed, jelas bukan bidangnya..hanya 135 Km/jam jika dikendarai menunduk oleh satu orang saja. Sedangkan kalau sudah dipasang sespan, top speednya hanya 110 Km/jam. Ih ngeri Bro naik motor sespan lari kecepatan segitu…

20180304_133122

Sespan yang terpasang dan jadi jodoh si Gajah Hijau ini adalah Steib TR 500. Nah, bobot total motor plus sespan sampai 320 Kg. Kalau sudah terpasang sespan, konsumsi bensinnya ada di kitaran 5,5 liter / 100 Km. Kalau tanpa sespan, tentu lebih irit, 4,8 liter untuk menempuh 100 Km.

Oh ya, meskipun motor, harganya lumayan juga. Di tahun 50an, motor ini dijual seharga 4000 DM, ya selevel dengan harga VW-Kodok saat itu. Bedanya, sekarang ini motor akan lebih mahal dibandingkan VW-Kodok..maklum, lebih langka kan…ya VW Kodok tahun 50an juga muahal sih hihi…